Berita

Isak Tangis Warnai Peringatan Tsunami

Oleh: Salman Mardira - 26/12/2009 - 14:59 WIB

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM — Ribuan warga Banda Aceh dan Aceh Besar larut dalam zikir dan doa bersama untuk korban tsunami di sejumlah tempat, Sabtu (26/12). Rasa haru dan isak tangis mewarnai acara memperingati lima tahun tsunami itu.

Lokasi paling banyak dihadiri massa berdoa adalah di Kuburan massa Siron, Aceh Besar dam Ulee Lheue, Banda Aceh. Di sana, tak hanya muslim, puluhan umat Kristiani dan Budha juga mendoakan saudara mereka yang ikut jadi korban bencana akhir 2004.

Selain di kuburan massal, zikir bersama juga berlangsung di sejumlah masjid-masjid dan situs tsunami.

Misalnya di Lampulo, Banda Aceh.. Seratusan warga yang umumnya korban selamat dari bencana tsunami, bersamadiah di lokasi ‘boat’ yang bertengger di atas rumah. Sambil melantunkan asma Allah, mereka terisak-tersedu.

Saat tsunami tiba, hanya 1500 orang warga di sana selamat dari 6000 lebih penduduknya. Sekitar 59 diantaranya selamat karena sempat naik di Boat yang terdampar di atas rumah milik Habbasiah.

Tgk. Bustamam Juned, yang memimpin doa mengajak umat manusia untuk menjadikan musibah tsunami sebagai pelajaran berharga, untuk bertaubat.

“Meskipun dahsyat menurut kita, tapi bagi Allah, itu sangat kecil.. Akan ada bencana paling besar lagi sesuai Allah janjikan, yang di namakan kiamat besar,” kata dia.

Dia juga mengajak warga agar jangan terus larut dalam duka, dan harus tegar menghadapi hidup. “Kita yang selamat ini sebenarnya hanya diberi kesempatan oleh Allah untuk bertaubat kepadanya. Maka, jangan larut dengan duniawi,” ujarnya.

Di Punge Blang Cut, warga juga menggelar zikir dan dipimpin oleh Tgk. Ibnu Muda, pemuka agama dari Lamno, di Mesjid setempat. Dalam tausyiahnya, Ibnu juga mengajak umat manusia untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Doa bersama ini digelar saban tahun, sejak tsunami melanda. Tapi, pada peringatan lima tahun tsunami ini, antusias warga berkurang disbanding tahun lalu.

Jika tahun-tahun sebelumnya aktivitas warga sempat lesu saat doa bersama berlangsung, hari ini justru tak ada beda dengan hari biasa.

Pantauan acehkita.com, sejumlah pertokoan dan pusat-pusat perbelanjaan di Banda Aceh, seperti di Peunayong dan Keudah, sejak pagi sudah ramai.

Hanya nelayan yang total menghentikan aktivitasnya, dan memarkirkan boat-boat mereka di dermaga, seperti terlihat di TPI Lampulo.

Imbauan Muspida Aceh untuk menaikkan bendera setengah tiang, juga banyak tak digubris warga, kecuali di kantor-kantor Pemerintah. Hanya beberapa rumah dan pertokoan yang tampak menaikkan bendera setengah tiang.[]


Akses ACEHKITA.COM versi mobile melalui telepon selular, iPhone, BlackBerry, Android, dan tablet Anda di alamat: m.acehkita.com


Share on Tumblr

Slashdot! Netscape! Blinklist! Ma.gnolia! Squidoo! SphereIt! SpURL

Ada Satu Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda

  1. muallim - December 27th, 2009 - 01:18

    assalamu ‘alaikum hai ureung aceh. Saya sangat gemar membaca ACEH KITA, namun sangat disayangkan kami disini sangat sulit mendapatkannya saya seorang mahasiswa Syariah, Al akhwal syakhshiyah semester lima di STAINI (Sekolah Tinggi Agama Islam Nurul Iman), parung,Bogor. Disini pelajar(santri) dari Aceh lebih kurang 45 orang. saya dan teman2 punya inisiatif, bagaimana kalau dari pihak ACEH KITA mengirimkan beberapa majalahnya setiap bulan ke tempat kami secara cuma2(tidak berbayar).seperti y dikirimi LENTAYON, majalah Pemkab Gayo Lues. Pasalnya,kami disini haus akan berita dan wajah UPDATE Aceh.untuk internet kami tidak leluasa karena kami berada di pondok pesantren. alamat kami: JL.Nurul iman no.1 RT 1/1. Desa Waru Jaya,kec Parung, kab Bogor.SWG 16500. ponpes Al-Ashriyyah Nurul Iman. Atas perhatian nya kami ucapkan terima kasih dan doa kami selaku santri semoga ACEH KITA benar jaya. Wujud kepedulianmu terhadap pendidikan kami Insya Allah akan sangat bermanfaat,dan saya yakin ACEK KITA pasti bisa. Wassalamu ‘alaikum.

Posting Komentar Anda

Nama
*)
eMail
*)
Website
Komentar


 
Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Kami berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.