Berita

Barongsai Dilarang di Aceh

Oleh: Salman Mardira - 19/12/2009 - 16:47 WIB

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Komunitas warga negara Indonesia keturunan Tionghoa di Banda Aceh mengaku kecewa dengan keputusan Kanwil Departemen Agama (Depag) Aceh yang melarang atraksi barongsai.

pontianak.go.id

pontianak.go.id

Atraksi ‘naga’ itu rencananya akan digelar bersamaan dengan doa bersama peringatan 5 tahun tsunami oleh etnis Tionghoa mulai dari kuburan massal Lambaro, keliling jalan utama dalam kota Banda Aceh hingga puncaknya di Pantai Ulee Lheue, Minggu (20/12) besok.

“Kami sebenarnya kecewa dengan pelarangan ini, karena barongsai bukan bagian agama melainkan hanya atraksi budaya,” kata Yuswar, seorang warga turunan yang juga panitia pelaksana kegiatan peringatan lima tahun tsunami dari komunitas Tionghoa, kepada acehkita.com, Sabtu (19/12).

“Malah, (barongsai) sekarang sudah jadi bagian budaya di Indonesia. Lihat saja, banyak daerah leluasa menampilkan barongsai, seperti di Jakarta, Bandung, Medan dan daerah lainnya. Tapi di Aceh malah nggak bisa.”

Pihak panitia , kata dia, sudah tiga kali meminta izin pagelaran barongsai ke Depag Aceh, melalui surat dan tatap muka langsung dengan pejabat kantor tersebut. “Terakhir awal bulan kemarin,” ujarnya.

Tapi pejabat Depag tetap tak mengizinkan atraksi itu digelar. “Alasannya karena kondisi Aceh belum memungkinkan (untuk menggelar barongsai). Tapi, kami ngak tahu kondisi yang dimaksud itu apa,” sebut Yuswar.

Akibat dilarang, tim barongsai yang sebelumnya sudah disewakan dari Medan, terpaksa dibatalkan. Rencananya, atraksi barongsai ini akan ditampilkan dengan berkeliling kota Banda Aceh dan finish di pantai Ulee Lheue.

Menurut keyakinan warga Tionghoa, atraksi barongsai bisa menenangkan arwah penasaran saudara mereka yang menjadi korban tsunami, 26 Desember 2004 silam. Dalam bencana itu, ribuan warga Cina diperkirakan juga tewas bersama dengan ratusan korba lain.

Meski tanpa barongsai, kata Yuswar, peringatan 5 tahun tsunami tetap mereka laksanakan, besok pagi. Acara yang dipusatkan di Ulee Lheue itu akan diisi dengan doa bersama penganut Budha, tabur bunga dan pelepasan lentera ke laut. Doa akan dipimpin 11 biksu. Diperkirakan, acara ritual itu akan diikuti ratusan warga turunan.

Warga Thionghoa adalah etnis minoritas di Aceh, yang kebanyakan beraktivitas sebagai pedagang, dan bebas hidup berbaur dengan warga pribumi. Menurut Yuswar, jumlah mereka mencapai ribuan orang. “Di Banda Aceh saja ada 3.500 orang,” katanya. []

------
Sent from

It's time for a better tablet!

Akses ACEHKITA.COM versi mobile melalui telepon selular, iPhone, BlackBerry, Android, dan tablet Anda di alamat: m.acehkita.com



Slashdot! Netscape! Blinklist! Ma.gnolia! Squidoo! SphereIt! SpURL

Ada 46 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda

  1. reno - December 19th, 2009 - 17:44

    ironis memang, ketika orang bisa memaklumi agama kita, tapi kenapa kita tidak bisa sebaliknya. aduh,,,,malu-maluin.

    ini ketakutan tidak berdasar, dan depag aceh butuh training lebih banyak lagi.

    pak depag, jangan malu-malu belajar, walaupun hingga ke negeri cina sekalipun.

