Berita

Ketua DPRA Lapor Surat Rekom 60 CPNS ke Polisi

Oleh: Salman Mardira - 23/01/2010 - 16:35 WIB

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Hasbi Abdullah yang merasa dirugikan, menyusul terungkapnya surat rekomendasi 60 CPNS terdiri anak mantan kombatan dan korban konflik, menyatakan akan melaporkan hal ini ke polisi.

“Saya akan lapor ke polisi,” kata Hasbi saat ditanya wartawan di Banda Aceh, Sabtu (23/1). Ia tak menyebutkan kepastian kapan pelaporan dilakukan, hanya mengatakan dalam pekan ini.

Dengan dilaporkannya soal ini nanti, Hasbi berharap, polisi dapat mengusut dan mengungkap pelakunya.

Menurutnya, surat itu sangat menyudutkan dan mencemarkan nama baik dirinya dan institusi dipimpinnya kini. Ia mengaku tak pernah menulis surat itu.

Hasbi mengatakan, surat itu palsu karena ditemukan sejumlah kejanggalan, seperti kopnya dipalsukan dan tak ada paraf kekretaris dewan, sebagaimana surat resmi parlemen Aceh.

Surat mengatasnamakan Ketua DPRA itu berisi rekomendasi 60 nama CPNS 2009, atas nama anak bekas kombatan dan korban konflik. Mayoritas berasal dari Pidie Jaya.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah Aceh Husni Bahri TOB menilai surat itu rekayasa dengan mengatasnamakan ketua parlemen.

Ia mengatakan, penerimaan CPNS kali ini tak ada jalur khusus, untuk anak mantan kombatan GAM atau korban konflik, artinya siapa saja bisa diluluskan, jika memang memenuhi nilai yang ditentukan.

”Penerimaan CPNS kali ini merupakan jalur umum, dan siapapun memiliki kesempatan untuk diluluskan apabila nilai seleksinya memenuhi syarat,” kata Husni, Kamis lalu.

Seleksi CPNS 2009 yang diikuti 77.941 orang berlangsung 6 Desember lalu. Memperebutkan 5.881 formasi yang tersedia, meliputi tenaga kependidikan 2.615 orang, 1.513 tenaga kesehatan, dan 1.753 orang tenaga teknis. Pengumuman tes akan dilakukan akhir Januari ini.[]

------
Sent from

It's time for a better tablet!

Akses ACEHKITA.COM versi mobile melalui telepon selular, iPhone, BlackBerry, Android, dan tablet Anda di alamat: m.acehkita.com



Slashdot! Netscape! Blinklist! Ma.gnolia! Squidoo! SphereIt! SpURL

Ada 20 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda

  1. Pluk - January 23rd, 2010 - 17:34

    Setuju pak.. Tuntaskan..!

  2. Zulkarnain - January 23rd, 2010 - 19:22

    udah buka usaha sendiri aja,jgn mikirin PNS melulu,aapa sihh enaknya jd PNS? tiap hari di atur melulu,kan byk yg bisa kita buat di dunia ini kalau kita mau

  3. Zulkarnain Zakaria.Snb johan perlak - January 23rd, 2010 - 19:24

    buat tenang aja

  4. Midi nisam - January 23rd, 2010 - 20:11

    Mungkin klo dah jd PNS, peluang utk balas dendam ( kopropsi ) terbuka lebar.Makanya di Indonesia org2 pada rebutan jadi PNS.

  5. amri - January 23rd, 2010 - 20:42

    kalou pemerintah aceh sekarang cuman memikirkan untuk anak 2 orang gam ,bagaimana masyarakat aceh yg tolong 2 orang gam dulu pasti ada anak jugak yg ikut PNS .bagaimana bapak DPRA aceh ,,,,pasti harus tolong jugak ……….karna kalou tidak ada masyarakat aceh orang gam tidak besa hidup jugak dlm hutan

  6. Mioong - January 23rd, 2010 - 21:40

    Ada udang di balik batu..

  7. Teungku Bukhari - January 23rd, 2010 - 22:28

    Neujak lapor jeut,untuk meutamah but mantong tapi bek neuharap keu terungkap,meu masalah keracunan di dpra uronyan mantong sampo inohat hana meupeu sapeu pdhl nyan menyangkot nyawong ureung,peulom masalah surat rekayasa nyan.

  8. muna - January 24th, 2010 - 02:33

    Namanya juga Surat kaleng. Dan lebih banyak perlu waktu untuk mengurus yg lain dari pada yang ini yg dianggab iseng-iseng tak beraturan. Surat kaleng, surat yang tak bertuan;…bearti: tak perlu (dilihat,dibaca dan dipermasalahkan).cukup hanya disimpan dalam tong sampah. Maknanya: seorang pemimpin tidak akan melontarkan kata-kata bodoh , seperti melapor ke…..,itu bukan solusi dan efek nya jelas ada.

  9. muna - January 24th, 2010 - 08:39

    Kalau merasa tidak menulis,mentandatangani,menstempel surat itu.Dan nama-nama anak orang GAM masih berstatus swasta(belum PNS sebelum tes)itu bukan dousa.Yg salah adalah jika surat itu diperpanjang , apalagi melapor ke polisi. ….dan itu sama dengan melempar anak itu kelembah hitam, Akhirnya yg banyak rugi juga si pelempar.(Sepatutnya memberi arahan dalam semua poin untuk dapat hidup sejahtera); termasuk semua orang Aceh yg keadaannya sama.

  10. muna - January 24th, 2010 - 08:42

    Dipihak lainpun tak perlu mengharabkan bintang jatuh dilangit.Zaman sudah maju,dan tentu harus berfikir maju.

