Berita

Lulus UN, dari Ugal-Ugalan Hingga ke Mesjid

Oleh: Atayya Alazkia/ACEHKITA.COM - 26/04/2010 - 18:52 WIB

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Perayaan kelulusan Ujian Nasional dilakukan berbagai cara. Di Banda Aceh, selain aksi coret-coret baju dan konvoi dijalanan juga ada yang mensyukuri kelulusan di Mesjid.

Fadhil J. Ahmad

Fadhil J. Ahmad

Seratusan siswa SMA/MA di Banda Aceh dan Aceh menyambangi Mesjid raya Baiturrahman, Banda Aceh untuk melakukan sujud syukur dan baca surat yasin bersama, begitu tahu mereka lulus UN, Senin (26/4) siang.

Di sana, ada juga siswa yang hanya sekedar melepas nazar, menyedekahkan uangnya karena telah lulus UN.

“Kami tidak mau ikut-ikutan coret-coret baju,” kata Ira, siswi MAN Model banda Aceh.

Di mesjid, para siswa dari sejumlah sekolah itu membentuk kelompok-kelompok kecil dan mengaji bersama, usai melakukan sujud syukur. Mereka ikut shalat asar berjamaah di sana.

Menurut Ira, mereka merayakan lulusan dengan syukuran ke Mesjid karena kesadaran sendiri. “Lulus itu Allah yang berikan jadi kita harus bersyukur. Ngak ada artinya coret-coret baju, kesenangan ini hanya sebentar,” ujar dia.

Di MAN Model, kata dia, 18 siswa tak lulus UN. Ira dan kawan-kawannya juga berniat menyumbangkan seragam sekolah mereka untuk adik-adik kelasnya.

Sementara Azmi, siswi SMA Krueng Barona Jaya, Aceh Besar sengaja datang ke Mesjid Raya sore tadi untuk melepaskan nazar, karena sudah lulus UN. “Kami nggak ngaji cuma lepas nazar aja bang,” kata dia.

Lain lagi diluar mesjid. Pantauan acehkita.com ratusan siswa lainnya yang lulus UN merayakan kelulusannya dengan aksi coret-coret baju, kemudian berkonvoi bersama dengan sepeda motor keliling kota.

Sepanjang jalan mereka membunyikan klakson sepeda motor dan terlihat ugal-ugalan.

Sebelumnya Dinas Pendidikan Aceh merilis bahwa sebanyak 11.499 peserta UN tahun ini tak lulus dan diminta ikut ujian ulang pada 10-14 Mei nanti.

Angka kelulusan UN di Aceh tahun ini mencapai 82,99 persen dari jumlah peserta 67.485 peserta, kata Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Bakhtiar Ishak.

Dari 23 kabupaten/kota di Aceh, Lhokseumawe yang tertinggi kelulusan UN mencapai 96 persen dari peserta UN. Aceh Barat Daya menduduki peringkat terendah kelulusan, hanya 49 persen dari peserta.[]


Akses ACEHKITA.COM versi mobile melalui telepon selular, iPhone, BlackBerry, Android, dan tablet Anda di alamat: m.acehkita.com


Share on Tumblr

Slashdot! Netscape! Blinklist! Ma.gnolia! Squidoo! SphereIt! SpURL

Ada 6 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda

  1. pengamat UAN - April 26th, 2010 - 22:27

    yang coret baju sedikitpun tak punya rasa malu sebagai bangsa aceh, contohilah teman2 kamu yg lain yang pergi ke mesjid untuk instropeksi diri

  2. tala - April 27th, 2010 - 17:43

    bersyukur atas segala segala nikmat yang allah limpahkan berupa kelulusan dalam belajar sebaiknya dilakukan dengan cara yang diridoi olehnya, pikirkanlah wahai adik adikku, kenik
    matan itu cuma semenit ketika kita mencoret coret baju kalian namun sesudah itu penyesalan datang tapi kita tak tahu. Wahai remaja aceh kalian pemuda aceh yang punya etika dan adab dalam bergaul, janganlah ikuti budaya kaum yang tak beragama islam