  2. CINA SEPET - December 19th, 2009 - 18:26

    tarian naga bukanlah kebudayaan Aceh ,jadi kalau ada kaum pendatang yang keras kepala di Aceh silakan get uot dari bumi aceh .jangan ada yang coba coba menunjuk pandai …..apa sumbangan bangsa kamu kepada Aceh ,,,,cuma segelintir yang jadi cina buta

  3. boy - December 19th, 2009 - 18:47

    BAGUS tuk Depag Aceh.
    sebuah keputusan yg baik, kalu memang keturunan tionghoa mau menggelar barongsai, sebaikknya di tempat ibadahnya saja, toh jika menurut keyakinan mereka dapat menenangkan saudara – saudaranya akan sampaiLAH keinginan itu…. yang penting niat..
    kalau besok ada barongsai, akan ada budaya – budaya lainnya yang menunggu giliran.. contohnya: larung saji ke aut/sungai, gunungan, keliling sapi putih, tenggelmkan kambing hidup – hidup dalam lumpur,, DAN masih banyak budaya yang lainnya, semuanya dengan dalih keselamatan.
    Orang – orang yang dapat menilai benar dan salah, dengan baik dan benar akan membawa kedamaian di dunia ini.

  4. abdul majid - December 19th, 2009 - 19:42

    reno dari china ya? Sudah baik diberi lapak dagang dan kuil buat berdoa kok malah minta upacara macam-macam- nanti aceh rusak macam jawakarta disana. terima kasih.

  5. Ichsan nak meulaboh - December 20th, 2009 - 08:29

    Smga Allah membrkati kta smua…
    Pernahkah kt memandg org lain sbgai kta?? Pndglah tanpa prbdaan,,,,
    Sunguh ironis bgi sya mlhat plarangan tu,,
    Kpn aceh bsa brkmbg jka trkungkung sperti itu,,, sya sngt tdak stju dgn pndpt diatas, mreka tdak dbri lpak dagang, kta spa bgt? Rkyt cina membli lpak it dgan usha yg gigh… Mrka pkerja kras…
    Kpada depag sya sbgai putra aceh yg jauh dri aceh ingn agr dpag mlihat bhwa budaya kta adlah brmcm-mcm, dan itulah indonesia,,
    Ktka kta mampu mghargai org lain, brarti kt mampu mghargai dri kta sndri,,,,
    Ktaka kta mmpu menmpatkan dri kta sbgai rkyt cina yg minritas d aceh, ktka itu pla kta memahmi mrka

  6. Niezam - December 20th, 2009 - 09:16

    Jgn sok manuasiawi y majid klo lu mang mnusia yg amt mnghormati stu sma lain lu prgi sja k kg w skalian bw surah yasin krn di sna byk kburn massal hsl konfrontasi tk mnusiawi..biar g mju asal tmadun dpt di truskn…

  7. Niezam - December 20th, 2009 - 09:18

    Ralat nma bkn majid tpi to sdr ichsan mf y majid

  8. Imam - December 20th, 2009 - 13:10

    di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung.

  9. MAT SUT SUT - December 20th, 2009 - 13:26

    SIAPA PUN HARUS BISA BELAJAR UTK MENGHARGAI. BUKAN BUAT KAUM MINORITAS CINA SAJA. SESAMA ACEH JUGA BELUM ADA SIKAP KITA SALING MENGHARGAI.

  10. apa mae’ - December 20th, 2009 - 15:14

    hai hai hai…
    peu karu sabe keu droe droe ilee.. sabe sabe aceh pih ek karu…

  11. HambaAllaah - December 21st, 2009 - 08:12

    Kita harus kembali saja kpd Al-Quran dan Hadist sebagai rujukan sgl kebijakan.
    …Walaata’awanu ‘alal ismi…(QS Almaidah:2). Janganlah kamu tolong menolong dalam berbuat dosa.
    Sdh jelas dasar barongsai itu ritual agama yg bertentangan dgn perintah Allaah Rabb Pencipta dan Pemilik semesta ini.
    Toleransi Islam bukanlah berarti dibolehkan menyokong syiar agama lain, apalagi dilingkungan ummat kita.
    Menyayangi orang lain seharusnya diwujudkan dgn mengajak mereka kpd agama yg benar dari Allaah (Islam), bukan dgn mendukung mereka dalam kekeliruan.
    Wallahu’alam

  12. Ichsan nak meulaboh - December 22nd, 2009 - 08:12

    Bgi saya dan jga bgi skalian umat muslim, islam adlah agm yg plg bnar..
    Smentara bgi umat cina, agma mrekalah yg pling bnar…
    Lalu mngapa kta sling menyalahkan?
    Allah yg maha bijaksanapun mengnal prbdaan dri hsil ciptaanNya itu..
    Dlam al-quran yg mulia disebutkan bhwa: agamamu bagimu, agamaku bagiku…
    Btapa Allah maha bijaksana

  13. PANGLIMA - December 22nd, 2009 - 11:59

    HEY ICHSAN!! , ikah peu kah teupu masalah agama?. Tanyoe i yue prang awak kaphe! nakah tepeu nyan?!. soe soe sibarang kasoe membantu awak kaphe dalam urusan agama, berarti jih pih kaphe!.

    ka ta jok tinggai bak nanggroe tanyoe bek tajo le kehormatan tanyoe!. lagee hana teupeu awak cina kah!. awak sabe-sabe rugoe.. moto gantoe laju.

