29 Mahasiswa Asing Belajar Pengurangan Risiko Bencana di Unsyiah

0
310
29 Mahasiswa Asing Belajar Pengurangan Risiko Bencana di Unsyiah
Peserta Summer Course on Disaster Risk Reduction and Management di Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. (Foto: Dok. Unsyiah)

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Sebanyak 29 mahasiswa asing mengikuti kegiatan Summer Course on Disaster Risk Reduction and Management di Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, selama empat hari mulai 22 hingga 25 Agustus 2019. Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Rektor IV Unsyiah, Dr. Hizir, di Gedung Magister Ilmu Kebencanaan atau Gedung Hyogo, Darussalam, Banda Aceh, pada Jumat (23/8).

Para mahasiswa yang belajar pengurangan risiko bencana dan manajemen kebencanaan di Unsyiah tersebut berasal dari enam perguruan tinggi di Asia yaitu 5 orang dari Universiti of Malaysia, 12 orang dari Universiti Malaysia of Trengganu, 7 orang dari China University of Geoscience Wuhan, 2 orang dari Fatoni University Thailand, 2 orang dari Kobe University Jepang dan 1 orang dari Tokyo University.

Hizir mengatakan, Summer Course on Disaster Risk Reduction and Management merupakan kegiatan kerja sama antara Unsyiah dan Institut Pertanian Bogor (IPB). Sebelumnya kegiatan tersebut telah dilaksanakan di IPB pada 18-21 Agustus 2019.

“Summer Course on Disaster Risk Reduction and Management ini kegiatan yang sangat penting. Sebab melalui forum ini mahasiswa internasional bisa bertukar gagasan dan informasi terkait upaya pengurangan risiko bencana ataupun manajemen kebencanaan, yang berdasarkan kearifan lokal,” ujar Hizir.

Selain belajar pengurangan risiko bencana, sebut Hizir, para peserta juga mendapatkan pengetahuan mitigasi bencana melalui materi di kelas dan kegiatan di lapangan.

Ia menyebutkan saat ini perhatian dunia terhadap bencana sangat serius. Karena menurutnya bencana adalah ancaman serius yang bisa menghambat rencana pembangunan suatu negara. Karena jika terjadi suatu bencana, maka bisa turut mempengaruhi proses pembangunan, kondisi kehidupan serta ekonomi suatu negara.

“Apalagi sejak Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) telah menetapkan bahwa Sustainable Development Goals (SDGs) harus mendorong setiap negara untuk memantau pengurangan risiko bencana demi pembangunan yang berkelanjutan,” sebut Hizir.

Untuk itulah, kata Hizir, sebagai perguruan tinggi Unsyiah dan IPB telah berusaha untuk terlibat aktif pada kegiatan-kegiatan mitigasi bencana, salah satunya dengan melaksanakan Summer Course on Disaster Risk Reduction and Management.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masa depan kita, karena bisa meningkatkan perhatian kita untuk lebih serius dalam mitigasi bencana,” tutur Hizir.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.