Berita
Gara-gara Mustafa, Irwandi Ingin Tulis Biografi
BANDA ACEH | ACEHKITA.COM — Gubernur Aceh Irwandi Yusuf mengaku termotivasi dengan sosok Mustafa Abubakar dan kepincut ingin menulis buku biografinya, seperti yang sudah dilakukan mantan penjabat gubernur Aceh itu.
“Saya rencana akan melakukan juga, mungkin 2017,” kata Irwandi dalam sambutan peluncuran buku ‘Berani tidak Populer’ di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh, Jumat (13/11) malam.
Irwandi mengaku, kisah hidupnya penuh ‘warna’, karena pernah jadi pemberontak, masuk penjara dan jadi Gubernur, menarik untuk ditulis.
“Mungkin judulnya nanti mantan pemberontak,” kata dia yang mengundang tawa para pengunjung.
Mustafa Abubakar yang kini menjadi Menteri Negara BUMN, pernah menjabat sebagai karateker jabatan Gubernur Aceh pada 2005 hingga 2006. Ia merupakan mantan gubernur Aceh yang keempat –setelah Ali Hasjmy, Ibrahim Hasan, dan Syamsuddin Mahmud– yang menulis buku biografinya.
Irwandi juga mengajak Wakilnya, Muhammad Nazar, yang punya kisah serupa dengannya untuk menulis buku.
Pengunjung kembali terbahak saat Irwandi mengatakan, “Kami dulu sama-sama pemberontak.”
“Lebih baik mantan pemberontak jadi nasionalis, daripada nasionalis jadi pemberontak,” ujar dia.
Irwandi juga mengajak warga Aceh untuk menulis sejarah Aceh yang sesungguhnya. “Sejarah memang selalu ditulis oleh orang yang berkepentingan dan menang. Sekarang rakyat Aceh semua sudah mendapat kemenangan. Kita menanti ada yang berani menulis sejarah yang sesungguhnya,” ujar dia. []

















pak irwandi, lebih cepat lebih baik pak nulis bukuya..biar semua gubernur2 yang akan datang juga pada nulis buku semua.paling kurang 1.
Nanti kalau ada yang nulis sejarah sebenarnya, marah…
iya betul tu, kalau kita tulis sejarah yang sebenarnya, maka tak perlu ada deru lalang tank2 di tengah kota…
tak perlu ada klaim-klaiman.., hehehe
Belum semua rakyat Aceh sudah mendapatkan kemenangan. Kami bertiga masih dipenjara karena dianggap pemberontak. Dari dalam penjara kami telah menulis biografi bapak gubernur drh.Irwandi Yusuf,MSc termasuk sesi penjualan jembatan rangka baja tidak kami lewatkan. Menurut hemat kami judul buku biografi bapak gubernur yang paling pas adalah: “Sipuntong meuteumeung jaroe, sitontong gapue meuteumeung lakoe”. Wassalam, tertanda Tapol Napol Aceh yang masih di penjara Jakarta.
dasar gubernur yang ga jelas pemikirannya,budaya latah yang kronic
Tulis yg perlu-perlu aja,misalnya berapa H hutan aceh dirambah, berapa lama lg lintas bna-mbo bs lancar,berapa ekor harimau dikirim ke lampung. Dan msh berapa bnyak lg masalah yg hrs diselesaikan bos !!
yang penting hai tgk irwandi, poe yg ka neupeugah watei neuberontak. neu peutroeh dinoe. bek wate kana kursi neudoek mangaet, poe yg dipeugah jakarta angoek manteung. Pakiban ka PP dan PERPU yg na dipeukoet me kait dgn UUPA aceh?
sgoe truek loen lakei bak tgk irwandi, baek watei awai pesui oem awak gampoeng untuk meprang. jinoe jak u gampoeng gampoeng hana toem lei. Ka legaei gusdur awai jak u luwa nagroe sabee. Jei neu pike untuk aceh bacut. bek sampai mita asistensi kean uroeng yg ngerti aceh. mita tim asistensi awak aceh yg bisa ngerti aceh dan bisa ditakuti oleh jkt. kean jak mita apa lambak disinoe
aneuk nanggroe>sang droe neuh cocok untok jeut keu asisten irwandi.jd nye irwandi katuwoe jak u gampong2 neutrom le droeneuh beugeujak meurawon2 lam gampong.
baroe jheh yub menoe yub medeh nanggroe haroe hara ureng gampong mantong merana dg kerja,pue ka tgk irwandi