Berita

Joni ‘Kapluk’ Kampanyekan Antiamplop

Oleh: Salman Mardira - 22/02/2010 - 14:06 WIB

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Bintang komedi Aceh, Abdul Hadi alias Bang Joni Kapluk menyosialisasikan hak jawab di media dan wartawan ‘antiamplop’.

Tampil bersama bintang ‘Eumpang Breuh’, seperti Haji Uma, Yusniar, dan Mando di Anjong Mon Mata, Banda Aceh, Senin (22/2), Bang Joni berperan sebagai wartawan kritis.

Ia menyorot kinerja Haji Uma, Imum Desa, yang diduga menggelapkan sepeda motor dinas yang dibeli dari uang negara. “Nyoe lagei nyoe berita, ayah cukop malei, (kalau begini beritanya ayah sangat malu,” kata Haji Uma usai membaca koran disodorkan anaknya Yusniar.

Nyan Honda dibloe ngon peng negara, han jeut tapeugelap (Motor itu dibeli dengan uang Negara, tak boleh digelapkan).”

Dengan emosi, Haji Uma menjumpai Joni, menanyakan keabsahan berita itu. Joni mengatakan, berita itu ia dapat dari sumber yang layak yakni Mando.

Mendengar itu, Haji Uma marah-marah sambil membantah bahwa ia tak pernah menggelapkan motor dinas. “Yang ada saya cuma tidak pernah memakai motor itu. Saya hanya pakai motor sendiri karena lebih hemat. Motor itu (dinas) saya parkir di kamar rumah saya,” sangkal Haji Uma.

Teunang mantong teungku Haji, nyan jeut tapeugot hak jawab (itu bisa dijadikan hak jawab),” timpal Joni.

Peu hak jawabnyan (apa hak jawab itu),” tanya Haji Uma penasaran.

Sebagai jurnalis, Bang Joni menjelaskan bahwa hak jawab itu, hak yang harus diberikan oleh setiap media kepada narasumber yang merasa ‘dirugikan’ atas pemberitaan media. Semua media, kata Kapluk, harus memberikannya.

Loen tuleh lom enteuk, Haji Uma hana menggelapkan Honda. Yang na, Honda nyan geupeutamong lam kama yang hana lampu, han deuh taeu’ le’ ka supot. karna mate lampu. Lampu pih lawetnyoe sureng mate, (Saya akan tulis, Haji Uma tak melakukannya, hanya menyimpan motor itu dikamar gelap, tak berlistrik sehingga tak terlihat. Listrik pun kini sering padam),” kata Joni yang mengundang tawa penonton.

Haji Uma lalu bertanya, “Perlukah dibayar untuk dimuat hak jawab itu.” Joni dengan sigap menyangkal, bahwa wartawan tak bisa dibayar dan diharamkan menerima imbalan dalam bentuk apapun sewaktu liputan.

Hana payah bayeu. Wartawan hanjeut teurimeng sapue. Wartawan nyoe bekerja sungguh-sungguh na gaji. Yang cok-cok amplop nyan ken wartawan tapi oknum. (Tak usah bayar. Wartawan tak bisa menerima imbalan dan bekerja sungguh-sungguh, digaji. Yang terima amplop bukan wartawan, tapi oknum,” tegas Bang Joni.

Aksi awak bintang ‘Eumpang Breuh’ ini ditampilkan dalam rangkaian ulang tahun ke 3 Harian Aceh.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Aceh Muhammad Nazar menyatakan, wartawan atau media di Aceh harus terus mempertahankan pola pemberitaaan jurnalisme damai (peace journalism), agar tak ada tempat bagi orang-orang yang ingin mengobok perdamaian Aceh.

Nazar juga minta media tak larut dalam pemberitaan ‘keras’, tapi juga harus menyaji berita lembut, “tapi menusuk ke kepala masyarakat, sehingga masyarakat cerdas dan paham.”[]


Akses ACEHKITA.COM versi mobile melalui telepon selular, iPhone, BlackBerry, Android, dan tablet Anda di alamat: m.acehkita.com


Share on Tumblr

Slashdot! Netscape! Blinklist! Ma.gnolia! Squidoo! SphereIt! SpURL

Ada 10 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda

  1. rahmat - February 22nd, 2010 - 15:08

    Bukan jamannya lagi wartawan meminta amplop.

