Berita

Imigran Sri Lanka Akhiri Mogok Makan

Oleh: Sultan - 24/05/2009 - 17:25 WIB

BANDA ACEH, ACEHKITA.COM – Sebanyak 55 imigran Sri Lanka yang melakukan mogok makan selama hampir lima hari setelah dipindahkan ke penjara Meulaboh, telah mengakhiri aksinya, Minggu.

Kepala Kantor Imigrasi Meulaboh, Suryo Santoso, mengatakan, setelah dilakukan pendekatan persuasif beberapa hari, pukul 13:00 Wib hari ini, para imigran yang ingin mencari suaka politik di Australia membacakan surat pernyataan berhenti mogok makan.

“Dalam surat pernyataan, mereka meminta maaf kepada pihak imigrasi, IOM dan pihak terkait lain atas kejadian ini. Mereka juga mengharapkan pihak berwenang, terutama UNHCR, segera memproses nasib mereka dan turun ke sini,” katanya.

“Kami mengharapkan pemerintah pusat bisa segera mengundang UNCHR seperti harapan dan tuntutan mereka agar masalah ini bisa cepat selesai.”

Menurut Suryo, kondisi imigran Sri Lanka – yang terdampar di perairan Nagan Raya setelah boat mereka hancur dihantam badai dan ombak besar Samudera Hindia, 14 Mei lalu – mulai membaik dan tidak ada yang sakit karena mereka semua sudah mau makan.

Sebelumnya, lima orang dilaporkan sempat dilarikan ke rumah sakit karena kondisi mereka lemas Selain itu, beberapa orang dari pengungsi Sri Lanka itu terlihat stress dan depresi setelah ditampung dalam penjara.

Suryo menyatakan, tim Deplu yang turun ke Meulaboh pada Kamis lalu sudah selesai melakukan verifikasi dan hari Sabtu kembali ke Jakarta. “Tapi, saya tidak tahu apa hasil verifikasi tim Deplu karena itu wewenang pemerintah pusat,” katanya.[]


Akses ACEHKITA.COM versi mobile melalui telepon selular, iPhone, BlackBerry, Android, dan tablet Anda di alamat: m.acehkita.com


Share on Tumblr

Slashdot! Netscape! Blinklist! Ma.gnolia! Squidoo! SphereIt! SpURL

Ada 2 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda

  1. muhtadin - May 24th, 2009 - 19:01

    luar biasa acehkita……..

  2. UBIT - May 27th, 2009 - 22:03

    LUAR BIASANYA APA SIH TGK…! TLNG KOMEN.

Posting Komentar Anda

Nama
*)
eMail
*)
Website
Komentar


 
Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Kami berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.