Berita

Ada Pihak Ingin Rusak Perdamaian: Wakil Ketua MPR

Oleh: Rizal Coy - 26/02/2010 - 16:50 WIB

JANTHO | ACEHKITA.COM — Wakil Ketua MPR Ahmad Farhan Hamid meragukan keberadaan teroris di Aceh. Ia menduga, kelompok bersenjata yang berada di Jalin, Jantho beberapa hari lalu merupakan kelompok yang ingin merusak perdamaian.

“Menurut saya itu bukan teroris tapi sebuah kelompok yang ingin merusak kedamaian Aceh,” kata Farhan usai bertemu Kapolres Aceh Besar AKBP Agus Susanto di Jantho tadi siang.

Farhan sengaja terbang ke Aceh untuk melihat dari dekat kamp pelatihan militer milik kelompok yang oleh polisi disebut punya link dengan kelompok Jemaah Islamiyah. Ia semula ingin melihat kamp, namun urung karena jalan ke sana rusak parah. Ia kemudian menjumpai enam orang yang ditahan di Mapolda Aceh terkait kasus ini.

Ia mengharapkan warga untuk tetap waspada bila melihat masuknya orang asing di daerahnya. []

------
Sent from

It's time for a better tablet!

Akses ACEHKITA.COM versi mobile melalui telepon selular, iPhone, BlackBerry, Android, dan tablet Anda di alamat: m.acehkita.com



Slashdot! Netscape! Blinklist! Ma.gnolia! Squidoo! SphereIt! SpURL

Ada 12 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda

  1. amri - February 26th, 2010 - 18:41

    yg di aceh itu bukan anggota teroris ,,,,,tetapih anggota kobantan Gam yg tidak dapat apa pun ,,,,,,,,siapa yg mau silakan daftar ke jantho ,,,terlebih dulu gam 2 yg tidak di peduli oleh atasan ,,,,,,tujuan nya ,,,,untuk inggin menerol ,,,,komadan Gam yg sudah kaya kaya di bumi aceh ,,,,,,,yg tidak peduli kepada rakyat aceh ,,,,,,,,,,he,,,he

  2. saiful amri - February 26th, 2010 - 21:08

    jelas itu kelompok penentang kezaliman terhadap kaum muslim, yang jelas bukan GAM. jangan asal tuding. “karena masih memiliki garis komando dibawah KPA”. GAM masih sanggip bersabar walau dibawah tantangan yang amat sulit. GAM masih menunggu kejelasan akhir dari keiklasan RI dalam mewujudkan UUPA sejalan dengan MOU Helsinky.

  3. kim trang - February 27th, 2010 - 00:21

    menurut ngitipan(mata2)saya masyarakat Aceh yg bermukim di Korea Utara, telah membeli Nuklir yg dinamakan Nuklir pemusnah Korupsi di Aceh serta orng2 yg patut di musnahkan. sumber berita dari syaruddin syah wana.

  4. Niezam - February 27th, 2010 - 01:19

    Ati2 ni hny trik jajak pndapat jnis bru ngn cra kekerasn tnpa kta sdar mreka ingin tau simpatisn GAM msh ad ap udah brpcah hrapn kta brsatu, hrapn mreka sblekny dn sya hrap pn mga mudahn kta akn trus brsama… Sbgaimna yg laen yg mrasakn kcwa sbnarny aku pn sma tpi ku alas kn d sblek kata”kita adlh dri kita sendri yg mnentukn nasib kita adlh kita sendri” jdi hduplh dbwah kta sndri bkn di bwh byang2 org laen lumrah ad yg lbh ad yg kurang.. kita bdoh mreka pndai

  5. adimatalata - February 27th, 2010 - 03:25

    Aceh bukan teroris dan senjata GAM asudah dipotong oleh AMM yang menjadi teroris adalah milisi binaaan pihak TNI yang tidak dipotong senjatanya mereka pihak serdadu mencari keuntungan diatas penderitaan rakyat Aceh mereka tidak ingin Aceh aman dan damai….mengapa senjata TNI tidak di potong…mengapa ada TNI disetiap kecamatan???dan Kabutan Apakah Aceh perang harus banyak TNI di Aceh ini yang membuat kacau Aceh

  6. cutgam - February 27th, 2010 - 06:02

    tgk saiful, tgk niezam, memang lage pikiran2 gata yg ta peureule that di aceh jino. geutanyoe kaseureng ji peulaku teuh sehingga ka tameupake sabe keudroe. Aceh baro 3 thon lam “jaroedroe” galom maju,(wajar). Aci tabandeng, Aceh lubeh 1/2 abad lam “jaroegoeb” tapi pu yg ka tarasa?

  7. caca - February 27th, 2010 - 14:00

    peken awaiting sabe lee

  8. PeCinta Aceh - February 28th, 2010 - 01:01

    wakil ketua MPR RI, Ahmad Faarhan Hamid; jangan gegabah dan panik, jangan menebar kata2 teroris dulu sebelum jelas asal muasalnya pak, kita ni udah ckp diracuni massal oleh dgn kata2 bohong yg kluar dari Amerika laknatullah–itu aja sampe terbang dari Jakarta ke Aceh–itu baru isu lho pak dan isu tidak benar sekali .. polri juga sante aja knpa seh, jgn jadi jagoan kesiangan gtu, mabes polri jga diharap tenang intinya jangan menebar terorisasi ditempat kami, terlalu dini menyebut ada teroris di Aceh tanpa bukti yg fakta, camkan itu semua!!!Student in Stoclhom.

  9. popon - February 28th, 2010 - 03:31

    Seharus nya santai saja mengenai hal tsb ,sewaktu konflik dulu latihan model gitu biasa saja malahan perang lagi di perkampungan masih bisa tersenyum jadi aku rasa wajar terjadi sebab banyak sekali kepentingan orang aceh belom tersalur kan masalah siapa yg melatih itu bukan urusan yg penting sekali….yg jadi pertanyaan orang Aceh mendengar latihan tsb kok jadi penakut bukan kan orang aceh terkenal berani ….jadi tak perlu latah mengenai hal tsb santai saja wait and see saja apa selanjut step ke depan ………by berlin

  10. Kupiah Meukutop - February 28th, 2010 - 23:00

    Kasus ini harus benar-benar diselidiki, apa ini suatu alasan untuk bisa menambah pasukan di Aceh? saya rasa ini semua Teroris ciptaan untuk membuat Aceh tempat gak aman bagi orang asing sehingga pekerja asing akan pulang ke negaranya masing-masing dan segala tindakan negara untuk menyakitin rakyat akan mudah dilakukan tanpa di ketahui oleh pihak-pihak luar. jangan ulangi propaganda lama. niat yang tulus untuk bangun Aceh.

  11. Ma’e - March 1st, 2010 - 08:06

    Ini dia ni! ingat kata bang NAPI: Kejahatan bukan hanya karena ada niat pelaku tapi juga karena ada kesempatan. maka WASPADALAH…WASPADALAH….!!!!

  12. saya cici - March 1st, 2010 - 12:59

    kehabisan maenan kyanya polisi di aceh?

Posting Komentar Anda

Nama
*)
eMail
*)
Website
Komentar


 
Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Kami berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.