Berita, Olahraga
acehkita.com Tahan Imbang Djati FM
BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Skuad acehkita.com FC sukses menahan imbang Djati FM 9-9, di laga ujicoba menyambut turnamen futsal antarmedia, yang berlangsung di Stadion Soccer, Lampeunureut, Aceh Besar, Kamis (25/3) malam.
Bermain dengan semangat tinggi, tim acehkita.com yang menurunkan Salman Mardira, Zulkarnain, Ucok Parta, dan Reza Fahlevi, sempat tertinggal 5-1. Namun, setelah mengatur strategi baru dengan masuknya, Riza Nasser, Misdarul Ihsan dan juga Adi Warsidi.
Tim besutan Chaideer Mahyuddin mampu mengimbangi perlawanan anak-anak Djati. Skor pun menjadi 6-6 hingga menit ke-30. Permainan semakin memanas dan saling mengejar hingga hasil akhir menjadi 9-9.
Namun anak-anak radio yang dimotori Wendi, mencoba menggempur ke pertahanan Salman Cs. Tapi sayang, tak ada penyelesaian akhir, karena bagusnya kiper tim media online yang dikawal Heri Juanda. Skor 9-9 bertahan hingga berakhirnya pertandingan.
Hasil imbang tak membuat Chaideer Mahyuddin, sang pelatih acehkita.com FC, bersedih. “Tidak masalah, karena anak-anak masih kurangnya stamina dan kami terus saja menggenjot fisik bagi pemain,” jelasnya.
Chaideer menilai tim acehkita.com masih lemah di lini pertahanan. “Saya akan terus memberi arahan untuk selalu fokus pada pertahanan,” ujarnya. []
Akses ACEHKITA.COM versi mobile melalui telepon selular, iPhone, BlackBerry, Android, dan tablet Anda di alamat: m.acehkita.com
Tweet
















cam betoooool aja AKFC ni!
Hahaha, udah kalah liga Champions.
JURNALISME AK.COM
kenapa… eh maksudnya Kenapa huruf awal pada judul berita ini tidak menggunakan huruf besar…?
Bukankah (pun dalam bahasa Indonesia Jurnalistik) huruf pertama diawal kalimat harus menggunakan huruf besar ?
……….
Mohon menjadi perhatian dan terimakasih
.
JURNALISME AK.COM
Wah AK.COM mulai berat sebelah neh dalam penulisan beritanya.
Judl yg dipakai adalah AK.COM TAHAN IMBANG DJATI FM
atmosfer yg sama kemudian kembali diulangi di Lead Berita….
Bukankah ini sama saja dengan meletakkan djati fm satu kelas diatas ak.com….
Apakah memang djati fm dalah juara bertahan dalam kompetisi yg baru pertama ini atau….
Buakankah kemampuan kedua tim seimbang.
Tapi kenapa dalam penulisan beritanya tdk seimbang, sbg syarat sebuah karya jurnalistik
atau sebeliknay bukan menempatkan djati satu kelas diatas ak.com, tapi malah ingin menunjukan keberhasilan ak.com, dengan pemilihan judul ”ak tahan imbang djati”
apanya yg berhasil kalau cuman menahan imbang… Berhasil adalah mampu mengubah nilai seri itu menjadi kemenangan
ak.com tetaplah menulis berita yg berimbang dan seimbang
NB. Agar beritanya tdk berat sebelah maka Pelaku di berita seharusnya tdk menulis berita.
NB.2….wartawan muda tidak seharusnya dilepaskan begitu saja dalam menulis berita. Senior harus tetap mengeditnya. Menulis berita di media bukan seperti menulis ‘diary narcis’ di FB
JURNALISME AK.COM
Bikin ”surat atau kabar dari redaksi” dong….
Dan informasi seperti ini pantas masuk dalam rubrik baru tersebut.
Redaksi harus mulai ”memanjakan” pembacanya. Membantu pembacanya yg mungkin waktunya sedikit untuk lebih nyaman memilih berita yg akan dibacanya, termasuk tingkat ”urgensi” dari tiap berita…..
Hal seperti harus mulai dimulai, setidaknya menjadi doa dan kedepan nanti ak.com pasti menjadi media yang ”besar”
PENJELASAN NB (1)
Pelaku diberita si reza (sbg salah satu pemain ak.com) kenapa yg nulis beritanya si reza juga…..
Kemana wartawan ak.com lainnya yg tdk menjadi pelaku di berita(ikut bermain)……
JURNALISME AK.COM
Bagaimana kabarnya Stanley…. Kenapa Bapak itu tdk pernah lagi ”mengawal” dgn menulis di ACEHKITA.COM. Sebagaimana tulisannya di majalah ACEHKITA dan
kalau ngak salah pun ia juga menulis untuk majalah ACEHKINI…kan…..
Saya pembaca media ini sejak lama baik msh dalam bentuk news letter, semi majalah, kemudian ke majalah sampai dalam bentuk media online.
Dari menulis tentang perang aceh sampai menulis dalam suasa ”perang” di internal redaksi hingga menimbulkan kubu si oTTo Cs yg kemudian mengusir wartawan majalah ACEHKITA
dari kantornya dimampang yg kemudian melahirkan ”SEPAK” si Radzie sebagai serikat pekerja.
OMBUDSMAN yg sdh dirintis media ini sangat disayangkan jika kemudian hilang….
Padahal mempertahankan rubrik ombudsman adalah sebentuk doa untuk menggiring media ini menjadi media ”besar”
bukan malah seperti ini, yg rasanya kembali mencari dan ngak pernah selesai untuk menemukan bentuk untuk menjadi media seperti apa pasca perang aceh………
Peace Man …..!
Luar biasa acehkita.com, beritanya bagus…sungkow bak kukhem watee kubaca…lon kira pelatih acehkita.com pih han ek geukhem geubaca beritanyoe, pue lom tgk Radzie
Ehm….ehem…..mehk !
Sssssst….. Ehem !!
Pletak
cem macem aja ne akfc. beritanya kocok perut pem,baca aja. ayo..kapan mau jajal kekuatan stinger Raja FC. Kita kan “Raja Futsal” untuk turnamen nanti.