Aceh Freediving Championship 2018 Ditargetkan Diikuti Lebih dari 20 Negara

0
781
Sejumlah Yacth tertambat di Teluk Sabang. (Foto: Dok. Acehkita.com)

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Kepala Bidang Pemasaran Disbudpar Aceh, Rahmadhani mengatakan, kejuaraan selam “Aceh Freediving Championship 2018” ditargetkan diikuti lebih dari 20 negara. Hadiah juga akan lebih besar dibanding tahun lalu. Kementerian Pariwisata mengalokasikan dana Rp 90 juta dan Badan Pengusahaan Kawasan Sabang atau BPKS Rp 150 juta.

“Tahun kemarin Freediving Championship berlangsung sukses. Itu menjadi modal kuat bagi kami Freediving Championship 2018 bisa lebih sukses,” ujarnya, sebagaimana dikutip laman resmi GenPI, Sabtu (4/8).

Rahmadhani berharap, penyelenggaraan Aceh International Freediving Championship 2018 pada 2-9 November mendatang tidak hanya mampu menarik lebih banyak peserta dari berbagai negara. Tetapi juga bisa meningkatkan wisatawan mancanegaranya.

“Kejuaraan selam internasional ini digelar memang untuk menarik minat wisatawan khusus penyelam luar negeri berkunjung ke Indonesia, khususnya Pulau Weh, Sabang,” kata Rahmadhani.

Dia menambahkan, kejuaraan yang dipusatkan di Pulau Weh Sabang tersebut sekaligus menjadi ajang memperkenalkan Sabang kepada para penyelam dunia. Pulau Weh memiliki ragam pesona keindahan dan keunikan alam bawah laut.

“Sabang selama ini dikenal oleh wisman sebagai destinasi wisata bahari dunia. Sudah menjadi favorit bagi wisatawan yang menggunakan kapal layar dan kapal pesiar. Dengan modal kuat itu, Sabang pasti mampu menjadi tuan rumah menyelenggarakan kejuaraan selam berskala internasional ini,” sebut Rahmadhani.

Sementara itu, Menteri Pariwisata Arief Yahya menyatakan optimis kejuaraan tersebut bakal diikuti banyak peserta dari luar negeri. Sebab, Sabang adalah salah satu surga bawah laut bagi penggemar diving.

“Potensi wisata bahari kita memang world class semua. Raja Ampat Papua, Alor NTT, Pulau Komodo NTT, Lembongan Bali, dan Lembeh Sulawesi Utara, dan Aceh sudah menjadi langganan tampil di top 5 destinasi selam terbaik di Asia Pasifik, dan dunia,” kata Arief Yahya.

Dari data sepanjang 2011-2015, destinasi bahari itu Indonesia banyak mendapat penghargaan. Dive Magazine, Scuba Diving, majalah panduan traveller dunia yang hobi diving dan snorkeling, juga pernah memberi acungan jempol pada destinasi selam andalan Indonesia itu.

“Berbagai penghargaan itu diberikan tidak sembarangan, itu mempertaruhkan reputasi mereka jika tidak kredibel. Karena itu penghargaan itu juga menaikkan kredibilitas destinasi selam kita,” kata Menpar Arief Yahya.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.