Connect with us

Angkutan Labi-labi Makin Sepi Peminat

Aceh

Angkutan Labi-labi Makin Sepi Peminat

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM –Peningkatan jumlah kendaraan pribadi di kawasan ibukota Aceh tentunya sangat berdampak pada menurunnya penumpang kendaraan umum.  Hal tersebut juga terjadi pada labi-labi.

Seringnya, dalam sehari tak ada satu pun penumpang yang naik angkutan mini tersebut. Samsul (30), sopir labi-labi menyatakan, “Menurunnya penumpang di tahun 2016 sangatlah terasa daripada tahun-tahun sebelumnya, kadang dalam sehari sama sekali tidak ada penumpang.”

Hal ini sangat berdampak pada penghasilannya. Karena hal tersebut, pendapatannya sama sekali tidak menentu.  Kalaupun ada, biasanya akan ia gunakan untuk mengisi bahan bakar.  Bahkan terkadang untuk bahan bakar pun ia harus berhutang. 

“Kadang pas ada uang, habis untuk isi solar, kadangpun harus ngutang untuk isi solarnya, sopir yang lain juga gitu,” lanjutnya.

Penumpang labi-labi juga ikut berkomentar mengenai hal ini.  Terkadang ketika menjelang magrib hanya ada beberapa penumpang di dalam labi-labi.

“Sekarang penumpangnya udah sikit, malah kadang kalo udah sore takut juga naik labi-labi sendirian, apalagi kalo penumpang yang lainnya itu cowok,” ujar Winda.

Sedangkan Raida, mantan penumpang labi-labi juga ikut menambahkan, ”Sekarang udah punya motor sendiri.  Dan juga kalo naik labi-labi dari Darussalam ke Montasik perlu transit sekali lagi. Mahal.”

Selain bersaing dengan sepeda motor, keberadaan angkutan umum Trans Koetaradja yang akan beroperasi dalam waktu dekat ini juga akan menyebabkan labi-labi makin terjepit. Di era sebelum 2000an, labi-labi menjadi moda primadona mahasiswa dan warga kota selain Robur dan Damri. []

RISMAYANTI (Mahasiswa Muharram Journalism College)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Aceh

To Top