Berita
JMSPS Tolak Rajam dan Cambuk
BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Jaringan Masyarakat Sipil Peduli Syariah (JMSPS) menolak hukuman rajam dan cambuk diberlakukan di Aceh karena dinilai tidak manusiawi.
“Kami menolak dengan tegas hukuman rajam dan cambuk karena (kedua bentuk hukuman itu, red) tidak manusiawi,” kata Norma Manalu, yang bertindak selaku jurubicara JMSPS dalam jumpa pers di Banda Aceh, Minggu sore.
JMSPS adalah gabungan 16 lembaga swadaya masyarakat (LSM) perempuan serta organisasi dan lembaga yang selama ini konsen terhadap isu-isu penegakan hak asasi manusia di Aceh.
Konferensi pers itu digelar usai workshop dua hari tentang pandangan aparat penegak hukum terhadap qanun jinayat dan qanun hukum acara jinayat. Peserta workshop yang berjumlah 50 orang itu berasal dari kejaksaan negeri, kepolisian, wilayatul hisbah atau polisi syariah, hakim pengadilan negeri dan advokat.
Norma yang didampingi Khairani Arifin, Sekjend Relawan Perempuan untuk Kemanusiaan (RPuK) dan enam aktivis perempuan lain menyatakan bahwa pihaknya bukan menolak syariat Islam di Aceh.
“Selama ini sering terjadi ketika kami menentang substansi qanun jinayat yang muncul di masyarakat adalah seolah-olah kami menolak syariat Islam di Aceh,” kata Norma.
Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) 14 September lalu mensahkan qanun jinayat secara aklamasi yang di dalamnya terdapat hukuman rajam sampai mati terhadap pelaku zina yang telah menikah. Sedangkan bagi penzina yang belum menikah diancam hukuman 100 kali cambuk.
Setelah disahkan, qanun itu ditentang oleh kalangan aktivis pembela HAM baik di dalam maupun luar negeri karena dianggap melanggar HAM. Malah, Gubernur Aceh Irwandi Yusuf menolak menandatangani qanun itu karena terdapat klausul hukuman rajam.
Malah, Gubernur menganggap qanun itu masih berupa rancangan qanun sehingga hingga kini muncul polemik di tengah masyarakat Aceh.
Qanun jinayat itu juga mengatur soal hukuman cambuk hingga ratusan kali bagi pelaku pemerkosaan, pelecehan seksual, homoseksual, lesbian, minum minuman beralkohol, berjudi dan berdua-duaan dengan pasangan lawan jenis yang bukan muhrim. []




















pendapat kebanyakan masyarakat setuju dg undang 2 rajam maka gubenur aceh harus secepat nya di sah kan undang 2 ini .apalagi sekarang sudah zaman moderen kebanyakan orang berjudian permokosaan ,dan korupsi yg semakin melimpah di aceh ,sekarang baru dua minggu ini saya pernah dengar tentang sogok untuk lewat pegawai negeri kesih duit kepada bapak bupati pidie jaya sebanyak 40 juta grenti lewat,maka undang 2 ini harus segera di sah kan ,kalou tidak maka kasian sama anak 2 orang miskin di aceh yg tak punya duit ,kalou sogok terus berjala,terima kasih kepada bapak 2dlm parlemen aceh.
yang bikin nama ini bodoh atau memang pura-pura bodoh, katanya peduli syariat eh hukum syariat yang dari ALLAH kok ditolak. atau jangan-jangan para pelopor jaringan ini memang hobinya berzina makanya mereka menolak Qanun Syariat karena takut di rajam! semoga ALLAH memberikan kalian hidayah sebelum kalian dimasukkan keliang lahat.
Saya heran dengan orang2 yang menolak syariat dengan alasan politis yang mengatakan bahwa itu rekayasa dewan periode lalu, padahal apapun critanya, biar dari anjing sekalipun, syariat itu tetap harus ditegakkan.
Jangan hanya mengaku Islam tapi takut dengan syariatnya itu sama artinya dengan Abu Lahab. Bahkan lebih jelek dari Abu Lahab karena Abu Lahab gak mau masuk Islam karena ia paham betul konsekwensi dari ajaran Islam yang tak membolehkan minum arak, zina dan perbuatan2 haram lainnya sehingga ia memilih menentang Islam. Sedangkan di Aceh banyak ornag mengaku Islam tapi giliran disuruh menjalankan syariatnya, banyak kali alasan. Padahal karena ia takut gak bisa lagi korupsi dan gak bisa lagi bebas berzina.
Bagi saya pribadi, lebih baik merajam 100 penzina dan menembak mati 100 koruptor daripada membiarkan seluruh generasi muda Aceh berasal dari anak haram keturunan para penzina atau pencuri.
Benar2 memalukan, ngaku Islam tapi pengecut. China aja berani melakukan hukuman mati untuk koruptor. Orang2 Aceh yang menolak syariat lebih jelek daripada China yang komunis.
