29 Orang Tewas Akibat Banjir di Bengkulu

0
596

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Sedikitnya 29 orang tewas dan 13 lainnya masih hilang serta belasan ribu warga harus mengungsi akibat banjir disertai tanah longsor yang menerjang sembilan kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu.

Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Senin (28/4/2019), menyatakan tim SAR gabungan masih melakukan pencarian, penyelamatan dan evakuasi korban yang terjadi sehari sebelumnya.

Korban terbanyak terdapat di Kabupaten Bengkulu Tengah yaitu 22 orang meninggal akibat akibat tanah longsor di kaki Gunung Bungkuk, katanya.

Sementara korban meninggal lain terdapat di Kabupaten Kepahiang sebanyak 3 orang, Kabupaten Lebong 1 orang dan Kota Bengkulu 3 orang.

“Dari 29 orang meninggal dunia, 28 jenazah sudah berhasil diidentifikasi sedangkan satu jenazah masih dalam proses identifikasi,” kata Sutopo dalam pernyataan pers yang diterima acehkita.com.

Dia menambahkan bahwa sebanyak 13 orang yang hingga saat ini belum ditemukan yaitu satu di Kabupaten Kaur, dua di Kota Bengkulu, dan 10 di Bengkulu Tengah.

Ribuan personil gabungan dari BPBD, TNI, Polri, SKPD, Basarnas, Tagana, PMI, NGO, ormas, relawan dan masyarakat membantu dalam penanganan darurat.

Di Bengkulu Tengah, terdapat dua kecamatan masih terisolir yaitu Kecamatan Merigi Sakti dan Kecamatan Pagar Jati karena akses jalan tertutup material longsor, katanya.

Dampak bencana lain akibat bencana adalah 12.000 jiwa mengungsi dan 13.000 jiwa terdampak.

“Ternak mati terdapat sapi 106 ekor, kambing/domba 101 ekor, dan kerbau 4 ekor,” katanya.

Dia menyebutkan, kerusakan fisik meliputi 184 rumah rusak, 7 unit fasilitas pendidikan, 40 titik insfrastruktur rusak/terendam (jalan, jembatan, oprit, gorong-gorong), yang tersebar di 10 kabupaten/kota, dan 9 lokasi sarana prasarana perikanan dan kelautan yang tersebar di 5 kab/Kota.

Menurut Sutopo, banjir sudah surut di sebagian wilayah, tetapi menyisakan lumpur dan sampah yang cukup banyak.

Kebutuhan mendesak saat ini adalah tenda pengungsian, perahu karet, selimut, makanan siap saji, air bersih, family kid, peralatan bayi, lampu emergency, jembatan bailey, dan pembangunan jalan darurat, pungkasnya.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.