    Ka sadar kah?!.

  14. Monoisme ? - December 22nd, 2009 - 13:38

    komentar2 yg menolak barongsai semakin menunjukan dan pandangan dengan stigma NEGATIF masyakarat Indonesia terhadap anda2 yg menolaknya.
    kalian(yg ikut menolak) masi merasa memakai KTP Indonesia atau KTP KHUSUS ACEH ? warga NEGARA INDONESIA atau NEGARA ACEH ? ingat hai gam, ini negara Indonesia.anda NYAMAN dgn gerakan separatis masa lalu ? anda yg tinggal di kota Banda Aceh, tidak kah anda melihat masyarakat dari luar dgn ramai2 mencari nafkah di sini ? tidakkah kalian ingat negara dan bangsa mana yg membantu pasca rekontruksi Aceh 2004 silam ? MASIH INGAT KAH ? klo ga ingat, silahkan anda gali tanah di kuburan masal utk bergabung di sana.
    GA ADA HARGA DIRI

  15. johannes pandia - December 22nd, 2009 - 14:14

    barongsai bukan upacara keagaaman tp budaya etnis cina… di Riau (Tanah Melayu) barongsai adalah hal yang sering dipertontonkan dan tidak dilarang. Oleh krn itu Depag Aceh sebaiknya perlu study banding ke Riau…skalian nton barongsai….okey…

  16. Hamba Allah - December 22nd, 2009 - 14:21

    Depag aceh ternyata isinya org2 kuper.
    kenapa mereka gak cari info barongsai di wikipedia.
    jelas2 itu bukan tarian keagamaan.
    bikin jelek nama aceh d luar aja niyy…

  17. lhokseumawe - December 22nd, 2009 - 14:48

    SETUJU DENGAB DEPAG… SALUT…!!!

  18. 12in24 - December 22nd, 2009 - 16:19

    saya baca2 komen disini kok ada yang ga kaya orang Islam yah, ustad saya ga pernah mengajarkan kalo dalam Islam boleh menganggap remeh suku yang berbeda, boleh mengusir, dan menghina

    Aceh terdiri dari berbagai suku bangsa, dan karena itu alangkah baiknya kita menghargai sesama manusia, jangan sampe membedakan perlakuan dan langsung membenci, nanti mulai dari membenci etnis cina, mulai kebencian itu merembet ke etnis2 lain seperti Gayo dan Tamiang, ini berbahaya, bisa memecach belah masyarakat. Agama Islam tidak mengajarkan untuk membenci etnis lain, apalagi emreka hidup damai diantara kita

    jangan berpikiran sempit, ada berbagai suku di Aceh dan alangkah baeknya kalau semua dapat terakomodasi dan terjalin komunikasi antar sesama, akan menunjukkan bahwa kita rakyat Aceh yang mayoritas Muslim dapat menghargai sesama manusia yang berbeda agama.

    Lihat Iran, walaupun mayooritas Muslim dan hukum Islam berjalan di dalamnya tapi ada minoritas Yahudi disana yang hidup damai. Lihat juga Belanda, kebebasan beragama benar2 dijamin, mulai dari toko yang menjual makanan berlabel halal, sampai kebebasan mendirikan mesjid, ada mesjid Maroko, turki, Indonesia dll, kalau negara non muslim aja bisa, kenapa kita malah tidak bisa menghargai perbedaan itu? ingat ajaran Nabi Muhammad SAW, bagaimana situasi masyarakat waktu di zaman tersebut

    barongsai itu ritual budaya, engga ada syiar2 agama di dalamnya, malah masyarakat jadi punya hiburan dan menambah pengetahuan akan budaya lain, mungkin waktunya aja yang ga cocok, lagi suasana berduka n berdoa kok malah menunjukkan atraksi yang heboh

    saya harap walaupun kali ini dilarang tp di PKA depan dapat ditampilkan semua bentuk kebudayaan yang ada di Aceh. Budaya Aceh adalah budaya persatuan, contohnya adalah tarian saman dimana persatuan dan kekompakan adalah kunci dari gerakan2nya

    yang saya sayangkan budaya Axeh sendiri jadi luntur. dulu anak bangsawan intat linto dengan menggunakan Gajah, sekarang budaya ini ga pernah lagi terdengar.

