Berita

Mahasiswa Kutuk Penjualan Besi Jembatan

Oleh: Salman Mardira - 30/10/2009 - 12:13 WIB

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM.- Belasan mahasiswa dari Universitas Syiah Kuala dan IAIN Ar-Raniry Banda Aceh, mengelar aksi unjuk rasa di Simpang lima. mereka mengutuk kasus penjualan besi jembatan yang melibatkan sejumlah pejabat di Pemerintah Aceh.

Mahasiswa menduga, penjualan besi jembatan tersebut terjadi karena adanya kerjasama korupsi di tubuh Pemerintah sehingga negara dirugikan milyaran rupiah.

“Kami mengajak masyarakat Aceh untuk focus dalam pengawasan kasus korupsi yang telah mengkronis di tubuh Pemerintah,” kata Armen, seorang mahasiswa dalam orasinya, Jumat (30/10).

Dalam aksi unjuk rasa ini, mahasiswa mengecam kinerja Pemerintah Aceh yang belum mampu menyejahterakan rakyat.

Mereka menilai, penjualan asset daerah berupa 20 jenis alat berat dan besi yang pernah dipakai pada 17 jembatan di Aceh, merupakan bentuk pengkhianatan kepada rakyat.

Malahan, menurut Armen ada tiga jembatan yang masih digunakan warga, ikut dibongkar. Jembatan ini, kata Armen, terletak di Krueng Margo, di Pidie, Krueng Pnding, di Gayo Lues dan Krueng Putue, di Aceh Utara.

Aksi mengutuk kasus yang kini sudah ditangani Polda Aceh tersebut, dikawal ketat Polisi. Saat aksi berlangsung, kemacetan sempat terjadi di seputaran Simpang Lima, menyusul padatnya arus kenderaan jelang pelaksanaan ibadah shalat Jumat.[]

------
Sent from

It's time for a better tablet!

Akses ACEHKITA.COM versi mobile melalui telepon selular, iPhone, BlackBerry, Android, dan tablet Anda di alamat: m.acehkita.com



Slashdot! Netscape! Blinklist! Ma.gnolia! Squidoo! SphereIt! SpURL

Ada 4 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda

  1. Tarmizi Age - October 30th, 2009 - 13:37

    Uang terus mengalir ke Aceh, Korupsipun terus ter akomodir dengan baik, rakyat jadi penonton sajalah. Pemerintah Aceh konon peduli Rakyat, hehehhe, Banyak orang yang hilang di masa konflik aja ngak mau di usut dimana di tanam

  2. natsir - October 30th, 2009 - 13:50

    Subhanallah, ini kelakuan pemimpin di Aceh yang menerapkan syariat Islam, memalukan. WH sebagai polisi syariat yang tugasnya menegakkan syariat Islam, coba berani tidak memproses orang yang melakukan pencurian yang menurut hukum syariat harus dipotong tangannya. WH jangan hanya berani dengan wanita yang tidak pakai jilbab. Tunjukkan komitmen melaksanakan syariat Islam secara kesluruhan. Jangan setengah-setengah dan hanya berlaku bagi rakyat kecil yang tingkat pelanggarannya sangat kecil dibandingkan pencurian aset negara yang dibeli dengan uang rakyat. WH mana gigimu ?????????????

  3. Hendra Koesmara - October 31st, 2009 - 13:32

    sudah saatnya mahasiswa bersatu bersama rakyat untuk menggulingkan pemimpin yg zhalim.

  4. RAMLI - October 31st, 2009 - 14:09

    pajoh laju tgk roh na massa dren ulee di saat nyou

Posting Komentar Anda

Nama
*)
eMail
*)
Website
Komentar


 
Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Kami berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.