Connect with us

Aceh Miliki 11 Sensor Gempa

Aceh

Aceh Miliki 11 Sensor Gempa

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM — Stasiun Geofisika Mata Ie Banda Aceh memiliki 11 sensor untuk memantau aktivitas gempa tektonik dan vulkanik di seluruh Provinsi Aceh.

Kepala Stasiun Geofisika Mata Ie Eridawati menjelaskan, 11 alat sensor itu terhubung dengan sistem jaringan informasi gempa Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika di Jakarta.

Sensor itu dipasang di sejumlah tempat, seperti Mata Ie (Aceh Besar), Meulaboh (Aceh Barat), Tapaktuan (Aceh Selatan), Simeulue, Lhokseumawe.

Data yang direkam sensor terdekat dengan pusat gempa selanjutnya secara otomatis akan dikirim ke Stasiun Geofisika Mata Ie, yang selanjutnya akan dianalisa petugas. Mata Ie, berkoordinasi Balai I Geofisika Medan, menganalisa setiap informasi gempa yang direkam sensor.

“Gempa di bawah 5 SR menjadi kewenangan kami menganalisa. Tapi kalau sudah di atas 5 SR, itu sudah wewenang Pusat,” kata Eridawati kepada acehkita.com, Senin (9/11/2015) siang.

11 sensor gempa ini juga terhubung dengan sistem jaringan informasi gempa di tingkat nasional, sehingga Pusat bisa memantau gempa yang terjadi di setiap daerah di Aceh.

Aceh menjadi salah satu daerah yang intensitas gempanya tinggi di Indonesia. Pasalnya, provinsi ini berada di bentangan Patahan Semangko atau Sesar Sumatera –sebuah patahan gempa sepanjang 1.900 kilometer yang membentang dari Aceh hingga Teluk Semangko di Lampung. Patahan Semangk ini tersegmentasi hingga 20 segmen utama. Selain itu, Aceh juga berada di dekat pertemuan lempeng Eurasia dan Indo-Australia.

Stasiun Geofisika Mata Ie mencatat Aceh diguncang tujuh kali gempa setiap hari. Namun tidak semua gempa itu bisa dirasakan manusia. []

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Aceh

To Top