  3. Boenar - April 27th, 2010 - 19:35

    Alhamdulillah… mudah2an generasi muda Aceh dapat Bpikir jernih, realistis dan Bwawasan jauh kedepan agar dapat Mbawa Aceh ke arah yg lebih baik yg mengharumkan nama bangsa…

  4. MULYADI - April 28th, 2010 - 09:49

    PENERIMAAN SISWA BARU
    TAHUN AJARAN 2010/2011
    Islamic Solidarity School (ISS) adalah lembaga pendidikan Islam yang pendiriannya
    dilatarbelakangi oleh adanya bencana gempa dan tsunami 26 Desember 2004. Lembaga ini
    diprakarsai oleh Islamic Development Bank (IDB) bekerjasama dengan Baitulmaal Muamalat
    (BMM). ISS telah beroperasi selama lima tahun sejak diresmikan oleh Presiden IDB, H.E.
    DR. Ahmad Mohamed Ali pada tanggal 25 Juli 2006.
    ISS memiliki visi menjadi sekolah Islam yang unggul dan menjadi panutan dalam
    pengembangan dunia pendidikan dan pengajaran sains nasional yang diakui dunia
    internasional. Hal ini kemudian dituangkan dalam misinya yaitu menyelenggarakan
    pendidikan dasar dan menengah yang berlandaskan prinsip/kaidah pendidikan Islam,
    mengaplikasikan kurikulum nasional dan melahirkan lulusan yang: (1) beriman dan berakhlaq
    kaffah, (2) menguasai ilmu pengetahuan dasar dan menengah, (3) menguasai keterampilan
    teknologi dan berjiwa kompetisi tangguh. Dengan nilai-nilai yang dikembangkan, ISS
    memiliki kompetensi dan keunggulan antara lain sebagai sekolah dengan system full boarding
    school, metode active learning dan fun learning, kurikulum terpadu (Diknas dan
    Pesantren/integrasi nilai-nilai keislaman), serta fasilitas yang memadai.
    Pada tahun ajaran 2009/2010, ISS telah menerima dan menampung anak-anak
    yatim/piatu/yatim-piatu korban tsunami yang kini berjumlah 185 siswa/i. Dalam rangka
    memenuhi kapasitas sekolah dan manfaat yang seluas-luasnya bagi anak-anak yatim di
    Nanggroe Aceh, maka pada tahun 2010-2011 ISS akan merekrut 190 siswa/i yang memenuhi
    kualifikasi pada jenjang sekolah menengah pertama.

    SYARAT PENDAFTARAN

    1. Mengisi formulir pendaftaran 2. Foto Copy Akte Kelahiran 3. Foto Copy Ijazah SD/MI 4. Foto Copy Raport SD/MI

    BIAYA PENDIDIKAN

    1. Biaya Pembangunan Rp1.000.000,- 2. Biaya Bulanan Rp250.000,-/bulan

    TESTING

    1. Physchotest, test minat dan bakat 2. Membaca Al-Quran 3. Ujian tulis untuk Matematika, Bahasa Indonesia, IPA, IPS, Bahasa Inggris dan Bahasa Arab 4. Tes Kesehatan

    PENDAFTARAN

    1. Datang langsung ke Kompleks Islamic Solidarity School. Jalan Transmigrasi No 2 Desan Bukit Meusara – Kota Jantho – Kabupaten Aceh Besar 2. Kantor: 0651 92286

  5. MULYADI - April 28th, 2010 - 09:51

    http://www.islamicsolidarityschool.webs.com/

  6. jack mbo - April 28th, 2010 - 11:53

    bagaimana saya bisa masuk UPN

Posting Komentar Anda

Nama
*)
eMail
*)
Website
Komentar


 
Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Kami berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.