Connect with us

Banjir dan Longsor Terjang Pacitan, 11 Orang Tewas

Banjir melanda sejumlah daerah di Jawa Timur, 20 November 2017. [FOTO-Dok. BNPB]

Berita

Banjir dan Longsor Terjang Pacitan, 11 Orang Tewas

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Sedikitnya 11 orang tewas dan ribuan warga terpaksa harus mengungsi akibat banjir dan longsor yang menerjang sejumlah daerah di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, Selasa (28/11/2017).

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, menyatakan bahwa sembilan orang meninggal dunia akibat tertimbun tanah longsor dan dua lainnya hanyut diseret banjir.

Disebutkan bahwa tujuh korban longsor berasal dari Desa Klesem, Kecamatan Kebonagung, dan dari Desa Sidomulyo, Kecamatan Ngadirojo, sebanyak dua orang.

“Sembilan korban meninggal akibat longsor hingga saat ini belum dapat dievakuasi. Sulitnya akses menuju lokasi dan tingginya intensitas hujan, menjadi kendala,” kata Sutopo dalam siaran pers yang diterima acehkita.com, Selasa petang.

Banjir yang menerjang daerah tersebut juga menyebabkan dua orang meninggal dunia dan korban telah ditemukan, tambahnya.

Menurut Sutopo, warga yang terdampak bencana mencapai lebih dari 4.000 jiwa dan perlu dievakuasi. Kerusakan masih dalam pendataan. Pengungsi di Kecamatan Pacitan ditempatkan di GOR Pacitan dan Masjid Sirnoboyo.

Tim SAR gabungan dari BPBD Pacitan bersama TNI, Polri, Basarnas, SKPD, relawan dan masyarakat masih melakukan evakuasi.

Kendala di lapangan adalah angin kencang dan debit sungai yang masih tinggi. Proses pencarian korban terus dilakukan, katanya.

Dia menambahkan bahwa dapur umum akan didirikan, bantuan logitik disalurkan. Kebutuhan mendesak selimut, perahu karet, dan pakaian.

Sutopo menyebutkan hujan berintensitas sedang hingga tinggi juga terjadi di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, sehingga mengakibatkan banjir dan longsor di beberapa tempat serta jalur Ponorogo menuju Pacitan lumpuh total tertutup longsor di Kecamatan Slahung, Ponorogo.

Selain itu, banjir, longsor dan puting beliung juga melanda Daerah Istimewa Yogyakarta. Banjir terdapat 3 titik banjir di Kabupaten Gunung Kidul dan 2 titik di Kabupaten Kulonprogo. Beberapa permukiman terendam banjir hingga 1 meter.

“SMK Pelayaran dan SMP 3 Satosari terendam banjir sehingga proses belajar mengajar terganggu,” jelasnya.

Longsor terjadi di 22 titik yaitu 16 titik longsor di Kabupaten Bantul, dua titik di Kabupaten Kulonprogo, satu titik di Kabupaten Gunung Kidul dan tiga titik di Kabupaten Sleman.

Longsor juga menimpa rumah dan menjebol tembok masjid Pondok Pesantren di Kulon Progo sehingga tiga santri mengalami luka ringan. Puting beliung juga melanda 56 titik di Yogyakarta.

Pacitan yang paling dekat dengan siklon tropis Cempaka mengakibatkan hujan lebat sehingga menimbulkan banjir dan longsor. Sungai-sungai meluap menyebabkan ribuan rumah terendam banjir.

Diperkirakan siklon tropis Cempaka akan bergerak menjauhi Indonesia pada Rabu (29/11/2017). Namun masih memberikan dampak hujan deras dan gelombang tinggi di wilayah Jawa dan Bali.

“Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman banjir, longsor dan puting beliung,” kata Sutopo.[]

RILIS

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Berita

To Top