Berita
Mahasiswa Minta Rektor Unsyiah Selesaikan ‘PR’
BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Seratusan mahasiswa Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) berunjukrasa di kampusnya, Selasa (30/3). Mereka meminta Rektor Darni M. Daud yang terpilih kedua kalinya menyelesaikan sejumlah pekerjaan rumah (PR) tersisa.
Aksi massa dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) ini mulanya dilakukan di Simpang Galon Darussalam, Banda Aceh, sekitar pukul 11.00 WIB. Mereka memblokir jalan sekitar lima belas menit, sehingga memacetkan lalulintas.
Saifuddin, seorang orator pengunjukrasa mendesak rektor membangun fasilitas belajar memadai di FKIP dan kampus PGSD FKIP Unsyiah di Lampeuneurut, Aceh Besar, dan Setui, Banda Aceh. “Kedua kampus ini sangat tertinggal di segi fasilitas,” kata dia.
Mereka juga meminta pihak rektorat lebih transparan mengelola dana di Unsyiah. Mereka meminta di PGSD Lampeuneurut dan Setui dibangun klinik kesehatan.
Saifuddin mendesak Darni memasukkan tuntutan mereka ke dalam program 100 hari kerjanya. Jika tidak, mahasiswa mengancam akan menduduki Biro Rektorat.
Sekitar setengah jam di sana, aksi dilanjutkan ke Biro Rektorat Unsyiah. Pembantu Rektor III Rusli Yusuf mengatakan akan menyampaikan tuntutan mereka ke Rektor Darni M. Daud.
Menyangkut pembangunan fasilitas di PGSD, kata dia, sudah direncanakan oleh pihak rektorat. “Rencana kami tidak membangun setengah-setengah. Kami akan rombak semua dan ini butuh waktu lama. Inilah sekarang yang sedang kami pikirkan,” katanya.
Usai mendengar tanggapan pihak Rektorat, aksi bubar sekitar pukul 12.30 WIB.[]
Sent from
It's time for a better tablet!
Akses ACEHKITA.COM versi mobile melalui telepon selular, iPhone, BlackBerry, Android, dan tablet Anda di alamat: m.acehkita.com
Tweet
















Le karu ureung cit bak dua peu sagai.
1.beda PENDAPAT (hana sapeu kheun)
2.beda PENDAPATAN (eumpeun prut)
Buat adek adek Mahasiswa pue hana buet laen,gadoeh ngoen unjuk rasa,ureng chik geu yue jak meurunoe koen geu yue buet buet yg hana mamfaat,yg na cit abeh masa ngoen mengganggu jalan dan aktifiti ureng laen,bek that jak ikoet perangai dari pulau jawa,sikit sikit udah unjuk rasa,kita bangsa aceh bukan bangsa jawa kita harus ada ciri tersendiri menyelesaikan masalah,jgn ikut budaya mereka,meunyo bit that hana puah hate keu pemimpin banyak forum forum lain untuk salurkan pendapat atau kritikan apa lg zaman skarang zaman serba canggih dgn internet.
Ingat cut adek,,ureng chik geu poh droe geu banteng tuleng geu mita raseuki agar Cut adek kelak jadi orang yg berguna dan ada masa depan.
saya hrap seluruh mahasiswa di aceh..klau ada masalh selesaikan dng musyawarah,itu yg di tntut oleh agama dan budaya kita…jdi kita tk pyah ikot2 apa yg dprtonton kan olh mahasiswa yg di jkrta..smua msalh bisa dselsaikan dng bijak…
Demo salah satu cara penyampaian pendapat yang dilindungi undang-undang.
kalau Unsyiah berdiri di tempat ,gak maju2
ngapain pilih pimpinan itu2 aja,,pimpinan universitas harus kreatif dalam memajukan
anak didik serta fasilitas yg memadai bagi mahasiwa-wi-semisal komputer dan kemudahan2 bagi mahasiswa
serta gimana cara nya supaya mahasiswa tidak
memberatkan biaya2 nya ,,sehingga mahasiswa kita tidak pusing2 mikir bea kuliah,,,sehingga pikiran mahasiswa dapat terforsir pada tugas2 PR dan mata pelajaran yg mereka pelajari,,..kalau pimpinan tidak mampu memikirkan kepada anak didiknya (mahasiswa/wi) lebih bagus mundur secara terhormat ,,
buat pak darni selamat terpilihnya kembali menjadi rektor unsyiah….
Betul apa yg Ka Lom bilang,demo di lindungi undang2,dan anda bisa berbangga dgn perlindungan yg di berikan oleh pemeritah,di luar Indonesia sangat popular namun sayang terkenal bkn di sbbkan oleh perkara yg bagus tp terkenal dgn aksi2 demonstrasi jalanan yg brutal dan aksi2 teroris,pelawat yg mau datang ke Indonesia mereka pikir dua tiga kali baru datang,buktinya coba anda baca berita “Gubernur sesalkan travel warning PBB”
Demonstrasi merugikan suatu negara,menghambat pertumbuhan ekonomi dan memalukan pemimpin suatu negara,anda liat sendiri Thailand yg berusaha keluar dari pada krisis ekonomi global namun gagal di sbbkan sibuk menguruskan aksi2 pendemo jalanan gk sempat memikirkan masalah ekonomi,dan beberapa bulan yg lalu pemimpin pemerintahan Thailand di malukan oleh aksi demo jalanan yg menggagalkan sidang seasia tenggara,pada waktu itu smua pemimpin negara asia tenggara dtng ke Thailand mau bersidang di suruh balek ke negara masing2 termasuk presiden Indonesia Susilo BY yg baru turun dari pesawat di suruh naik kembali ke pesawat dan tinggalkan Thailand dgn segera.
Sungguh sangat memalukan,.
Kalau bisa bangsa kita bangsa Aceh jgn terikut ikut budaya mereka dan budaya dari Jakarta smua itu merugikan bangsa kita sendiri,bangsa Aceh bangsa bertamadun dan sopan santun maka jikalau ada perkara yg tak puas hati terhadap suatu institusi cari lah cara penyelesaian yg lebih sopan dan tertib.