Berita

2 Warga Tertembak, Polda Harus Bertanggungjawab

Oleh: Salman Mardira & Radzie - 24/02/2010 - 23:40 WIB

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Penggerebekan di pegunungan Jalin, Jantho, Aceh Besar, yang diduga digunakan sebagai kamp militan bersenjata memakan korban dua warga sipil. KontraS Aceh meminta Polda Aceh bertanggungjawab secara hukum, atas tertembaknya dua warga Aceh Besar itu.

Kordinator KontraS Aceh Hendra Fadli mengatakan, jatuhnya korban di pihak sipil dalam operasi itu akibat cerobohnya pemegang kendali operasi dan lemahnya intelijen kepolisian dalam mendeteksi musuh.

“Kami meminta jajaran Polda Aceh agar melakukan investigasi secara objektif tentang pelaksanaan operasi kepolisian tersebut,” katanya dalam siaran pers dikirim ke acehkita.com, Rabu (24/2).

Sebelumnya, Kapolda Aceh, Irjen Pol Adityawarman telah meminta maaf kepada keluarga korban melalui media, terkait salah tembak itu. Dua warga yang tertembak dalam operasi itu yakni Kamaruddin (37) dan Suheri (14), warga Cot Leupueng, Kecamatan Cot Glie, Aceh Besar yang saat itu sedang menembak ikan di sungai. Kamaruddin meninggal dunia dan Suheri kritis, kini dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara, Banda Aceh.

KontraS menilai, permintaan maaf Kapolda yang tak dibarengi dengan upaya pengungkapan secara objektif tentang kejadian itu, telah menunjukkan wajah lama Kepolisian yang mengabaikan aspek akuntabilitas (kepercayaan) publik.

Menurut Hendra, penyalahgunaan wewenang oleh anggota kepolisian serta kecendrungan sikap bela diri dan perlindungan korps, sudah jadi rahasia publik. Karenanya, kata dia, Kepolisian harus melakukan penegakan hukum di kalangan internalnya untuk memulihkan kepercayaan publik untuk mengangkat citranya.

Sebelumnya, warga Cot Leupueng juga menyesalkan tindakan aparat Kepolisian yang telah mengorbankan dua warganya. Mereka juga mendesak Kepolisian bertanggungjawab atas kejadian ini.

Hal senada juga disuarakan Komite Peralihan Aceh. Menurut Jurubicara KPA Mukhsalmina, polisi harus membentuk tim independen untuk menelusuri kasus salah tembak itu.

“Kita meminta polisi membentuk tim investigasi dan KPA siap untuk membantu kerja tim itu,” kata Mukhsalmina. Kamaruddin merupakan mantan anggota GAM Daerah I Aceh Besar. “Kami meminta polisi bertanggungjawab.” []


Akses ACEHKITA.COM versi mobile melalui telepon selular, iPhone, BlackBerry, Android, dan tablet Anda di alamat: m.acehkita.com


Share on Tumblr

Slashdot! Netscape! Blinklist! Ma.gnolia! Squidoo! SphereIt! SpURL

Ada 13 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda

  1. Tengku Pemulung - February 25th, 2010 - 01:56

    bertanggung jawab dalam bentuk peu nyoe ?
    beu jelas, karena menyoe hana jelas mangat that pihak kepolisian mengatakan telah bertanggung jawab.. kiban tengku ?

  2. Apa Lam Bak di Cot Keung - February 25th, 2010 - 07:54

    Bertanggungjawablah kau…….