  19. rafas - December 22nd, 2009 - 18:31

    Biarlah keputusan ulama dan Amir di Aceh yang memutuskan yang terbaik bagi daerahnya…saya sebagai anak nagggroe yg berada di luar daerah selalu mendukung kebijakan2 di Aceh…Aceh tu kental dengan Islamnya semoga dapat di pertahankan..dan semoga keputusan2 yg di ambil para amir sejalan dengan Al-qur’an dan Hadist.

  20. agung fatahillah - December 22nd, 2009 - 19:49

    Barongsai memeang bagian dari upacara adat (semacam ungkapan selamatan dan sebagainya oleh masyarakat tiong hoa), seiring perkembangan jaman, barongsai telah menjadi sebuah tradisi dan bahkan termasuk salah satu budaya yg memperkaya kurtural / memperkuat karakter bangsa Indonesia ini. BHINNEKA TUGGAL IKA. Bahwa itulah kita, berbeda tapi tetap satu jua.

    So, masalah yg “tidak memungkinkan” apa yg dimaksud? Lagi pula barongsai lebih mengarah ke “seni pertunjukan”, bukan sesembahan. saya seorang muslim, kalu masalah ‘sesuatu” it di kaitkan dgn Islam saya rasa kita terlalu naif. Saya rasa kalau hanya pertunjukan tidak ada kelompok atau pihak apapun yg dirugikan.

    Biarkan saja lah …..

  21. rimung aulia - December 22nd, 2009 - 21:19

    pertama sekali saya ucapkan terima kasih kepada bapak-bapak Depag yang telah berani bersikap tegas. kemudian bagi yang tidak mengerti dengan makna Al quran, jangan sembarangan menjadikan alquran sebagai kambing hitam untuk menjustifikasikan sesuatu yang bertentangan dengan hukum Allah

  22. HambaAllaah - December 22nd, 2009 - 21:48

    Sdrku janganlah tertipu. Makna suatu perkataan haruslah dikembalikan pd maksud yg dikandungnya, jadi bukan dari statementnya.

    Mestinya pahami dulu, karena berbicara masalah agama tanpa ilmu ibarat berbicara atas nama Allaah.
    Jika mereka jujur semata2 hanya budaya lantas mengapa dalam salah satu paragraf diatas dikaitkan dgn keyakinan bhw barongsai dapat menenangkan arwah. Karena yg berkaitan dgn ketenangan arwah dll adalah bagian scope keyakinan agama,bukan urusan budaya.

    Manusia tidak wajib mengatakan semua yang ia diketahui, tetapi manusia WAJIB mengetahui semua yang ia katakan, dan setiap patah kata lisan kita kelak pasti akan diminta pertanggung jawaban diakhirat kelak.

    Imam bukhari juga menyimpulkan satu bab khusus yg terkenal, “Al-’Ilmu qabl al-qaul wal-’amal” (Wajib bagi setiap kita utk berilmu/memahami terlebih dahulu, sebelum berkata dan beramal)–> Tidak taklid.

    Wallahu’alam,
    Akhukumfillaah.

  23. Aniez - December 22nd, 2009 - 22:01

    kenapa mesti dilarang ya?!!!??
    toh sudah dijelaskan bahwa barongsau bukan acara agama,tetapi rangkaian acara budaya,walaupun dari kaum tionghua…
    Perlu diingat bahwa,yang menjadi korban Tsunami bukan hanya warga aceh semata,tetapi warga tionghua yang berada diaceh juga ada yang ikut menjadi korban tsunamai..
    Itulah para penjabat kita, jangankan budaya luar,budaya sendiri aja mereka ga pernah open…

  24. EmirTEF - December 23rd, 2009 - 02:08

    Moderator AFC yang baik,
    Mohon maaf, karena selama perjalanan hidup saya nampaknya sudah cukup banyak energi yang terkuras melihat dan mengalami berbagai atraksi pertengkaran, permusuhan, ‘eksklusifisme’, pelecehan dst. yang menurut saya tidak mendukung tumbuh kembangnya integritas dan etika moral yang baik (khususnya pada diri saya dan keluarga). Oleh karena itu, saya tidak mau memboroskan energi untuk segala sesuatu di luar pemahaman dan kendali saya (dengan berbantahan, bertengkar, berpolemik, dan semacamnya).

