Berita
Disayangkan, Pelibatan Warga dalam Operasi Brimob
BANDA ACEH | ACEHKITA.COM — Anggota Komisi III Bidang Hukum DPR RI, Nasir Jamil, menyayangkan tindakan polisi yang melibatkan warga sipil dalam penyisiran memburu kelompok bersenjata di Aceh. Tindakan itu dinilai sangat membahayakan warga sipil dan berisiko menimbulkan konflik horizontal antara sipil dengan kelompok yang diburu polisi.
“Tidak ada negara yang menghalalkan teroris, tapi pelibatan sipil sangat kita sayangkan. Jika jatuh korban di pihak sipil, siapa yang bertanggung jawab,” tanya Nasir Jamil yang dihubungi melalui telepon selulernya, Kamis (11/3).
Pernyataan itu disampaikan Nasir Jamil terkait keterlibatan warga Desa Bayu dan Ayon dalam menelusuri jejak kelompok bersenjata di lokasi yang diduga menjadi tempat persembunyian mereka.
Nasir Jamil mengatakan polisi harus lebih selektif dalam melibatkan warga sipil dalam upaya mencari kelompok bersenjata agar tidak jatuh korban sipil. Maksud selektif, kata Nasir Jamil, ada tindakan-tindakan yang boleh melibatkan sipil dan ada yang tidak.
Ia mencontohkan warga diminta melapor jika melihat gerak gerik warga yang mencurigakan di lingkungannya. Selain itu kegiatan ronda atau pageue gampong.
“Seperti kegiatan kemarin (pelibatan sipil –red), itu sipil sudah terlalu maju. Mencari keberadaan mereka itu tugas mereka (polisi). Masyarakat boleh dilibatkan tapi bersifat prepentif,” sebut Nasir.
Menurut Nasir meski masyarakat menyatakan keikutsertaan mereka secara sukarela, namun polisi harus mencegah agar tak jatuh korban sipil.
“Kita akan pertanyakan kepada hal ini kepada kepolisian. Karena selain berdampak pada jatuhnya korban sipil. Ini berpoteni menimbulkan konflik horizontal antara sipil dan kelompok yang dicari polisi,” ujarnya. []
Sent from
It's time for a better tablet!
Akses ACEHKITA.COM versi mobile melalui telepon selular, iPhone, BlackBerry, Android, dan tablet Anda di alamat: m.acehkita.com
Tweet
















tlg lah jgn jd kan masyarakat sbgai tameng,esok masyarakat jd musuh JI yg kt takutkan
Rakyat aceh jangan mau dibohongi Densus 88.
Biar aja Densus suruh cari sendiri.
udah dapet duit dari yahudi, masih pake rakyat kecil.
itulah cara militer kita pengecut………….. cuma tau makan gaji doang….
wah tidak fair nih,awak coment tidak ditampilin…apa ada yg salah…
…Perjuangkan lah ,Islam,sesuai Alquran&Sunnah,kalo memang ingin Selamt,Dunia dan Akhirat.
Rakyat oh rakyat..
:-q
Hambô tgk… Njö dji-pakat hana peuë djak aré tgk.. Njan kon urusan geu-tanjoë. Bèk mita peunjangkét. Informasi mantong tadjôk njan pih njö deuh takalon ureuëng2 njang geurak-geurik jih mencurigakan..
pramuka eh polisi itu kalau mau nangkap teroris baru ajak rakyat tapi pas gak ada uang rakyat diperas lewat razia. pengecut lebih dari pramuka
sasaran penindasan dari pemerintah hanyalah masyarakat, dari korupsi sampai dituduh teroris. negara macam apa ini… kalo masyarakat tidak berani mencegah keZdoaliman maka tunggu azad Allah. janji Allah pasti benar.
dasar….udah dapat hadiah malah nyuruh rakyat kecil yg dak tau apa2