Berita

1.300 Pengawas Pantau Ujian Masuk PTN

Oleh: Didien - 31/05/2011 - 14:28 WIB

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM — Sebanyak 1.300 pengawas diturunkan guna mengawasi pelaksanaa ujian Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2011 di Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, Selasa (31/5). Setiap ruangan ujian diawasi oleh dua bahkan hingga empat pengawas.

Peserta SNMPTN 2011 mengikuti ujian tulis di Universitas Syiah Kuala, 31 Mei 2011. | Abdul Munar/ACEHKITA.COM

“Ini untuk meminimalisir kecurangan yang terjadi ketika ujian,” kata Ketua Panitia Lokal SNMPTN 2011, Samsul Rizal saat dihubungi acehkita.com, Selasa (31/5).

Menurutnya pengawas tersebut berasal dari perguruan tinggi negeri dan swasta, termasuk juga guru sekolah yang ada di Banda Aceh.

“Jumlah pengawas terbesar dari Unsyiah, kemudian beberapa guru di kawasan yang gedung sekolahnya digunakan sebagai ruang ujian,” katanya.

Pantauan acehkita.com, proses pelaksanaan ujian SNMPTN 2011 hari pertama berjalan lancar meski ada sejumlah kesalahan teknis, seperti nomor ujian peserta ganda. Panitia membolehkan peserta ini mengikuti tes, tapi usai ujian panitia akan mengganti nomor.

Sementara itu, sejumlah kursi di ruang ujian terlihat kosong, karena peserta ujian tidak hadir. Mengenai calon peserta yang tidak mengikuti ujian, Samsul Rizal mengatakan, ada calon yang membeli formulir lebih satu.

“Hal ini otomatis satu di antara dua nomor itu akan kosong. Mungkin setelah membeli formulir, peserta itu lulus melalui jalur undangan,” kata dia.

Namun Panitia Unsyiah belum mengantongi jumlah pasti calon mahasiswa yang tidak hadir dalam seleksi hari pertama ini. []


Akses ACEHKITA.COM versi mobile melalui telepon selular, iPhone, BlackBerry, Android, dan tablet Anda di alamat: m.acehkita.com


Share on Tumblr

Slashdot! Netscape! Blinklist! Ma.gnolia! Squidoo! SphereIt! SpURL

Posting Komentar Anda

Nama
*)
eMail
*)
Website
Komentar


 
Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Kami berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.