Berita, Olahraga
‘Derby’ Aceh Tanpa Pemenang
BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Laga ‘derby’ Aceh antara Persiraja Banda Aceh dengan PSAP Sigli berakhir tanpa pemenang. Kedua tim hanya menoreh hasil imbang 0-0, di akhir kompetisi Divisi Utama Liga Joss Indonesia 2009/2010. Laga itu pun berakhir rusuh.
Laga di Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, Banda Aceh, Selasa (30/3) berlangsung dingin. Kendati sejak babak pertama, Laskar Rencong yang menurunkan Amos Marah Kilmet dan Nanda Asjelsen dibarisan depan langsung menunjukkan serangan kepertahanan Laskar Aneuk Nanggroe yang diisi Wahyudi, Muhammad Ali dan Arifin Genuni.Namun, kuatnya pertahanan yang ditujukkan anak-anak Sigli tak membuahkan hasil bagi Amos Cs. Sebaliknya di menit 39, pemain depan PSAP, Michel Adolfo De Souza hampir memberi kemenangan bagi timnya. Setelah menerima umpan tendangan bebas dari Hendra Saputra, sundulannya melambung ke atas mistar gawang Masykur. Skor 0-0 pun bertahan hingga turun minum.
Usai jeda, kedua tim tak mampu berbuat banyak, walaupun saling melakukan serangan kepertahanan lawan, tapi, tak ada penyelesaian akhir. Hasil 0-0 di laga tersebut terhenti di menit 73 dan tidak dilanjutkan. Setelah, Hadi Suroso wasit asal Semarang, mengeluarkan kartu kuning dan kartu merah kepada pemain PSAP, Muhammad Ali, akibat mengganjal Mukhlis Nakata.
Sejumlah official tim PSAP tidak menerima keputusan wasit yang menunjukkan kartu kuning pertama dan langsung memberi kartu merah. “Seharusnya wasit tidak mengeluarkan kartu kuning, kalau ingin kasih kartu merah, karena si pemain belum mendapatkan kartu kuning sebelumnya,” tegas, sang arsitek PSAP, Bambang Nurdiansyah dengan nada kecewa.
Dengan hasil ini, kedua tim sama memperoleh poin 27. Tapi, Persiraja berada dibawah peringkat PSAP. Karena, PSAP lebih unggul selisih gol. [];
Sent from
It's time for a better tablet!
Akses ACEHKITA.COM versi mobile melalui telepon selular, iPhone, BlackBerry, Android, dan tablet Anda di alamat: m.acehkita.com
Tweet

















Imbang lebih baek dari pada hrs saling mengalah sesama saudara, klopun menang ga da arti apa2..
Coment di atas lucu banget,
dalam olah raga ngak ada yg salah dengan menang atau kalah….
Orang aceh ngak boleh takut dengan kekalahan dalam sebuah permainan olah raga. Dan orang orang aceh pun harus siap untuk menang usai bertanding. Menang kalah bukanlah segalanya, apalagi jika dibandingkan dengan FAIR PLAY
lucu aja… Coment diatas lucu dan sempit banget !
yg nulis nggak berani ungkapkan realita…
tu smua krn psap yg mulai duluan
Bek lage awak lua di jawa teuga muloe, SKULLER dan LAN ayo berdamai bikin malu aja kalian ini. Kita bukan the Jack atau Pasopati dan Bonek gila yang suka berkelahi seperti lembu.
PSAP,PERSIRAJA,PSSB,.. JIKA sabe meudawa kedroe2 han majumaju,… tapi, harus bersatu meski beda rumah,.. yang di atas berarti dia yng ada kemajuan,.. maka saling bagi pengalaman, agar bisa sama2 menuju ke liga super,… bek saleng ejek,.. di peukhem lee gob,. saboh kanot bu tatem meu pake,.
kalau sama2 tim aceh mate pih jet, tapi menan lepah u luwa. babak belur dibantai oleh tim lawan, apa lagi klo tandang ke jawa. malu2in aja . beuhe dalam kelembue. menan teubit uluwa langsung ciireet bloh. jek ke ureng bek bangai sabe, be carong bacut.
aceh memang meunan