    Apabila ditanyakan pendapat saya soal pro-kontra kesenian barongsai (dipertunjukkan di Banda Aceh) ini, saya koq seolah-olah merasa apatis dan skeptis. Pikiran yang melintas, silakan saja dilarang (tentunya mereka, para pejabat pemerintah itu, juga punya pertimbangan sendiri yang seharusnya dapat dipertanggungjawabkan!).
    Terlepas dari permasalahan yang dipertengkarkan (apakah termasuk agama atau merupakan bagian dari budaya), kalau sekali waktu barongsai dimainkan di Jakarta atau Bogor, terus terang saya tentu akan merasa senang sekali. Bagi saya lebih baik ramai-ramai menonton atraksi/pertunjukan kesenian barongsai yang enerjik dan penuh keindahan itu (daripada meratapi pelarangan atraksi barongsai di Banda Aceh).

    Sayangnya, sebagian teman/saudara saya (juga yang keturunan Cina) di Aceh (walaupun ingin) belum tentu berkesempatan dan/atau berkemampuan pergi ke Medan (apalagi ke Jakarta atau bahkan ke Singapura/Hongkong) untuk melihat atraksi kesenian yang megah/hebat itu.
    Itu menurut saya. Tentu saja orang lain juga bisa mempunyai pandangan yang berbeda. Wallahu’alam bissawab!
    Wassalam, EmirTEF.

  25. alan - December 23rd, 2009 - 13:34

    Sudah pantasnya pemerintah aceh yang di bawah komando departemen agama aceh untuk melarang adanya atraksi barongsai di aceh, sebagai bentuk untuk menjadikan bumi aceh sebagai syariat islam yang KAFFAH.

  26. ayu lestari - December 23rd, 2009 - 20:44

    aq salut ma depag….!!!

  27. Malieq Akbar - December 24th, 2009 - 01:14

    malu dan prihatin…
    itulah yang ada dalam benak saya ketika membaca komentar2 diatas. Terlepas dari apa masalahnya, ternyata cara memandang masalah,cara menyampaikan pendapat masih menggunakan cara2 lama yang barbar dan primitif,tidak ada intelektualitas dalam mnyampaikan argumentasi,semua hanya berdasarkan emosi dan kepentingan pribadi. Yang mengerti Al Qur’an dan Hadist tidak menyampaikan dengan baik, yang mengerti budaya pun tidak menjelaskan dengan baik.
    Hanya debat kusir yang tidak bermutu…
    kapan punya kesadaran untuk hijrah ??

  28. Arie Adlis - December 24th, 2009 - 15:08

    aslkm wr wb
    saudara-saudara ku…
    sebelumnya mohon izin untuk berpendapat
    sebelumnya coba saudara berimajinasi kalo saat ini anda, sebagai seorang muslim, berada di tanah mereka sebagai minoritas dan ingin mengadakan kesenian atau sesuatu yang berhubungan dengan agama anda tanpa berpikir ingin merubah keyakinan orang2 di sekitarnya. namun pemerintah setempat ga mengizinkan krn alasaan tersebut di atas. dan menurut anda alasannhya yang diberiakn pemerintah, tidak rasional.
    apa yang akan anda lakukan??
    mohon jawabannya…

  29. Arie Adlis - December 24th, 2009 - 15:17

    kalo anda telah menemukan jawabannya, renungkan kembali…
    Saran saya, dalam menghadapi masalah, ada satu hal yang harus kita lakukan yaitu mencoba menempatkan diri kita di posisi orang lain…
    ketika anda mampu melakukannya dan mampu berempati ke orang lain, itulah kecerdasan yang sebenarnya…
    satu lagi, tidak ada yang melarang anda untuk berpendapat. tapi sampaikan pendapat anda dengan lebih terpelajar dan berpendidikan…
    karena setahu saya NABI MUHAMMAD SAW, Nabinya saya dan anda, tidak pernah mengajarkan untuk saling menghujat dan menjatuhkan…
    Agama Islam memang yang paling benar, bukan anda. jadi rendah hati lah…
    Dan kalo anda memang mencintai Nanggroe anda, jgn hanya menjadi ahli teori
    Semoga ALLAH selalu melindungi kita dari sifat merusak

