Berita
Isu Teroris, Angkutan Sepi Penumpang
PIDIE JAYA | ACEHKITA.COM – Panasnya pemberitaan aksi terorisme di Aceh selama ini membuat warga takut melakukan perjalanan di malam hari. Para awak angkutan penumpang mengaku, dalam enam hari terakhir jumlah sewa yang mereka miliki menurun drastis.
Menurut Adi, seorang supir minibus L300, pascaditembaknya Abdullah, seorang penumpang bus di Padang Tiji, Pidie, dan gencarnya razia dilakukan polisi untuk memburu teroris, khusunya di malam hari membuat warga was was bepergian di malam hari, terutama dari Banda Aceh menuju Medan.
“Kalau tidak ada yang mendesak sekarang orang lebih suka pergi siang hari,” katanya dalam perbincangan dengan acehkita.com, Rabu (10/3) dinihari.
Adi mengatakan tak hanya L300 yang mengalaminya. Awak bus antarprovinsi di Aceh juga mengalami hal serupa.
Kondisi seperti itu ikut menurunkan pendapatan mereka di malam hari. Padahal setelah gendang damai ditabuh 2005 lalu, mereka begitu mudah meraup penumpang di malam hari karena warga sangat berani bepergian di malam hari.
“Dalam beberapa hari ini kalau malam tidak rezeki kita,” kata dia.
“Misalnya dari Banda Aceh ke Lhokseumawe, kita hanya dapat empat sewa. Itu cuma cukup untuk isi minyak (BBM) sedangkan untuk kita sudah begadang malam hari ngak ada.”
Pantauan acehkita.com Rabu dinihari tadi, di terminal Sigli, Beureunuen, Pidie, dan Saree, Aceh Besar yang biasanya begitu ramai dengan penumpang angkutan kini mulai sepi. “Iya dalam beberapa hari ini memang sangat sepi,” kata seorang penjual kripik di Saree. “Kalau dulu (sebelum isu teroris) sekali turun (penumpang) ramai.”
Di terminal Beuruenuen juga serupa. “Mungkin orang sudah malas pergi malam, takut kenapa-kenapa nanti waktu dirazia. Waktu masa konflik dulu aparat suka cari-cari kesalahan warga saat merazia, sekarang itu yang ditakutkan. Kan razia orang itu juga (aparat),” kata seorang harlan
Di sana, pun demikian, aktivitas warga di malam hari tetap berjalan seperti biasa. Pantauan situs ini di sepanjang jalan Banda Aceh-Medan di kawasan Aceh Besar, Pidie dan Pidie Jaya Rabu dinihari, kondisi keamanan di sana kondusif. Di sepanjang jalan terlihat lalu lalang warga tiada henti, baik dengan sepeda motor atau berjalan kaki. Di sejumlah tempat nongkrong seperti warung kopi juga penuh di malam hari.[]
Sent from
It's time for a better tablet!
Akses ACEHKITA.COM versi mobile melalui telepon selular, iPhone, BlackBerry, Android, dan tablet Anda di alamat: m.acehkita.com
Tweet
















teroris harus hapus habis di indonesia oleh polisi ,jangan buat negara kacou sayang nya masyarakat
Beginilah kalau yang begini-begini ini, yang susah, yang terlantar selalu rakyat kecil. ckckckck
Yang punya jenggot harus di cukur ya,biar aman di jalan. Ha..ha..
Hua…ha…ha…lucu tat….. Bak sang selama isu teroris nyoe, rame hantu yg jeut keu penumpang krn angkutan sepi.
“Waktu masa konflik dulu aparat suka cari-cari kesalahan warga saat merazia, sekarang itu yang ditakutkan.”
kalimat ini 100% bener, aq pernah ngalamin hal yg ginian, aparat yg cari2 perkara duluan, aq seh berani aja brantem tapi mereka braninya ngahajar 5 banding satu ada senjata lagi ..sapa yg ga’ takut, wkwkwkwk ..