Connect with us

20 Perguruan Tinggi di Aceh Deklarasikan Tolak Radikalisme di Kampus

Deklarasi kebangsaan | Humas Unsyiah

Kampus

20 Perguruan Tinggi di Aceh Deklarasikan Tolak Radikalisme di Kampus

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Ribuan mahasiswa dari 20 perguruan tinggi di Aceh melakukan deklarasi kebangsaan melawan radikalisme serta kuliah akbar kebangsaan di Lapangan Tugu Darussalam, Banda Aceh, Sabtu, 28 Oktober 2017.

Kegiatan itu sekaligus memperingati hari sumpah pemuda yang jatuh pada setiap 28 Oktober. Acara dimulai dengan upacara yang diikuti ribuan mahasiswa.

Dalam deklrasi itu pelbagai perguruan tinggi itu menyatakan sikap untuk bertekad satu idiologi yaitu pancasila, satu konstitusi yaituu UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, satu negara yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia, satu semboyan yaitu bhineka tunggal ika dan satu tekad yaitu melawan radikalisme dan intoleransi.

Rektor Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal mengakatan bahwa bangsa ini butuh lebih banyak lagi orang-orang yang berdedikasi pada kebaikan. Oleh sebab itu, ia berharap deklarasi kebangsaan ini jangan sampai dinilai hanya sekadar seremonial belaka.

“Deklarasi ini juga harus mampu mengetuk hati segenap mahasiswa Aceh untuk tetap mencintai Indonesia dan terhubung dengan idiologi Pancasila dalam setiap aktivitas sehari-hari,” ujarnnya dalam siaran pers yang diterima acehkita.com.

Rektor juga menegaskan, selama kepemimpinanya, ia akan berupaya sekuat tenaga untuk mencegah berkembangnya bibit-bibit paham radikalisme di lingkungan kampus Unsyiah.

“Saya berkomitmen tinggi bahwa sebagai Rektor Unsyiah, saya akan berupaya sekuat tenaga agar paham radikalisme, komunisme tidak ada tempat di Kampus Jantoeng Hatee Rakyat Aceh ini,” kata Samsul.

Sementara, Wakil Rektor UIN Ar Raniry Dr. H. Syamsul Rijal, M.Ag mengatakan paham radikalisme tidak ada tempat di kampus yang ada di Aceh. Menurutnya, Aceh merupakan tanah Iskandar Muda yang dari dulu juga mengekang paham radikalisme.

“Mahasiswa harus menyiapkan diri dengan ilmu dan mereka bisa menjadi panutan dalam berbang dan bernegara. Saya pikir paham radikalisme itu bukan tempatnya di kampus,” kata Syamsul kepada acehkita.com usai acara.

Syamsul menambahkan bahwa untuk menghadapi paham radikalisme di lingkungan kampus di Aceh tidak hanya dengan satu ilmu saja. Tapi, semua akademisi bidang agama, sosial, politik dan budaya harus bersatu untuk menangkal radikalisme.

“Generasi Darussalam harus bergerak untuk maju agar menginspirasi orang lain berbuat kebaikan,” kata Syamsul.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Kampus

To Top