    AMIN

    I LOVE MY NANGGROE

    makasi
    ^_^

  30. nana cicio - December 24th, 2009 - 20:06

    eh nana baru perhatiin ni kalimatnya: Menurut keyakinan warga Tionghoa, atraksi barongsai bisa menenangkan arwah penasaran saudara mereka yang menjadi korban tsunami, 26 Desember 2004 silam. Dalam bencana itu, ribuan warga Cina diperkirakan juga tewas bersama dengan ratusan korba lain…ituartinya lebih banyak orang cina pekongyg tewas waktu tsunami???? ga salah tu??? manipulasi angka ni, manipulasi sejarah ni….klu da barongsai yang ada bukannya nyenengin arwah tapi bikin arwah2 terkejut shock, kirain tsunami yg dulu datang lagi..apalagi ada naga2nya lagi hihihi can arwah2nya jingkrak2 ntar

  31. nana cicio - December 24th, 2009 - 20:12

    ingat ga dengan kasus waktu perumusan uud wakru mau proklamasi??? islam mengalah di sila pertama, dihilangkan salah satu kaliamt dipiagam jakarta, dgn maksud biar ga recuh agar bis asegera merdeka yg penting merdeka,nahsekarang dampaknya pa??? semmakin menjadi2 kan kaum yg dulunya minorotas, sekarang malah menjajah islam, klu dibilang diindonesia cem jakarta or daerah lain boleh ada pertinjukan barongsai itu indonesia bung bukan aceh,

  32. Arie Adlis - December 25th, 2009 - 14:21

    aslkm nana..
    mo nanya..
    mank Aceh bukan Indonesia ya??

  33. NANA ? - December 25th, 2009 - 16:20

    jadi anda(NANA) merasa Aceh adalah NEGARA ? bukan bagian dr Indoensia ? sudah siap anda di jajah orang SEPARATIS 3 huruf ? sudah siap di kutip PAJAK NANGGROE ? oh my, you MORON

  34. Mahmud - December 25th, 2009 - 17:23

    Jika Barongsay dianggap menodai kaidah dan norma syariah, lalu peusijuek itu apa?

    Tau gak peusijuek tu budaya apa? apa ada dalam islam budaya peusijuek tu? mikir makanya jgn asal muntah aja..

    Rasisme rasisme,,masi ada aja mpe sekarang, glak teuh!

  35. matunis Th3 DonK - December 25th, 2009 - 17:42

    harusnya Etnis Tionghoa yang tinggal di aceh harus menghargai bahwa Aceh adalah kota serambi Mekkah dan telah di berlakukan syriat Islam,karena apabila barongsai dah bebas di aceh,setelah itu apalagi yang akan di bawa ke aceh??jadi “bek gadoh peugot but”

  36. Charles Jho - January 29th, 2010 - 20:37

    Klian smua pda melakukan Kejahatan Genosida(kegiatan menjatuhkan/menghancurkan etnis,bangsa,budaya lain)!apkah klian berpikir islam pling bener???apa maksud dari mati syahid bgi klian??terroris aja di bilang pahlawan!kita BHINEKA TUNGGAL IKA(berbeda-beda tapi tetap satu jua).apakah diantara kalian ada yang membenci malaysia???menurut saya klian membenci malaysia karena anda iri tdk bisa meniru malaysia yang punya semboyan SATU MALAYSIA(Buddha,islam,kristen,dan agama lain)yaitu,mereka tidak membeda-bedakan satu sama lain!!kalian telah melanggar hak untuk mengembangkan diri bagi warga tionghoa!!apakah klian mw di langgar haknya???mknya jka tdk mw dilanggar hak2nya,jgn melanggar hak2 orang lain!!toh,bnyk orang2 cina yang baik pd pribumi.bahkan,di cina ada tuh orang muslim!!mrka begitu akrab!!itulah syarat2 warga2 negara yg baik!!knp klian menganggap agama klian baik???pdhl agama klian memperbolehkan untuk menghina,mengusir suatu etnis yang menurut klian salah.barongsai hanya bagian dari budaya2.apakah budaya klian sprti arak2an sahur dihilangkan???itukan kadang menggangu!!liat saja,misalkan saya bukan muslim lalu saya terbangun karena arak2an sahur klian,apakah saya tidak marah???budaya2 yg seperti itu yang harus di hapus,karena membuat pariwisata indonesia menjadi jelek…,masa para turis lagi enak2 tidur gra2 perjalanan yg jauh terbangun hnya krn ketukan beduk!!!!klian semua bisa dituntut jika mau,krna itu trmasuk kejahatan genosida!!

