Berita

Bebaskan Tapol/Napol Aceh: Perempuan Aceh

Oleh: Radzie - 08/02/2010 - 19:59 WIB

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM — Selain menyatakan dukungannya terhadap jalannya pemerintahan Irwandi Yusuf dan Muhammad Nazar, aktivis Perempuan Aceh mendesak upaya pembebasan tahanan dan narapidana politik yang hingga kini masih ditahan di penjara di Pulau Jawa.

Ucok Parta/ACEHKITA.COM

Ucok Parta/ACEHKITA.COM

Dalam aksi di depan gedung Parlemen Aceh, Nurmasyitah Ali, koordinator aksi, meminta agar pihak eksekutif dan legislatif bersama-sama berjuang mengupayakan pembebasan tahanan dan narapidana politik Aceh seperti diamanatkan dalam Nota Kesepahaman Perjanjian Damai antara Pemerintah Jakarta dengan Gerakan Aceh Merdeka di Helsinki, lima tahun silam.

“Kalau anggota dewan mau terpilih untuk kedua kalinya, upayakan pembebasan tapol dan napol Aceh,” kata Nurmasyitah Ali di hadapan sejumlah anggota Parlemen dari Partai Aceh, Senin siang.

Anggota Parlemen dari Partai Aceh yang menemui peserta aksi di antaranya Teungku Adnan Beuransyah dan Teungku Ridwan Abubakar alias Nek Tu. Kepada anggota dewan ini, massa perempuan mewanti-wanti agar mengupayakan pembebasan tapol dan napol. “Ini tuntutan kami yang paling penting,” kata Masyitah.

Sebelum membubarkan diri, aktivis perempuan menghadiahkan baju kaos putih bergambar Ismuhadi di balik terali besi.

Saat ini masih ada tiga narapidana politik Aceh yang ditahan dalam penjara di Pulau Jawa. Mereka adalah Ismuhadi bin Jafar (LP Cipinang Jakarta), Irwan bin Ilyas (LP Narkotika Jakarta Timur) dan Ibrahim bin Hasan (LP Narkotika Jakarta Timur).

Ismuhadi berharap agar pemerintahan Irwandi dan Nazar bisa menggunakan sisa waktu dua tahun lagi untuk merealisasikan visi dan misi yang pernah diucapkan sebelum terpilih. “Meski maju dari jalur independen, namun figur perjuangan rakyat Aceh telah melekat pada diri mereka berdua,” kata Ismuhadi kepada acehkita.com, Senin. “Kegagalan mereka adalah kegagalan perjuangan panjang rakyat Aceh.”

Ismuhadi sendiri berhadap segera dibebaskan atau ditahan di Aceh. “Doakan saja semoga saya dibawa pulang ke Aceh,” pintanya. []


Slashdot! Netscape! Blinklist! Ma.gnolia! Squidoo! SphereIt! SpURL

Ada 9 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda

  1. Samsul Fuadi - February 8th, 2010 - 22:34

    Syukurlah menyoe lagenyan… Kamo bansa Aceh meudukung damee, meudukung bek le na peujuang Aceh yg jikurong dalam peunjara. Sep that jra ka ureung nyan, leuh keunong hukoman badan, keunong lom hukoman anco keuluarga, brat that beban psikologis ureung nyan 3 dro. Saleum meusyen keu T Ismuhadi dan rakan2 yg na di Jawa, teurimong geunaseh keu ureung inong Atjeh.

  2. njan - February 8th, 2010 - 22:42

    njan meunjoe narapidana njan han ek di peu bebas , peu demo akan ta peugoet loem di atjeh ?? atawa meunjoe nara pidana njan han ek di peu seuleusoe lee pemerintah atjeh , maka sangat rugoe perjuangan bansa atjeh njang lee that keureubeun , aneuk nanggroe , maka sia sia keuh manduem peukara kurubeuen bansa dan beu ingat di pihak pendemo bek demo mantoeng dan joek kaos oblong tgk ismuhadi mantoeng , tetapi beuna lanjutan dan jawaban pasti dalam hal pembebesan napol atjeh .

  3. khadafi - February 8th, 2010 - 22:58

    panon teuma hana dibebaskan narapidana yg na dipulau jawa padahai lam MoU kaleuh na kesepakatan.
    panon manteng na pihak-pihak yg munafik dgn perjanjian MoU padahal njan na keuh kesepatan bersama kon lah pemasaan.
    tanyoe harus ikhlas dgn perjanjian. sebab ureung aceh kaleuh geujok beude/senjata,
    pakon teuma RI han dibebaskan Tapol.

  4. Zulkarnain Zakaria.Snb johan perlak - February 8th, 2010 - 23:42

    yg perlu kita tau bahwa pemerintah aceh belom berhasil SERATUS PERSEN,buktinya masih byk butir butir yang ada dalam MOU yg belom terlaksanakan,pemerintah aceh perlu bekerja lebih keras lagi.wassalam aneuk aceh di Denmark

  5. reza - February 9th, 2010 - 13:19

    tapol napol harus bebas, kalo tdk MOU helsinki penuh nista…

  6. MUHAMMAD YUSUF - February 9th, 2010 - 14:19

    Menye napol hana dipelheh dan padum2boh butir tek perjanjian helsingki hana di jalankan Oleh INDONESIA,pemerintah aceh jangan cuma tanya sama RI AJA,tapi pemerintah aceh kanmasih boleh membuat laporan ke MARTTI ANTASAARI bahwa indonesia kadipegot pelanggaran dalam perdamaian .PU YEE JIH?

  7. Isma - February 9th, 2010 - 15:18

    Mereka itu bukkan tak berani melaporkan ke Martti Antaraasri memang mereka lamiet Jawa..

  8. Apa lambak di Cot Keung - February 9th, 2010 - 16:47

    Apa Ir (wandi), apa aja kerja nya anda….
    Banyak hasil mou yg belum diujudkan…
    Padahal sdh 3 tahun anda menjadi ra-1…..
    Anda ini pemimpin pilihan rakyat aceh atau pemimpin pilihan raja jawa….

  9. Erwan - February 10th, 2010 - 15:12

    Khusus kpd pmerintahan aceh untuk segera membntuk sebuah tim untuk bisa membebas tapol napol ex kombatan krn itu sngat bertentangan dgn mou helsinky.itu pr bwt pemerintahan aceh

Posting Komentar Anda

Nama
*)
eMail
*)
Website
Komentar

 
Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Kami berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.