Berita, Teknologi

Group di Facebook Diisukan Malware

Oleh: Aulia Fitri - 13/01/2010 - 17:32 WIB

JAKARTA | ACEHKITA.COM – Lagi-lagi member Facebook dibuat geram, tersiar kabar bahwa salah satu group di Facebook terdapat kode jahat di dalamnya.

Sebuah perusahaan dari UK, snopes.com akhirnya melakukan pengecekan terhadap hal tersebut dan menemukan indikasi bahwa rumor dari group Facebook yang bernama “protest group” tidak ditemukan script atau kode yang berbahaya. Namun, pihak Snopes menemukan link dalam group tersebut ke pihak ketiga yang dicurigai mengandung malware.

Pihak Snopes juga mengingatkan pengguna Facebook untuk tidak sembarang klik terhadap link yang tidak jelas, karena banyak elemen tertentu disebuah situs terdapat malware yang akan menguasai komputer korban yang biasanya malware akan ter-instal secara otomatis dari gambar yang diberikan dari link tersebut.

Protest Group membuat isu bahwa pada bulan Juli nanti, untuk mengakses Facebook akan dikenakan biaya sebesar US$4,99. Jebakan itulah yang digunakan pihak ketiga untuk menjebab korban, sehingga user akan mengikuti instruksi seperti yang ada dalam link “protest group” serta akan mengarah ke email spam.

Sampai saat ini pihak Facebook masih melakukan penanganan terhadap group yang membawa malware. Teknik yang digunakan oleh pihak ketiga ini terkesan menipu para korban dengan adanya blackhat SEO yang diterapkan.[bnc]


Slashdot! Netscape! Blinklist! Ma.gnolia! Squidoo! SphereIt! SpURL

Ada Satu Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda

  1. Facebook Berbayar « Orekan Waktu Luang - February 5th, 2010 - 20:51

    [...] atau memang kekurangan informasi. Pernah saya membuat tulisan tentang isu tersebut yang berisikan berita pembohongan publik terkait dengan diberlakunya pembayaran untuk mengakses Facebook pada bulan Juli 2010 [...]

Posting Komentar Anda

Nama
*)
eMail
*)
Website
Komentar

 
Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Kami berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.