  37. Anda Netral - February 3rd, 2011 - 14:38

    KENAPA MESTI BARONG SAI YANG DIRIBUTKAN ? APA ADA UNSUR YANG MENGANDUNG SARA ? KITA HARUS BERBANGGA KARENA INDONESIA JUGA MEMPUNYAI TARIAN BARONG SAI DAN TERMASUK SALAH SATU SENI KEKAYAAN KEBUDAYAAN. YANG PERLU DIBAHSA ADALAH PARA KOPURTOR-KORUPTOR DI NEGERI INI YANG JELAS MERUGIKAN NEGARA. APAKAH PERTUNJUKAN BARONG SAI DAPAT MERUGIKAN SEMUA PIHAK ?????? KITA JADI MANUSIA ITU JANGAN TERLALU FANATIK. PARA PEJABAT DEPAG PERLU DITAMBAH WAWASANNYA .

  38. edwin - February 4th, 2011 - 02:50

    Hidup PANCASILA , tapi ternyata susah mengerti kamu.

  39. A’ay - February 4th, 2011 - 14:48

    Sy sdh baca semua komentar tp kalau kita mau jujur pd diri kita sendiri (jgn munafik yah..) sebenarnya kita diciptakan oleh Tuhan memang bisa memilih??? sdh itu kita diberikan 5 panca indra yg sgt sempurna buat apa sih? kita diberikan 2 mata u/ melihat, 2 telinga u/ lbh byk mendgrkan, hidung dgn 2 lubangnya spy kita dpt menghirup udara segar lbh byk, kenapa kita diberi mulut cuma 1? Tuhan mau semua hambaNya lbh sedikit bicara tp lbh byk mendgrkan & kita diberi akal budi spy kita dpt berpkr secr jernih…buat apa kalau di dunia semuanya ngaku punya agama tp tdk menyadari betapa besar karya ciptaanNya kpd kita…kenapa jari kaki/tangan panjang pendek? dr situlah Tuhan mengajarkan kpd kita DLM KETIDAKSEMPURNAAN disitulah manusia jd sempurna coba anda semua bayangkan jika jari tangan/kaki anda panjang semua / pendek semua? SEMPURNA KAN KRN UKURANNYA SAMA tp JD TIDAK SEMPURNA, BENAR? common my friend kita jgn terjebak dlm pandangan kita semata sbg manusia tp kita hrs melihat hakikat yg terkandung di dlmnya, semua menurutNya sama tdk ada yg istimewa exc.kita semua mendptkan sinar mentari sama apakah dibedakan olehNya?

  40. andreas hartono santoso - February 4th, 2011 - 21:15

    sahabat… mengenal ALLAH sangat BERBEDA dengan mengenal AGAMA… mengenal agama membuat orang MERASA diri paling benar, paling pintar, paling hebat’ paling suci & paling paling yang lainnya dibandingkan orang lain. sedangkan mengenal ALLAH MEMBUAT orang makin rendah hati, makin bersahaja, merasa diri semakin kecil & bodoh (meskipun pendidikan formalnya sdh mencapai strata 3 & pengetehuan agamanya sangat tinggi), tdk cepat menghakimi orang lain apalagi sampai main hakim sendiri, berbelas kasihan, berjiwa besar, menghormati sesama ciptaan, serta MEMILIKI sifat-sifat ALLAH yang terpuji dan mulia dalam dirinya. pertanyaannya… siapakah yang kita kenal (dengan baik)… agama atau ALLAH… wassalam.

  41. satriadr - February 5th, 2011 - 09:37

    Hai masy. Aceh bukalah matamu dan sadarilah bahwa kamu2 tdk bisa hidup sendirian dimuka bumi ini tanpa toleransi kpd yg lain. Ingat pd wkt tsunami siapa yg bantu kamu2, bukan Arab Saudi Bukan Iran tapi rakyat negara lain yg beda agama dg kamu2. Jadi mulai sadarlah bahwa keras kepala akan membawa kamu2 kemasa primitif lagi. Tapi gak apa2 kalo kamu2 menginginkan demikian malka kamu2 akan digilas oleh jaman.Ketahuilah bahwa budaya Cina khusus Barongsai sdh jd milik dunia. Jangan bodoh dan pandir.

