Connect with us

Bayi Kembar Siam Akan Dioperasi di Yogyakarta

Health

Bayi Kembar Siam Akan Dioperasi di Yogyakarta

[vc_row][vc_column width=”1/1″][vc_column_text]BANDA ACEH | ACEHKITA.COM — Bayi kembali siam dempet kepala (conjoin twin croniopagus) yang selama ini dirawat intensif di Rumah Sakit Umum dr Zainoel Abidin Banda Aceh akan menjalani operasi pemisahan. Rencananya, operasi ini akan dilakukan di Rumah Sakit Umum Pusat Dr Sardjito Yogyakarta.

Bayi kembar siam dempet kepala itu bernama Fitri Rahmawati dan Fitri Sakinah itu dirawat di RSUZA Banda Aceh sejak awal Mei lalu. Buah hati pasangan Syahbandi Putra dan Siti Khadijah ini lahir prematur di RSUD H. Sahuddin Kutacane pada 2 Mei lalu. Saat lahir, kedua bayi ini memiliki berat 4.400 gram.
Setelah enam pekan dirawat di ruang NICU RSUZA, kondisi kesehatan kedua bayi kembar ini semakin membaik. Berat badan mereka menjadi 5.520 kilogram. Meski begitu, bayi tersebut masih dirawat di dalam inkubator.

Direktur RSUZA dr Fakhrul Jamal menyebutkan, bayi kembar dempet kepala tersebut akan segera menjalani operasi. “Operasi akan dilakukan di RSUP Dr Sardjito Yogyakarta,” ujarnya kepada wartawan di Banda Aceh, Senin (15/6/2015).

Pekan lalu, dokter ahli dari pelbagai daerah di Indonesia, seperti Banda Aceh, Bandung, Jakarta, dan Yogyakarta bertemu di daerah Yogyakarta untuk membahas rencana operasi pemisahan bayi kembar ini.

Rapat memutuskan bahwa operasi akan dilakukan di Yogya dengan melibatkan sejumlah dokter ahli dari pelbagai bidang ilmu. Operasi ini juga akan dilakukan di bawah supervisi Prof Dr Padmosantjojo –dokter yang pernah berhasil melakukan operasi dempet kepala Yuliana-Yuliani pada 21 Oktober 1987 lalu.

Fakhrul menyebutkan, dalam waktu dekat ini Fitri Rahmawati dan Fitri Sakinah akan diboyong ke Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto Jakarta. Di sana, bayi ini akan menjalani pemeriksaan detil, sebelum dibawa ke RSUP Dr Sardjito.

Sementara itu, dr Iskandar, SpBS, menyebutkan bahwa bayi kembar dempet kepala merupakan kasus langka. Operasi yang akan dijalani bayi asal Aceh Tenggara itu tergolong sulit.

Menurut Iskandar, Prof Padmo menyarankan agar operasi pemisahan kepala bayi tersebut harus dilakukan sebelum bayi berusia enam bulan.

“Ini kasus sulit dan risiko tinggi. Tapi insya Allah dokter yakin bisa dioperasi,” kata Iskandar.

Siti Khadijah berharap operasi pemisahan kepala anaknya berjalan lancar. “Saya berdoa dan berharap agar keduanya selamat,” ujarnya, sambil terisak. [][/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]

Continue Reading
Baca juga...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Health

To Top