Connect with us

Akhirnya, Migran Tamil ‘Tinggal’ Sementara di Aceh

Fakhrurradzie Gade/ACEHKITA.COM

Aceh

Akhirnya, Migran Tamil ‘Tinggal’ Sementara di Aceh

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM — Pihak berwenang Aceh akhirnya mengizinkan 43 migran Tamil “menetap” sementara di provinsi ini. Setelah sempat ditampung sementara di bibir pantai Lhoknga, para migran akhirnya dipindahkan ke lokasi penampungan di Lhokseumawe, Rabu (22/6/2016).

Para migran diberangkatkan dari Lhoknga menuju kantor bekas Imigrasi Lhokseumawe di Peunteuet menggunakan bus Pemerintah Aceh. Sebelumnya, mereka dilepas Gubernur Zaini di pendopo, sembari menyerahkan bantuan secara simbolis.

Gubernur Zaini Abdullah menyebutkan pemindahan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah memberikan penampungan yang layak kepada migran.

“Kita akan pindahkan mereka ke tempat penampungan yang lebih bagus,” kata Zaini usai memberangkatkan migran ke Lhokseumawe.

Kemarin sore, Pemerintah Aceh melaporkan perkembangan migran Tamil kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla. Dalam laporan itu menyebutkan bahwa kapal migran tak bisa digunakan lagi berlayar setelah dihempaskan ombak dan angin kencang pada Senin malam.

Aceh sudah memperoleh lampu hijau dari Pusat untuk memberikan penampungan sementara bagi migran yang terdampar di Lhoknga sejak Sabtu, 11 Juni lalu.

Sebelumnya, Pemerintah Aceh bersikeras tidak mengizinkan migran Tamil mendarat. Namun belakangan, kapal berbender India itu terhempas ke bibir pantai setelah diterpa angin dan gelombang. Baru pada Sabtu 18 Juni, migran diizinkan turun dari kapal dan ditampung sementara di tenda darurat di bibir pantai.

Pihak berwenang terus berupaya memperbaiki mesin dan menambal bodi bolong agar kapal bisa didorong kembali ke laut. Rencananya, migran akan dikawal menuju perbatasan perairan internasional dan disarankan kembali ke negara asalnya. Upaya menarik kapal kembali ke laut sempat berhasil, namun, faktor cuaca buruk kembali menghambat proses penarikan itu. Kapal kembali dihempas ke pantai. Pada Senin (20/6/2016), kapal oleng dengan kemiringan 45 derajat. Gelombang laut merendam mesin sehingga tidak laik berlayar lagi.

Gubernur Zaini menolak disebut lamban dalam menangani persoalan migran Tamil ini. “Bukan lamban, semua pihak sudah bekerja, memperbaiki boat. Boat itu rusak berat. Kita tidak mau mengambil risiko, kalau diberangkatkan dengan boat seperti itu akan tenggelam, ini menyangkut nyawa manusia,” kata Zaini yang pernah mencari suaka politik di Singapura.

Di penampungan Lhokseumawe, para migran akan didata secara lebih menyeluruh. “Bapak Wapres bilang akan kirim segera pihak UNHCR untuk penyelidikan lebih lanjut,” ujar Zaini.

Zaini juga menyebutkan bahwa Kedutaan Besar Srilanka akan menemui migran dalam waktu dekat ini.

Pihak Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Aceh menyatakan pendataan dan verifikasi terhadap migran Tamil akan dilakukan di Lhokseumawe.

“IOM akan kita minta bantu kalau diperlukan pada saat kita meminta keterangan mereka. Kan IOM memiliki penerjemah bahasa Tamil,” kata Kepala Divisi Keimigrasian Kantor Wilayah Kemenkumham Aceh, Achmad Samadan. []

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

More in Aceh

Advertisement

ACEHKITA TV

Trending

Kolom

cermin

Kolom

Cermin

By Nov 22, 2017

Kuliner

Facebook

To Top