  42. A’ay - February 5th, 2011 - 11:06

    Teman2ku sebangsa & se Tanah Air, negara Ind terkenal di seluruh dunia dgn keragaman budaya, kenapa kita sbg bangsa Ind tdk dpt MENGHARGAI keragaman tsb? MENGAPA kita hrs terkotak-kotak? sy skrg akan bahas kenapa kita diciptakan spt ini…kita diciptakan dgn 2 MATA u/ lbh byk MELIHAT, 2 telinga u/ lbh byk MENDGRKAN, 2 tangan u/ kita saling bergandengan tgn, 2 kaki u/ kita lbh cepat berjalan, 2 paru-paru u/ kita dpt merasa udara segar di dlm bdn kita, 1 hidung dgn 2 lubang u/ kita dpt menhirup udara lbh byk, kenapa tuhan hanya memberikan kita 1 mulut, 1 alat kelamin, 1 dubur? TUJUANnya spy kita sbg manusia menyadari bahwa kita hidup di dunia ini u/ LBH SEDIKIT BICARA, SETIA DGN 1 PASANGAN & TDK MENJELEK-JELEKAN org lain, ada teman sy dgn bangganya dia blg punya istri lbh dr 1? sy tanya ke dia…km punya kelamin berapa byk? teman sy jwb yah 1 dong…sy blg kalau km punya kelamin lbh dr 1 boleh punya pasangan lbh dr 1…ada lg teman sy yg suka gosip..sy blg dubur km ada berapa? kalian tau semua dubur tempat buang kotoran…Tuhan menciptakan 1 dubur spy manusia TIDAK DGN MUDAHNYA MENCERITAKAN KEBURUKAN/KOTORAN orang…JUJUR KPD DIRI KALIAN SENDIRI sebenarnya AGAMA itu UNIVERSAL buat apa dipermasalahkan? coba byk org di dunia ini ngakunya punya agama tp apakah ada yg MENGERTI HAKIKAT SEBENARNYA? buat apa Tuhan menciptakan kita seperti ini? dgn 2 mata,telinga,tgn, kaki, dll spy selama HIDUP kita di dunia ini dpt memberikan YG TERBAIK & TERINDAH baik buat kita, org lain, semua mahluk, bumi….

  43. asli - June 13th, 2011 - 02:06

    haloo yang diatas…kalau mau tidak tertanggu bisa pilih tinggal ke prancis…kan enak tiap minggu sama-sama pergi konser ke gereja!!!,anda minoritas aja sudah arogan bayangin kalau anda mayoritas pasti anda menjajah,disini umat islam mayoritas ya anda harus terima kehidupan islami dong?…kalau gak mau pindah sana ke vatikan…puasin konser mingguan di gereja.

  44. aceh tidak belajar islam pada indonesia - June 13th, 2011 - 02:19

    salute sama depag…aceh beda sama indonesia karena kalian indonesia…islamnya gak jelas,beda sama kami aceh…islamnya murni,gak payah lah kalian jauh disana coba ajarin kami bersosialisasi karena kalian hidup dengan aza BERHALA PANCASILA sedangkan kami disini tekun dengan azas ISLAM AHKLUSSUNAH WAL JAMMAAH,apa kamu lupa buyut kami pergi ke tanah sekuler jawa pergi kenalkan ISLAM pada kalian?…dengan begitu jangan sesatkan kami dengan paham ISLAM LIBERAL JAWA kalian pada kami adalah orang yang coba beriman beda sama kalian ISLAM PAKAI KUTANG.

  45. Bent - November 23rd, 2011 - 06:30

    Seru juga debat kalian…udah saya ajak tinggal dipapua aja…biar aman…

  46. Bent - November 23rd, 2011 - 06:34

    Ingatlah..kita semua bersaudara….apapun agamanya kita didunia ini, hendaknya kita terima dan menghargainya…sebab agama buakanlah Tuhan tatapi agama adalah jalan menuju Tuhan…dan satu hal yang kita semua patut bersyukur adalah bahwa dengan beragama membuat kita semua hidup teratur dengan sesama dan lam sekitar kita….

Posting Komentar Anda

Nama
*)
eMail
*)
Website
Komentar


 
Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Kami berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.