Berita

21 Hektar Ladang Ganja Dimusnahkan

Oleh: Rina - 20/01/2010 - 23:47 WIB

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -Direktorat Narkoba Polda Aceh kembali menemukan 21 hektar ladang ganja di 11 titik lokasi yang berbeda di pegunungan Desa Pulo Kecamatan Seulimuem Aceh Besar.

“Satu titik ladang dengan ladang lainnya berjarak antara 400 sampai 500 meter dan sebagian berada di punggungan gunung yang berlokasi terjal,” kata Kepala Direktorat Narkoba Polda Aceh, Kombes Pol Rahadi Mulyanto, Rabu (19/1).

Rahardi menyebutkan pohon ganja yang ditaksir berjumlah 21 ribu batang tersebut memiliki ketinggian satu sampai dua meter, yang telah ditanam pemilliknya sekitar dua sampai tiga bulan dan siap dipanen. Polisi gagal menangkap pemilik ladang, dan hanya menemukan gubuk-gubuk peristirahatan mereka.

“Kita tidak berhasil meringkus pemilik ladang, sepertinya informasi mengenai operasi pembersihan ladang ganja telah bocor sehingga tak seorangpun pemilik yang tertangkap,” sebutnya.

Sepanjang Rabu pagi hingga sore  polisi baru berhasil memusnahkan 5 hektar ladang ganja. Pemusnahan ladang seluas 21 hektar ini diperkirakan akan memakan waktu satu minggu, mengingat lokasi yang sulit untuk ditempuh petugas.

Desa Pulo berkali-kali ditemukan ladang ganja yang luasnya mencapai puluhan hektar. Polisi menyebutkan, kadar tanah di lokasi ini memang sangat cocok untuk tanaman ganja. Lokasi yang memiliki banyak perbukitan yang terjal itu, juga sangat memudahkan para petani ganja untuk mengelabui polisi. []

------
Sent from

It's time for a better tablet!

Akses ACEHKITA.COM versi mobile melalui telepon selular, iPhone, BlackBerry, Android, dan tablet Anda di alamat: m.acehkita.com



Slashdot! Netscape! Blinklist! Ma.gnolia! Squidoo! SphereIt! SpURL

Ada 4 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda

  1. amri - January 21st, 2010 - 10:24

    jangan bakar lah pak ganja karna …….uang

  2. aneuk paleh - January 21st, 2010 - 14:11

    tulah hasil nyata yg dapt kita dapatkan kl mau tggu hasil bumi aceh gabernur sendiri tak tau berapa hasil minyak aceh yg telah di ambil oleh pusat.itu lah juga yg endatu kita tgglkan,jgn salah kan masyarakat saja bila dia org tanam ganja kerana itu jln terakhir yg boleh meraka lakukan tuk menyambung hidup darpd menjadi peminta sedekah.
    tapi coba pemimpin adil negara maju mana ada org yg gila mau gadai nyawa tanam gaja.

  3. Teungku di Meureudu - January 21st, 2010 - 19:02

    Tgk di Meureudu setuju apa yang ditulis anak tidak paleh itu. Petugas yang berwewenang kok beranisaja sama sipil yang begituan. Kalau korupsi terselubung kenapa macam tidak punya nyali. Kuntoro cs sudah membopong dana tsunami hak orang musibah dengan dalih gaji yang mendapat legitimate SBY. Kalau orang awam pikirannya walaupun dia itu jebolan perguruan tinggi tidak tau kalau kuntoro cs sudah korupsi yang legitimate tapi tgk di Meureudu tau itu.

    Cs yang dimaksudkan termasuk “orang terhormat Acheh”. Malah ada yang dipanggil ulama lagi. Kasihan orang miskin terus miskin sementara orang “pintar” tadi disamping mengajar di IAIN dan Unsyiah, juga dapat kebagian “rezki” tsunami, he he

  4. muhammad redha Nad - January 23rd, 2010 - 03:40

    saya bangga jadi anak aceh karena di dunia ini cum 1 daerah separti aceh gak ada 2 nya…
    aceh is the best …
    hidup tampa ganja…
    seperti tubuh tampa jiwa….

Posting Komentar Anda

Nama
*)
eMail
*)
Website
Komentar


 
Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Kami berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.