Sesungguhnya syaitan adalah musuh mu yg nyata.
apalagi kita menghadapi hari raya maka undang 2 ini haru secepat nya di sah kan .jangan sampai berdiam 2 saja ,kalou aceh mau negara macam dulu suharto ,maka pekara ini tak payah di selesaikan qanun ini ,karna orang aceh takut kepada rajam ,tak takut kepada allah ,biar kan saja ,negara korupsi di aceh ,dulu pemerintah indonesia sekarang pemerintah aceh ,kita nampak kan saja kepada pihak internasional ,di segala bidang kkn zina pencurian jual besi negara duit nya masuk dlm kantong sendiri ,imfo yg baru sekarang siapa yg mau lewat pegawai negeri di pidie jaya kasih duit 40 juta sama gade salam bupati pidie jaya ,tapih pemerintah aceh masih memikirkan qanun 2 itu,sudah baik komunis buat undang 2 seperti cina kalou di cina orang korupsi di tembak mati ,di aceh baru rajam sudah takut ,karna banyak orang yg dalam parlemen yg mau korupsi dan zina
“Kami menolak dengan tegas hukuman rajam dan cambuk karena (kedua bentuk hukuman itu, red) tidak manusiawi,” kata Norma Manalu, yang bertindak selaku jurubicara JMSPS dalam jumpa pers di Banda Aceh, Minggu sore.
Yah…..
Orang Aceh udah di dikte sama orang Batak
manalu juru bicara ya
apa kata gubernur undang 2 ini melanggar HAM ,saya mau tanyak sama bapak irwandi ,jual besi aset negara ,dan zina dan pasangan lawan yg bukan muhrem ,tidak melanggar HAM.,,,,,,,,,,,,,,aduh aceh sekarang ,memang negara sudah ada butir 2 kiamat memang begitu karna orang tidak takut undang 2 allah.astougfirullah halazim ,
Wahai Norma manulu jahil (bodoh!!!). Apakah kamu kira kamu lebih pintar dari Allaah.
Jangan ikut campur urusan kami ummat Islam, Mengapa kamu tidak sibukkan diri memprotes kitab injil yg telah dipalsukan gereja.
Lihat di bab kejadian saja bgt byk kesalahan, bgmn mungkin siang-malam diciptakan hari ke-1 (pertama) sementara matahari-bulan baru diciptakan hari ke-4.
Sana! pergi urus kitab injil yg sdh diplasukan tapi msh mau dibodoh2i.
Kami memiliki Al-Quran yg terjaga jadi anda jangan ikut campur urusan agama Islam.
Kami memiliki tuntunan yg jauh lebih baik dari HAM.
kalou boleh tgk belajar dulu ya
Boleh tidak berlaku hukum islam,tp bukan di tempat yg mayoritasnya umat islam,misalnya di negara yahudi.
pegah gob pegah dron neh tgk,gimana aceh 5 thn kedepan boleh jadi negara macam malaysia ,mungkin tidak karna aceh sekarang banyak pancuri tujuh di dlm parlemen.kkn dan banyak orang yg dlm parlemen tamatan sma .pemikiran cuman korupsi,
Nasehat buat sdr2 seiman agar tidak tertipu oleh retork para musuh Allaah.
1). Telah jelas bhw yg datang dari Allaah & RasulNya PASTI MUTLAK BENAR. Demikian juga syari’at Islam itu adalah dari Allaah.
2). Kalau masalahnya diperlukan penundaan karena ketidak siapan dari segi ilmu, infrastutur dll, maka tugas kita semua untuk buat program untuk membenahi persiapan yang dibutuhkan, apakah 5thn, 10thn, 23thn, ???.
Jangan tujuan yg sdh benar malah dipermasalahan.
3). Alangkah jahilnya jika kita ikut2an orientalis kuffar melecehkan syari’at Islam tuntunan dari Allaah yg menciptakan seluruh alam.
Saya katakan, jika:
(A) Tujuannya (Penerapan Syari’at Islam) = OK (Mutlak benar).
(B) Persiapan (infrastruktur, syarat2nya) = Not OK (Belum siap).
Maka yg harus dibenahi adalah (B), Sedangkan (A) tidak boleh dipermasalahkan.
Berhati2lah wahai syedara lon mandum, jika anggapan bhw “syari’at Allaah selevel dgn syari’at manusia” bisa memurtadkan seseorang muslim keluar dari Islam (demikian jumhur pendapat ulama), maka merendahkan syari’at Allaah maka justru lebih parah lagi.
Ma’af kalau kasar, tetapi pelecehan mereka terhadap Allaah (menuduh tidak manusiawi) jelas2 jauh lebih kasar.
Semoga kita di ridhai Allaah dan tidak termasuk yang dimurkaiNYA, Amin.
Akhukumfillaah. Uhibukumfillaah.
Assalamu’alaikum Sdr Wartawan/Editor.
Kata “muhrim” pada akhir tulisan sebaiknya dikoreksi menjadi “Mahram”. Karena “muhrim” adalah sebutan bagi orang yg sedang “ihram”.
Semoga bermanfa’at.
para tengku sekali yang pro qanun (bukan hukum) syariat: Tolong patutkan diri dimuka cermin dahulu! Jangan berlagak seperti wakil tuhan di bumi! Nabi saja amat santun dalam melawan segala yang bathil mengapa tgk aceh yang pro qanun (bukan hukum) islam segetiu bernafsu apalagi jika yang dihadapi perempuan! melawan bathil dengan cara bathil di internet pula! ditunggu dalam diskusi tak berani padahal perbedaan dalam islam adalah rahmat! kenapa pula ada yang mau jadi nabi diktator. Terlihat sebanarnya Iman mereka lemah sekali dan sanga reaksioner dalam menanggapi berita karena takut kerasukan paham yang beda. Padahal orang yang iman kuat pasti santai saja. Kebenaran dari Tuhan (bukan dari wakil tuhan yang sok suci lagi maha seperti tahu!)–kebatilan akan sirna dengan sendirinya karena akal sehat manusia beriman kuar bukan emosi manusia berimah lemah. Aceh itu rasional dan orang-orang aceh sekarang karena hilang kesadaran sejarah islam aceh (tanpa formalisasi asyaiar) mereka kini menjadi keledai pemikul kitab!