Connect with us

Aceh Kehilangan Dua Ulama Kharismatik

Aceh

Aceh Kehilangan Dua Ulama Kharismatik

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM — Tak sampai 24 jam, Aceh kehilangan dua ulama kharismatik, yaitu pimpinan Dayah Ruhul Fata Teungku Haji Mukhtar Luthfi (Abon Seulimum) dan Abuya Djamaluddin Waly, pimpinan Dayah Darussalam, Labuhan Haji, Aceh Selatan, Kamis (21/7/2016) pagi dan tengah malam. Gubernur Aceh Zaini Abdullah menyebutkan bahwa Aceh telah kehilangan dua panutan umat.

“Kami sangat kehilangan,” kata Gubernur Zaini Abdullah dalam pernyataan tertulis yang diterima acehkita.com, Jumat sore.

Siang tadi, usai salat Jumat, Gubernur Zaini dan sejumlah pejabat di provinsi berkunjung ke Labuhan Haji untuk menyampaikan duka. “Atas nama Pemerintah Aceh kami menyampaikan belasungkawa dan duka yang mendalam atas kehilangan ini,” ujarnya.

Abuya Djamaluddin Waly dimakamkan usai salat Jumat tadi dengan diimami oleh Ustad Arifin Ilham. Ribuan warga –berbaur bersama santri Dayah Darussalam, mengantar sosok Abuya Djamaluddin Waly ke peristirahatan terakhir. Kesedihan dan rasa haru menyelimuti prosesi pemakaman Abuya. Salawat badar menggema mengiringi pemakaman pemimpin Tarekat Naqsyabandiyah ini.

Semasa hidupnya, Abuya Djamaluddin Waly tak hanya dikenal sebagai ulama kharismatik, pemimpin majelis zikir, dan pengasuh Tarekat Naqsyabandiyah. Ia juga dikenal sebagai seorang penulis syair agama handal (sastrawan) dan juga politikus. Sepanjang kurun waktu 1968 hingga 1987, Abuya Djamaluddin Waly berkiprah sebagai anggota DPRD Aceh. Lalu karier politiknya berkibar di Senayan dengan menjadi anggota DPR/MPR RI mewakili Aceh pada 1987 hingga 1999.

Sejak 7 Maret 2012, ia memimpin Dayah Darussalam sepeninggal sang abang, Teungku Muhibuddin Waly. Dayah Darussalam merupakan lembaga pendidikan Islam legendaris di Sumatera yang dibangun oleh Teungku Muda Waly Al Khalidy sejak jaman perang kemerdekaan Indonesia. Dayah ini dikenal sebagai salah satu lembaga pendidikan agama yang melahirkan banyak tokoh dan ulama, selain dayah di Samalanga dan Lamno. Ia menjadi sentral pendidikan agama di Aceh.

Abuya Djamaluddin Waly wafat di usia 71 tahun setelah sempat menderita gangguan jantung dan dirawat di Rumah Sakit Pekan Blang Pidie –hingga ajal menjemputnya. []

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Aceh

To Top