13 Tahun MoU Helsinki: Kepentingan Politik Jangan Merusak Perdamaian

0
735
FOTO: Dok. Adi Warsidi

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Hari ini, 15 Agustus 2018 bertepatan dengan 13 tahun perjanjian damai antara Pemerintah Indonesia dengan Gerakan Aceh Merdeka yang dicetus pada 15 Agustus 2005 di Kota Helsinki, Finlandia. Naskah perjanjian itu kelak sering disebut MoU Helsinki.

Pada usia yang ke-13 tahun damai Aceh, anggota perunding GAM di Helsinki, Bakhtiar Abdullah mengatakan GAM komit menjaga perdamaian. Dia juga mengharapkan agar kepentingan politik yang sesaat jangan sampai merusak perdamaian.

“Tahun ini adalah tahun politik. Kita harus menjaga jangan sampai kepentingan politik sesaat bisa merusak perdamaian. Persaingan antar calon legislatif di Aceh harus berdasarkan kaidah akhlak, tidak mengadudomba dan harus fair,” kata Bakhtiar saat peringatan 13 tahun damai Aceh di halaman Masjid Raya Baiturrahman, Rabu (15/8).

Bakhtiar menegaskan komitmen untuk mendukung pemerintah yang sah, dan mendukung nantinya siapapun presiden yang terpilih. “Perbedaan pilihan dalam pemilu dan pilpres jangan sampai merusak persatuan rakyat Aceh,” katanya.

Perdamaian Aceh, kata Bakhtiar, adalah karunia yang tak terhingga setelah kita dihimpit oleh konflik yang berkepanjangan dan musibah tsunami. Karena dicapai dengan susah payah, kita harus mengisinya dengan kerja-kerja berat untuk kepentingan masyarakat luas.

Bakhtiar turut menyerukan kepada para pihak untuk segera menyelesaikan tanggung jawab yang disepakati di dalam MoU Helsinki. Misalnya, aturan yang belum diselesaikan, korban konflik yang masih belum mendapatkan hak mereka, KKR dan pengadilan HAM yang belum terbentuk sampai saat ini.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.