  2. kapluk - February 22nd, 2010 - 15:50

    nyan meunan peukara jih na muphom gata mandum…long keudroe hana muphom…

  3. Apa Lam Bak di Cot Keung - February 22nd, 2010 - 18:23

    Benar adek RAHMAT sekarang bukan jamannya lagi wartawan minta amplop, sekarang jamannya wartawan minta isi amplop….
    Tapi saya yakin adek RAHMAT menjadi wartawan pasti karena panggilan……
    Karena itu katakan TIDAK UNTUK AMPLOP DAN ISI NYA AMPLOP
    jangan sampai amplop ditolak sedangkan isinya diterima, selamat ulang tahun HARIAN ACEH, jdlah media dgn keacehan
    jgn seperti saudara tua mu itu, dan katakan selamat tinggal buat dia…..

  4. Apa Lam Bak di Cot Keung - February 22nd, 2010 - 18:26

    He…he… Rasanya baru kali ini kapluk di berita ”ketemu” kapluk di komentar….
    Me-Pluk-Pluk-lah

  5. Apa Lam Bak di Cot Keung - February 22nd, 2010 - 18:32

    Sekalian titip pesan buat ”Eumpang Breuh”
    tolong di sandiwara kalian jangan sampai pernah ada peran WARIA. Juga pesan yg sama buat TV ACEH dan TVRI BANDA ACEH, juga buat seluruh STASION RADIO, minus RRI tentunya. Jangan ikuti tv dan atau radio nasional itu
    Hati kita baru saja dibuat teriris oleh para WARIA NEKAT yg tlh membohongi ulama MPU B.Aceh

  6. Apa Lam Bak di Cot Keung - February 22nd, 2010 - 18:52

    HAK JAWAB ?
    Beritanya dihalaman satu, jadi headline (berita utama hari itu), pakai foto jg foto utama, pemilihan judul dan huruf serta penempatan yg mencolok, dgn menghabiskan berkolom-kolom… Kemudian
    sekian hari kemudian datang hak jawab dgn seupil kolom dihalaman dalam dipojok kiri paling bawah lagi, entah siapa yg punya waktu untuk membacanya. Jg media lain dgn karakteristik yg lain
    +perlu dipikirkan format hak jawab yg win win solution
    PESAN MORALNYA
    aktual itu penting tp rasanya lebih baik terlambat dari pada tdk akurat sama sekali. Krn itu menjadi pewarta (baca:menulis berita untuk u. media cetak) harus berani dan harus mau capek. Cros chek dan atau re chek yg benar sebelum berita siap cetak (Fit ti print)
    DAN SETELAH ITU KATAKAN
    TDK UNTUK KRIMINALISASI PERS

  7. Apa Lam Bak di Cot Keung - February 22nd, 2010 - 19:01

    Kata wagub kita :
    Berita lembut dan menusuk kekepala masyarakat……
    Ah nazar, peghalusan bahasa macam pak harmoko versi refomasi saja neh….
    Berita itu harus jadi kontrol sosial dan sekali-kali ngak salah kalau memang harus keras,
    kalau beritanya lembut dan kemayu pastilah masuk kuping kiri wagup keluar kuping kanan gubernur mana lah itu komitmen IRNA.
    Apa Ir (wandi) jadikan kuping anda tebal dan selamat bekerja buat keacehan kita !

  8. Apa Lam Bak di Cot Keung - February 22nd, 2010 - 19:05

    Salam apa lambak buat adek yusniar, kapan maen sandiwara di cot keung, apa lambak berharap !
    Disamping rumah apa lambak di cot keung ada pekarangan kosong kita bikinlah panggung disitu, pasti lebih serulah
    dari kampung ke kampung membawa keacehan berawal dari Cot Keung…. Klop lah

  9. PeCinta Aceh - February 22nd, 2010 - 19:46

    habakah lambak!!!!!!!!!!!!!!

  10. Apa Lam Bak di Cot Keung - February 22nd, 2010 - 21:42

    Teuntulah, halalan !!!
    Habalon ya…..pecinta Aceh !!!

Posting Komentar Anda

Nama
*)
eMail
*)
Website
Komentar


 
Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Kami berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.