Connect with us

Belanda Butuh Energi Besar untuk Taklukkan Aceh

Radzie/ACEHKITA.COM

Lifestyle

Belanda Butuh Energi Besar untuk Taklukkan Aceh

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Bandar Publishing dan Program Studi Sejarah Kebudayaan Islam Universitas Islam Negeri Ar-Raniry meluncurkan sekaligus membedah buku bertemakan sejarah Aceh, Selasa (26/7/2016). Terungkap bahwa Belanda membutuhkan energi besar untuk bisa menaklukkan pusat kekuasaan Aceh.

Buku berjudul “Strategi Belanda Mengepung Aceh” ditulis secara apik oleh Yusra Habib Abdul Gani, tokoh Gerakan Aceh Merdeka. Pada bedah buku tersebut, Yusra membeberkan sejumlah fakta yang jarang diketahui generasi Aceh masa kini. Misalnya, Yusra memperlihatkan sebuah peta Aceh sebagai sebuah negara kerajaan yang diakui oleh Kerajaan Inggris. Peta itu dibuat Inggris sepuluh tahun setelah Aceh dikepung oleh Belanda.

Belanda mengobarkan perang terhadap Aceh pada 26 Maret 1873. Sejak itu, Belanda terus memikirkan strategi untuk mengepung dan menaklukkan Aceh. Langkah pertama dilakukan adalah menyerang Masjid Raya Baiturrahman –yang oleh Belanda dianggap sebagai markas pertahanan pejuang Aceh.

Yusra menyebutkan, Belanda membutuhkan enegeri dan tenaga besar dalam menaklukkan Aceh. “Harus menggunakan berbagai strategi dalam usahanya, mulai dari strategi militer, politik, sosial hingga agama,” kata Yusra.

Belanda bertahan di Aceh hingga 1942. Namun pengaruh politiknya masih terasa hingga 1945. Bahkan, Belanda berhasil mengadu-domba kaum agamawan (ulama) dengan bangsawan (ulee balang).

Ia mengajak generasi muda untuk aktif mengkaji sejarah Aceh. Selama ini, sejarah Aceh dikaji secara mendalam oleh sejarawan dari luar negeri.

Peminat sejarah Aceh, Haikal Afifa, memuji buku yang ditulis Yusra Habib Abdul Gani, yang melakukan pendekatan perspektif lokal dibandingkan buku sejarah lainnya.

Irwan, dosen Fakultas Adab dan Humaniora, menyatakan, konsep-konsep kesejarahan yang relevan dengan materi buku yang didiskusikan. Menurutnya, konsep kolonialisme secara umum membutuhkan kerjasama dari masyarakat setempat terutama aset struktur sosial yang telah efektif dalam masyarakat. []

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Lifestyle

To Top