Berita
Demo Arun: Warga & Polisi Bentrok Lagi
LHOKSEUMAWE | ACEHKITA.COM — Ratusan pengunjuk rasa dari dua desa yang menuntut relokasi dari PT Arun yang telah menggelar aksi sejak akhir Juni lalu kembali bentok dengan petugas polisi yang berjaga-jaga di pintu 53 perusahaan eksplorasi gas alam cair itu.
Kericuhan Senin (12/7) dipicu aksi pengunjukrasa yang memblokir palang pintu 53 untuk memberhentikan para karyawan yang hendak pulang dan masuk ke perusahaan. Pada pukul 15.00 WIB, polisi yang mengawal para pengunjukrasa, tiba-tiba menangkap Sofyan, seorang mahasiswa yang mendampingi warga pengunjukrasa.
Pengunjuk rasa yang melihat seorang peserta aksi ditangkap polisi, secara spontan merebut Sofyan dari tangan polisi. Akibatnya, bentrokan kecil antara polisi dan warga terjadi. Sofyan sendiri mengalami pingsan akibat bentrokan ini. Bentrokan mereka setelah polisi melepaskan tembakan peringatan empat kali ke udara.
“Setelah itu kami langusng kembali ke tenda di jalan utama,” kata Koordinator Aksi Refki Ahmad.
Aksi dimulai sejak pagi. Mereka memasang tenda di kiri-kanan badan jalan. Para pengunjukrasa juga turun ke jalan dan memblokade pintu masuk dan keluar PT Arun. []
Sent from
It's time for a better tablet!
Akses ACEHKITA.COM versi mobile melalui telepon selular, iPhone, BlackBerry, Android, dan tablet Anda di alamat: m.acehkita.com
Tweet
















ka betoi nyan, hajar laju. nyan polisi awak pajoh peng ateuh naggroe tanyoe
Demo boleh tapi jangan anarkis.Hati2 dgn para penggerak demo.Mereka ada tujuan lain dibalik aksi itu.Biasanya sang provokator selalu ada di dalam aksi demo.Mahasiswa juga jangan jadi provokator.mahasiswa sekarang beda dgn yg dulu.sekarang sibuk pacaran n tidak bermoral.Mana bisa mewakili rakyat utk alasan macam2.
Asai melanggeh hajar ju