  3. sufriyani - February 25th, 2010 - 10:08

    kalau hanya minta maaf terlalu gampang. TANGGUNG JAWAB BRO!!!!, TADI MALAM JUGA SAYA MENGALAMI HAL TAK MENNGENAKAN DI RUMAH SAYA. SEKITAR PUKUL 01.15 DINI HARI DATANG 8 ORANG POLISI YANG MENGAKU DARI POLTABES DAN MENGATAKAN BERDASARKAN LAPORAN MASYARAKAT DI RUMAH SAYA ADA MENYIMPPAN NARKOBA.WAKTU ITU YANG ADA DI RUMAH SAYA, SUAMI, ANAK SAYA BERUMUR 2 TAHUN DAN SEORANG TAMU. SUAMI SAYA SANGAT KOOPERATIF DENGAN KEDATANGAN MEREKA. SEUMUR-UMUR INSAYAA ALLAH KELUARGA KITA BERSIHLAH DARI YANG KAYAK GITU. TRUS SUAMI MEMINTA UNTUK MEMBACA SURAT PERINTAH DAN YANG ANEHNYA SURAT ITU DI KELUARKAN PADA TANGGAL 1 FEBRUARI 2010, DAN PADA SAAT SUAMI MENANYAKAN EH SATU ORANG POLISI MALAH EMOSI.AKHIRNYA PENGGELEDAHANPUN DIJALANKAN YAA KURANG LEBIH SATU JAM LAH RUMAH KITA DI GELEDAH . DAN AKHIRNYA MEREKA TIDAK MENEMUKAN APAPUN DAN BERLALU PERGI, TAMPA BASA-BASI MINTA MAAF KEK, ATO APA KEK SUDAH MENGGANGGU JAM ISTIRAHAT ORANG. ADA YANG MENGGAJAL DI BENAK SAYA . SEBENARNYA SURAT PENGGELEDAHAN ITU KAPAN SEHARUSNYA DIKELUARKAN OLEH PIHAK KEPOLISIAN SEBELUM MELAKUKAN PENGGELEDAHAN ? DAN APAKAH DI SETIAP SURAT ITU DICANTUMKAN ALAMAT RUMAH YANG DITUJU? SARAN SAYA KEPADA BAPAK POLISI AGAR LEBIH MENGDEPANKAN ETIKA PADA SAAT MELAKUKAN PENGGELEDAHAN, TOH INI NANTI NYA UNTUK MEJAGA IMAGE POLISI DI MATA MASYARAKAT

  4. amat bank - February 25th, 2010 - 13:08

    Kapolda Aceh, dipecata aja, itu jalan terakhir minta maaf.

  5. amri - February 25th, 2010 - 13:36

    yan gam anggota yg hana merempok jatah nya,,,,,,,,,,,,,,,di aceh ,,,,,,,he,,,,,,he

  6. abua - February 25th, 2010 - 16:30

    Irjen Pol Adityawarman, itu dipecat dari kepolisian dan dicopot sebagai kapolda aceh…benar benar kesalah, masak sekedar minta maaf kepada masyarakat aceh. hana ulee kapolda nyan

  7. free man - February 26th, 2010 - 00:10

    apakah kata maaf bisa membangkitkan org yang sudah mati????murah sekali harga nyawa kamarudin dan suheri…yg di bayar hanya dengan kata MAAF…profesional dong pak….itu senjata api bukan pistol air…

  8. saiful amri - February 26th, 2010 - 22:12

    “Nyawa di balas dengan nyawa”.

    polisi selalu ceroboh dalam bertindak, masi terkenang kesewenangan pilisi ketika terungkap kasus penyiksaan guru SD Lampeunuruet beberapa waktu lalu. sekarang Aceh besar lagi-lagi polisi salah tembak, minta maaf boleh, “pertanda polisi masih punya moral”, pertanggunggung jawaban terhadap nyawa amaruddin (37) wajib dilakukan oleh pihak kepolisian dan tindak tegas polisi yang ceroboh itu, berikan hukuman yang pantas.

    Nafakah keluaga dan pendidikan anak nya wajib ditanggung oleh sipenembak itu atau POLDA Aceh. kapan polisi bisa profesional dalam menghadapi semua masalah

  9. yang na nan - February 27th, 2010 - 05:25

    Yang namanya orang tak bermoral sudah biasa gitu,habis berak ngak cebok

  10. lon ureung aceh - February 27th, 2010 - 21:21

    makanya kao masok polisi jangan pake sogok..
    kan jelas kali kalo pake sogok malah menghancurkan diri sendiri..
    Allah sendiri lewat nabinya sudah ksih tau,yang ksih suap,terima suap,dan semua yang terlibat dengan suap akan masuk neraka dan bersiap2 dengan KEHANCURAN..ALLAHUAKBAR..
    mari berjihad menegakkan birokrasi ISlami gaya Rasulullah..ALLAHUAKBAR

  11. abua - February 28th, 2010 - 08:11

    Hanya satu kata, Kapolda Aceh dicopot.

  12. Apa Lam Bak di Cot Keung - February 28th, 2010 - 22:29

    Semoga yg meninggal dilapangkan kuburnya dan diterima islamnya
    Ibu sufriani, Apa lambak ikut berempati atas kejadian yg menimpa anda…

  13. geumuruh - March 1st, 2010 - 09:50

    wajah kepolisian dinegeri ini semakin buruk saja, mereka hanya bisa menembaki rakyatnya.

Posting Komentar Anda

Nama
*)
eMail
*)
Website
Komentar


 
Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Kami berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.