Connect with us

Banda Aceh Terapkan e-Musrenbang

Teknologi

Banda Aceh Terapkan e-Musrenbang

[vc_row][vc_column width=”1/1″][vc_column_text]BANDA ACEH | ACEHKITA.COM — Pemerintah Kota Banda Aceh merilis aplikasi e-musrenbang untuk memaksimalkan keterlibatan warga dalam perencanaan pembangunan di ibukota Provinsi Aceh tersebut.

e-musrenbang memungkinkan penduduk Banda Aceh untuk memberikan usulan terhadap perencanaan pembangunan kota. Walikota Banda Aceh Illiza Saaduddin Djamal menyebutkan, e-musrenbang baru pertama sekali dilakukan.

Menurut Illiza, warga kota bisa memberikan masukan melalui kanal e-musrenbang di situs resmi Pemko Banda Aceh. Aplikasi ini untuk memudahkan dan membuat masyarakat merasa lebih terlibat dalam pembangunan karena mereka memiliki kesempatan untuk mengawal dan menjaga usulan mereka.

“Ketika misalnya usulan mereka belum terakomodir, mereka segera tahu dan mereka langsung dapat menanyakan kepada Kepala Dinas dan Kepala SKPD lainnya kenapa usulan mereka tidak masuk, sehingga dengan segera mereka akan tahu penyebabnya,” ungkap Illiza.

Ditanya apakah pihak gampong dan kecamatan sudah siap menyambut aplikasi ini, Illiza memastikan kesiapan semua jajarannya. Sebab, operator kecamatan dan operator di Gampong sudah dibekali dengan pelatiahan-pelatihan.

“Keuchik dan aparat gampong juga sudah kita sosialisasikan, jadi sudah siaplah,” tutup Illiza.

Apa itu e-Musrenbang
Sekretaris Bappeda Kota Banda Aceh, Syukri dalam laporannya mengatakan aplikasi e-Musrenbang sangat mudah digunakan karena tidak membutuhkan bandwith koneksi internet yang besar.

“Bappeda nantinya juga akan memberikan pendampingan tenaga teknis bagi operator gampong” ungkapnya.

Dalam aplikasi ini terdapat kamus usulan berisi jenis-jenis program kegiatan SKPD yang sudah memiliki harga satuan, sehingga operator gampog tinggal memilih dan memasukkan volume yang dibutuhkan.

Plikasi ini juga dilengkapi dengan WebGis yang dikoneksikan dengan WebGis Bappeda sehingga gampong memiliki opsi memilih lokasi yang menjadi objek usulan pembangunan yang mereka usulkan.

“Per gampong diberikan batasan pagu anggaran berdasarkan PIK /Pagu Indikatif Kecamatan) yang merupakan salah-satu kebijakan Pemko dalam proporsional anggran untuk tingkat Kecamatan dan gampong” tambah Syukri.

Dengan hadirnya aplikasi ini, diharapkan kualitas perencanaan yang melibatkan masyarakat secara langsung dapat terlaksana dengan baik, sehingga cita-cita kota Banda Aceh menjadi Cyber City lebih cepat terwujud. [][/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]

Continue Reading
Baca juga...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Teknologi

To Top