Connect with us

AJI Protes Harian Metro Aceh

Berita

AJI Protes Harian Metro Aceh

BANDA ACEH, acehkita.com.Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Banda Aceh, menyatakan protes terhadap pemberitaan Harian Metro Aceh edisi Senin (30/3), tentang kasus pemerkosaan anak di bawah umur. Surat kabar kriminal kelompok Jawa Post tersebut dinilai tidak beretika, merugikan pembaca dan korban.

Daspriyani Y Zamzami, Ketua Divisi Advokasi AJI Kota Banda Aceh, menyatakan berita yang berjudul Vagina Bocah ‘Digesek’ Burung PNS Depag di Harian Metro Aceh, telah bertentangan dengan Kode Etik Jurnalistik tahun 2006 pasal empat.

Pasal tersebut berbunyi, wartawan Indonesia dilarang membuat berita bohong, fitnah, sadis dan cabul. Bahkan menurut Daspriyani, pada huruf c pasal itu, jelas dinyatakan yang dimaksud cabul yakni penggambaran tingkah laku secara erotis untuk membangkitkan gairah birahi.

“AJI Kota Banda Aceh mendesak Harian Metro Aceh, meminta maaf disertai perbaikan terhadap gaya pemberitaan,” tegasnya Rabu (31/3). Selain itu, AJI Banda Aceh juga mendesak Dewan Pers untuk mengambil tindakan terhadap Harian Metro Aceh atau sejenis yang menyiarkan berita tanpa mengindahkan etika.

Saat ini tak hanya Metro Aceh surat kabar haluan kriminal. Kompas group, juga menerbitkan koran haluan serupa diberinama ProHaba. khusus pemberitaan khalwat, kedua media ini bersaing ketat.[]

Continue Reading
Baca juga...
11 Comments

11 Comments

  1. radius afief

    Sep 5, 2011 at 11:36 am

    Taat Lalu Lintas…!
    tolong dong bapak Polisi agar selalu patroli dan mangkal di setiap SPBU agar dapat menindak tegas si pengendara kenderaan bermotor salah mematuhi rambu – rambu, seperti garis panjang bewarna putih yang artinya dilarang mendahului, di rambu inilah kecelakaan sering terjadi, kalau bisa lisensi berkendaranya di cabut dan jangan di keluarkan sebelun dia ikut driving school standart Internasional.

  2. radius afief

    Sep 5, 2011 at 9:49 am

    hai Metro,,,
    salam sukses selalu dari saya radius afief, semoga Metro makin jaya terus.
    tolong dimuatlah komentar saya di harian Metro Aceh mengenai PERGUB NAD tentang Upah minimum Pekerja di wilayah NAD hanya sebagai semboyan saja atau buat praktik manipulasi KKN bagi para instansi terkait seperti DISNAKER yang kurang aktif dalam menginvestigasi pada perusahaan dan lembaga yang bergerak di wilayah NAD.
    trims Metro CREW ya ,,,

  3. ACEH

    Jul 14, 2011 at 5:55 pm

    IYA…SAYA LIHAT KORAN VERSI JAWA ITU JUGA TERLALU VULGAR DALAM PENAMPAKAN GAMBAR….TIDAK MENGHARGAI KEARIFAN LOKAL DAN TERINDIKADSI SEKULER.

  4. Abdul Azis

    Jul 7, 2011 at 8:53 pm

    Pecat aja oknum yang mulutnya secepat gak pernah sekolah aja…. ambil tindakan tegas, kalaw gak bisa serahkn kemasyarakat biar ajarin etika

  5. Arif aceh

    Nov 19, 2010 at 1:59 pm

    Bangun lah aceh ku.maju lah aceh ku.

  6. Kandar van Atjeh (kandar@timphan.co.tv)

    Jul 22, 2009 at 6:42 am

    Atjeh Saya, Atjeh Anda, Atjeh Kita semua.

  7. aramy

    Jul 20, 2009 at 11:07 pm

    Kbn malam ni

  8. aramy

    Jul 20, 2009 at 6:51 pm

    Pa khbr aceh kita,makin indah ja

  9. aramy

    Jul 19, 2009 at 9:57 am

    Aceh kita makin cerah dan bersinar.

  10. aramy

    Jul 19, 2009 at 8:37 am

    Aceh kita makin bersemi

  11. Kandar van Atjeh

    Jul 2, 2009 at 4:02 am

    Saya juga sangat prihatin dengan gaya pemberitaan seperti itu, harusnya berita seperti kasus pemerkosaan dan khalwat ditulis dalam bahasa yang lebih halus. Saya juga kurang setuju Harian Metro Aceh menyajikan METRO SUPRANATURAL dalam salah satu halaman beritanya, karena dalam halaman tersebut berisi berita-berita yang menyesatkan yang menjurus kepada kemusyrikan dan itu salah satu pertanda kemunduran Bangsa Atjeh dalam berpikir. Lebih baik Harian Metro menyajikan berita perkembangan teknologi daripada berita yang berbau mistis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Berita

To Top