  11. amri - January 24th, 2010 - 14:51

    anak orang aceh semua sama yg ikut PNS karna orang aceh semua gam,,,,tidak kecuali maka pemerintah aceh tidak memilih bulu ,,,,,,,,,jangan di pebetul kan yg salah ,,,

  12. mukhlis - January 24th, 2010 - 23:40

    PNS itu kan pencuri.ngapain ikut2 tan jadi pencuri? nanti kita2 bsa masuk neraka. pns itu tukang makan uang rakrat.sama macam pejabat juga. antek2 sueharto semua.(pki) kalou harap gaji,,makan aja gak cukup.apa lagi kalou duduk rumah mewah dan mobil mewah? kalou bukan uang nya dari uang rakyat yg kalian curi. skrang pns nampak kali mencuri nya,,pengeluaran melebihi penghasilan/bulan.

  13. sufriyani - January 24th, 2010 - 23:44

    udahlah bro… tau gak dari pada sibuk-sibuk masuk PNS dan marah kalau gak lulus lebih baik wirausaha dan menjadi bos di kantor atau perusahaan sendiri, gak enak lho kalau hidup di atur-atur terus.

  14. agam - January 25th, 2010 - 00:49

    alibi

  15. teman - January 25th, 2010 - 18:19

    ah yang betul beritanya…

  16. amri - January 27th, 2010 - 13:14

    semua udang di balik papan

  17. Teungku ayi - February 1st, 2010 - 00:19

    Kalau ditinjau tersendatnya pengumunan hasil ujian tes cpns aceh 2010 memang besar indikasi kolusi.
    kalau alasannya Jumlah peserta yang mencapai 77.941, kenapa pemeriksaannya tidak dilakukan sistim komputer, pemilu aja bisa Quick Count kan bisa cepat hasilnya, paling satu minggu udah kelar.
    kalau alasannya panitia harus hati-hati, teliti, serta seksama dalam menilai hasilnya, kalau pakai sistim komputer saya rasa cukup teliti.
    kalau alasannya agar penilaian benar-benar objektif, kenapa tidak diberikan saja soal 1000 soal agar jelas siapa yang banyak menjawab dengan benar itu yang lulus.
    kalau alasannya tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan, itu salah, yang bener adalah agar yang lulus yang diinginkan oleh para pejabat dan panitia.
    Yang jeles pejabat pemerintahan aceh munafik semua. Memang, kalau orang baik tidak bisa jadi pemimpin, karena bisa mengakibatkan dapur atasan atau bawahannya kurang berasap.
    Nah untuk kedepan saya berharap kepada bapak gubernur aceh agar:
    1. Soal ujian diberikan yang banyak saja supaya jelas siapa yang lebih pandai dan berhak lulus
    2.Sistim pemeriksaan menggunakan sistim komputer dan pengumuman hasil dipercepat dan paling lambat 1 minggu setelah ujian.
    3. untuk melakukan proses seleksi dan dan penilaian di tenderkan ke pihak swasta yang mempunyai badan hukum dan berpengalaman.
    4. setelah ujian, soal dan kunci jawaban, dan rangking di publikasikan kemedia masa dan website khusus supaya peserta ujian dapan menilai sendiri barapa nilainya sehingga peserta ujian tidak merasa dizalimi secara berjamaah oleh bapak-bapak pejabat.

    sekian, terimakasih dan tolong . DEMI KEMAJUAN DAN KEMAKMURAN ACEH DI MASA DEPAN..

  18. Sofyan - February 4th, 2010 - 07:50

    Kalau memang surat rekomendasi itu benar, sangatlah nista dan tidak bermoral kelakuan Ketua Dewan Yang Terhormat meminta bantuan Gubernur untuk KKN dalam penerimaan CPNS. Bagaimana mau mewujudkan Aceh sebagai Serambi Mekkah yang berdasar Syariat Islam, kalau pimpinan DPRA dan Gubernurnya tidak menjalankan Syariat Islam yang benar. Ganti saja julukannya Aceh Serambi Israil, daripada merusak nama baik kota Mekkah yang menjunjung tinggi kejujuran dan keadilan. Semoga rakyat Aceh jangan meniru prilaku Ketua DPRA dan Gubernur Aceh yang tidak adil dan penuh kebohongan.

  19. Sofyan - February 4th, 2010 - 07:58

    Selayaknya rakyat Aceh yang menjadi peserta seleksi CPNS mengajukan mosi tidak percaya kepada Ketua DPRA dan Gubernur, atas terbuktinya KKN dalam penerimaan CPNS. Mereka tidak mempunyai hati nurani yang bersih terhadap beberapa calon CPNS yang telah mengabdi bertahun-tahun tapi dikalahkan oleh mereka yang baru datang dengan membawa surat rekomendasi dari Ketua DPRA yang terhormat. Sungguh terrrrlaaluuu.

  20. martha - February 4th, 2010 - 12:02

    Ketua DPRA telah kebakaran jenggot, merasa ada yg mencatut/memalsukan nama lembaga dan nama pribadinya, hal tersebut merupakan tindakan lempar batu sembunyi tangan, karena surat rekomendasi yang memang benar dibuat oleh DPRA menjadi konsumsi publik barulah DPRA menyatakan bahwa surat tersebut palsu, hal tersebut dilakukan agar masyarakat tidak menganggap DPRA intervensi dan diskriminasi, sudahlah pa hasbi g usah nyuruh polda aceh selidiki, yg buat juga anda kan ?

Posting Komentar Anda

Nama
*)
eMail
*)
Website
Komentar


 
Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Kami berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.