264 Sekolah Ikut Sosialisasi SNMPTN di Unsyiah

0
1112
Foto: Humas Unsyiah

ACEHKITA.COM | BANDA ACEH – Menjelang Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2019, Universitas Syiah Kuala menggelar sosialisasi kepada Kepala Sekolah dan Operator PDSS. Sosialisasi yang diikuti 264 sekolah tingkat SMA, SMK/MA di Banda Aceh, Aceh Besar dan Sabang berlangsung di AAC Dayan Dawood, Senin 14 Januari 2019.

Wakil Rektor I Unsyiah Prof Marwan mengatakan, kegiatan sosialisasi penting diikuti oleh sekolah khususnya Kepala Sekolah dan Operator PDSS. Sebab merekalah yang berperan besar dalam proses pengisian Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS), yang merupakan tahapan penting bagi siswa untuk melanjutkan jenjang pendidikannya di perguruan tinggi.

Secara umum, kata Marwan, jalur masuk perguruan tinggi untuk 2019 tetap sama yaitu SNMPTN, SBMPTN dan Mandiri. Hanya saja, ada beberapa perubahan pada pengelolaan dan proses seleksinya. Sebelumnya, proses seleksi ini ditangani oleh Forum Rektor namun kini telah dibentuk Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT). Begitu pula dalam proses seleksinya, di mana untuk jalur SBMTN ada perubahan yaitu para siswa harus mengikuti terlebih dahulu Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK). “Hasil UTBK inilah yang menjadi bahan masuk SBMPTN. Jadi hal-hal teknis seperti ini memang harus diketahui pihak sekolah maupun siswa,” ujarnya.

Kepala Humas Unsyiah Husni Friady M.T.,M.M juga mengingatkan kepada pihak sekolah untuk segera mengisi PDSS yang waktu pengisiannya akan berakhir pada tanggal 25 Januari 2019. Sebab berdasarkan data yang diterima Panitia Unsyiah dari  panitia pusat per 11 Januari 2019,  persentase sekolah yang telah mengisi data PDSS masih tergolong rendah.

Untuk Banda Aceh dari 49 sekolah ada 19 sekolah yang belum mengisi PDSS. Aceh Besar dari 78 sekolah, yang belum mengisi 49 sekolah dan Sabang dari lima sekolah yang belum mengisi tiga sekolah. “Jadi kalau kita persentasekan, untuk Banda Aceh ada 38,78% yang belum mengisi PDSS. Sementara untuk Aceh Besar dan Sabang adalah 62,82% dan 60%. Data ini harus menjadi perhatian kita bersama,” ujar Husni. []

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.