Connect with us

Berendam Air Panas di Kaki Gugusan Bukit Seribu

Dua warga sedang mandi di air panas kaki gugusan pegunungan Bukit Seribu, Kecamatan Tangse, Pidie, awal pekan lalu. [ACEHKITA/HABIL RAZALI]

Aceh

Berendam Air Panas di Kaki Gugusan Bukit Seribu

SIGLI | ACEHKITA.COM – Kecamatan Tangse memang kerap disebut Kota Bogor ala Kabupaten Pidie. Gelar itu disandang kecamatan penghasil beras terbaik ini karena pemandangan indah dan cuacanya yang relatif dingin menyejukkan.

Hampir saban petang, bumi Tangse tak pernah luput dari guyuran hujan. Meskipun tidak selamanya deras, gemercik rintik tiada lenyap dari atap rumah. Oleh karenanya, wajar Tangse memiliki tanah subur, sebab selalu disiram curah hujan.

Selain beras terbaik, berbagai tanaman juga tumbuh subur di Tangse. Misalnya kopi, kakao, langsat dan buah-buahan lain, terutama durian. Durian Tangse sangat lezat, rasanya manis menambah keistimewaan buah berduri itu dari kecamatan ini.

Suasana alam Tangse masih segar. Udara pegunungan kental terasa, tentunya terhindar dari polusi udara seperti di kota-kota besar. Pagi hari, mentari mesti terlebih dahulu menembus kabut yang berada di atas pegunungan agar sinarnya menyentuh tanah.

Aliran air sungai di sana juga sangat bersih dan dingin. Alur sungai yang berkelok-kelok membuat mata takjum serta terpesona tatkala memandangnya. Mengapa tidak, di dasar sungai berair deras ini dipenuhi bebatuan besar, menambah nilai keindahan.

***

Tak dinyana, suhu Tangse yang relatif dingin ternyata menyimpan sebuah sumber mata air panas. Di kaki gugusan pegunungan Bukit Seribu, persisnya di Desa Blang Ubue, Kemukiman Beungga, kolam air panas menguapkan aroma kehangatan. Ia laiknya selimut saat menggigil karena kedinginan.

Hawa sejuk pegunungan Bukit Seribu menyegarkan jiwa. Siulan burung di pepohonan menambah keeksotisan hutan sekitar kolam air panas.

Kolam ini memiliki luas 9×11 meter dengan kedalaman 1,5 meter. Letaknya sangat strategis yakni hanya selemparan batu dari sungai berair dingin.

Di kolam itu, pengunjung dapat merendam diri sembari menikmati pemandangan alam yang asri. Arah selatan kolam berbatas dengan sungai. Sedangkan arah sebaliknya atau sekitar lima meter dari kolam terdapat gunung dengan pohon nan rimbun.

Kicauan burung tak pernah sunyi dari hutan, diiringi bermacam suara serangga khas hutan tropis. Sejenak, rutinitas dan kesibukan kerja dapat terlupakan di sana. Berendam, lalu nikmatilah segala keindahan alamnya.

Selain berendam, di bantaran sungai yang tak jauh dari kolam, sangat cocok untuk digelar acara makan bersama. Misalnya, bakar ayam maupun ikan.

Sekiranya pengunjung tak sanggup lagi menahan panas saat berendam, maka tinggal mencelupkan diri ke air sungai yang dingin nan bersih.

“Berendam di sini, kita seperti sedang mandi sauna di Jepang. Jadi kita tidak perlu berjauh-jauh ke sana,” ujar Rio, wisatawan asal Sigli yang berkunjung ke sana bersama acehkita.com, awal pekan lalu.

Rio sengaja datang hendak merasakan kehangatan sauna alami itu bersama temannya Akbar Rafsanjani, Samsul dan Mahzar. Apalagi, kata Rio, kolam air panas tersebut belum banyak diketahui orang.

“Jadi kita bisa berendam lama-lama di sini tanpa adanya keriuhan suara pengunjung lain. Kita benar-benar berada dalam pelukan alam yang masih asri,” lanjut Rio.

***

Kolam air panas ini bersumber dari mata air di sebuah sudut kolam. Kemungkinan besar, air panas di sana berasal dari pegunungan Bukit Seribu yang hanya berjarak lima meter dari kolam. Menurut warga sekitar, gunung tersebut memang gunung api yang masih aktif.

Hal itu diperkuat dengan adanya beberapa sumber mata air panas lain di sekitar kolam. Di Beungga, warga sudah menemukan dua lokasi mata air yang mengeluarkan air panas. Di satu lokasi lain, bahkan mengeluarkan asap layaknya air mendidih.

Gunung Bukit Seribu juga tampak tak subur di bagian atasnya. Pohon tak tumbuh di sana, hanya rumbut ilalang yang terlihat menguning. Hal ini sangat berbeda dengan di kaki gunung, di sana pohon tampak begitu rimbun.

Namun, hingga kini belum ada penelitian yang dilakukan guna membuktikan kebenaran adanya gunung api di sekitar lokasi sumber mata air panas.

Keberadaan sumber air panas ini mulai diperluas dua tahun lalu saat banjir menerjang Beungga. Sebuah alat berat yang bekerja di sana kemudian menggali lebih luas air panas itu menjadi kolam seperti sekarang ini.

Sejak itu, wisatawan mulai berdatangan hendak merasakan kehangatan dalam pelukan kota dingin Tangse.

Di lokasi air panas, belum ada penjual makanan atau minuman. Pengunjung sangat disarankan untuk membawanya sendiri.

Tetapi jangan salah dulu, sebelum masuk ke jalan menuju air panas, pengunjung bisa membeli jagung bakar yang banyak di jual di pinggir jalan. Jika musim durian atau buah lain, di sepanjang jalan terhiasi pedagang buah musiman. Dan tentunya buah tersebut asli dari sana.

***

Untuk mencapai ke kolam air panas yang berjarak sekitar 62 km dari Sigli, ibukota Pidie, bisa ditempuh melalui jalan nasional Medan – Banda Aceh. Setiba di Beureunuen, masuk ke jalan menuju Tangse yang berhadapan dengan Masjid Abu Daud Beureu’eh.

Selanjutnya ikuti saja jalan itu hingga melewati Keumala, dan anda akan segera memasuki kawasan pegunungan dengan jalan yang naik turun.

Setiba di Desa Blang Ubue, Beungga atau sering dikenal dengan lokasi jual jagung bakar Beungga, jalan masuk ke kolam air panas terdapat di sebelah kiri setelah melawati lokasi jagung bakar tadi.

Persis di jalan menuju kolam air panas terdapat sebuah tulisan SMK Beungga. Tetapi anda jangan ikuti arah menuju SMK Beungga, masuk saja jalan yang ada tulisannya tersebut agar tak salah arah.

Sekitar 100 meter melewati jalan bebatuan, perjalanan anda akan buntu dan terhalang oleh sungai. Nah, anda selanjutnya hanya tinggal mengarungi sungai dangkal itu dan anda akan segera bisa berendam di kolam air panas.

Untuk masuk ke sana, pengunjung belum dipungut biaya sedikit pun. Ingin berendam di tengah pelukan udara yang dingin? Kolam air panas Beungga tempatnya. Nikmatilah mandi sauna alami.[]

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Aceh

To Top