Berita

DPR Berjanji Tuntaskan Tanah Bumi Flora

Oleh: Ucok Parta - 25/01/2010 - 17:48 WIB

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM — Ketua DPRA Hasbi Abdullah menyatakan, penyelesaian sengketa tanah warga di lima kecamatan di Aceh Timur dengan PT Bumi Flora akan menjadi agenda utama DPRA setelah pembahasan anggaran.

Menurutnya, DPRA akan membentuk tim khusus untuk menangani masalah sengketa tersebut. “Paling lambat pertengahan Maret mereka sudah mulai turun ke lapangan, apapun hasilnya akan diberitahukan pada warga,” kata Hasbi saat menerima perwakilan korban sengeketa tanah dengan PT Bumi Flora.

Menurut Hasbi, sebelum ke lapangan pihaknya juga akan memanggil tim-tim penyelesaian sengketa tanah yang pernah dibentuk pemerintah, untuk menanyakan sejauhmana penanganan masalah tersebut.

Mustiqal Syahputra, kuasa hukum dari masyarakat, menyatakan, sebelumnya bupati Aceh Timur pernah berjanji akan memberikan 3.500 hektar lahan cadanagan milik PT Bumi Flora pada warga yang sedang bersengketa. “Namun saat dilakukan pemetaan ternyata tanah yang dijanjikan tersebut merupakan tanah milik masyarakat,” jelas dia.

Menurutnya, dari 3.500 hektar tanah yang dijanjikan tersebut, 2.500 hektar di antaranya merupakan lahan persawahan yang digarap warga, 800 hektar pemukiman, dan selebihnya sudah ditanam sawit secara ilegal oleh PT Bumi Flora.

“Seharusnya kalau mau menggantikan tanah warga, perusahaan tersebut harus membebaskan tanah negara kemudian diberikan pada warga,” kata dia saat mendampingi warga berdelegasi ke DPRA. []


Akses ACEHKITA.COM versi mobile melalui telepon selular, iPhone, BlackBerry, Android, dan tablet Anda di alamat: m.acehkita.com


Share on Tumblr

Slashdot! Netscape! Blinklist! Ma.gnolia! Squidoo! SphereIt! SpURL

Ada 3 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda

  1. Zulkarnain Zakaria.Snb johan perlak - January 26th, 2010 - 01:31

    memang dulu waktu di bukanya kebun PT bumi flora byk sekali tanah warga yg diambil secara paksa,dan sekaranglah tugas pemimpin di aceh umumnya dan di aceh timur khususnya untuk memberi keadilan kepada masyarakat,jaga hati masyarakat,karna dari masyarakatlah tuan tuan menjadi pemimpin

  2. muna - January 26th, 2010 - 01:37

    Saya kira itu bukan pekerjaan DPR apalagi harus menjadi anggenda utama.Apakah DPR tidak punya kerja lain.Dan tak adakah lembaga/badan yg dapat selesaikan masalah seperti itu.(Utk tidak membuang masa,fikiran,tenaga dan uang;…Sedapat mungkin usahakan utk tdk bekerja rangkap).

  3. amran fahmi - January 27th, 2010 - 13:00

    jgn janji tinggal janji. rakyat perlu bukti

Posting Komentar Anda

Nama
*)
eMail
*)
Website
Komentar


 
Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Kami berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.