Berita

Mahasiswa Tuntut Transparansi Unimal

Oleh: - 16/11/2009 - 17:14 WIB

LHOKSEUMAWE | ACEHKITA.COM — Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Front Mahasiswa Universitas Malikussaleh (Unimal) Reuleut, Aceh Utara, menggelar aksi demo dan menduduki Biro Rektorat, Senin (16/11). Pendemo menilai rektorat Unimal tidak transparasi dalam pengelolaan manajamen maupun keuangan.

Demo yang dilakukan aktivis muda tersebut mengundang perhatian kalangan mahasiswa, para dosen serta calon wisudawan yang akan diwisudakan besok.

Isbahanur Jurubicara Front Mahasiswa Unimal, kepada wartawan mengatakan, selama ini pengelolaan kampus Unimal masih jauh dari nilai transparansi dan akuntabilitas di semua sektor.

Dia mencontohkan pengutipan uang pengembangan jurusan bisnis senilai Rp 1 juta dari mahasiswa sebagai syarat pendaftaran ulang serta mekanisme drop out yang tidak jelas.

Di samping itu, kata dia, dugaan penyimpangan dana penyelenggaraan MTQ tingkat mahasiswa, kenaikan SPP, beasiswa perekrutan mahasiswa untuk mendapatkan beasiswa sangat tertutup dan tidak dipublikasikan.

Dia juga membeberkan pengelolaan dana hibah kewirausahaan mahasiswa sebesar 1 Milyar yang tidak transparan serta terjadinya pengutipan uang transportasi, begitu juga dana asuransi mahasiswa dan program Penghijauan (pengelolaan anggaran 2003 s/d 2009)

Di samping itu kelompok mahasiswa ini juga menyorot tentang lambannya pembangunan kampus utama di Desa Reuleut serta memprotes kebijakan rektorat yang memberlakukan aktivitas pembelajaran di tempat yang terpisah-pisah.

Untuk itu Front Mahasiswa Universitas Malikussaleh (Unimal) menuntut pihak rektorat agar segera melakukan pertanggungjawaban serta reformasi birokrasi dan manajemen di tubuh unimal. “Kita akan terus melakukan aksi sampai kampus kami terbebas dari berbagai penyimpangan,” ujar Isbahannur.

Sementara itu, menyikapi aksi demo mahasiswa, Kepala Kehumasan Unimal M. Husen, MR, saat dikonfirmasi wartawan mengatakan, pihaknya akan membicarakan dengan rektor Unimal terkait tuntutan yang disampaikan oleh mahasiswa.

“Karena semua persoalan itu dapat diselesaikan dengan baik, jadi kita bicarakan dulu dengan Pak Rektor untuk mencari jalan keluar,” imbuhnya.

Sebelum melancarkan demo, sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Front Mahasiswa Universitas Malikussaleh menerima ancaman dari pihak rektorat. Senin pagi, surat edaran Nomor 1.435/H45/KM/2009 yang ditandatangani Pembantu Dekan bidang Kemahasiswaan, Bakhtiar, mewanti-wanti agar mahasiswa tak terpancing aksi demo.

Di surat edaran itu disebutkan pelarangan bagi mahasiswa terlibat dalam organisasi yang tidak disahkan oleh rektorat dan dekanat. Jika sejumlah larangan dalam edaran tidak digubris mahasiswa, maka rektorat mengancam skorsing, dilarang mengikuti kegiatan akademik, dan drop-out. []


Slashdot! Netscape! Blinklist! Ma.gnolia! Squidoo! SphereIt! SpURL

Ada 4 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda

  1. Rajaitam - November 17th, 2009 - 20:07

    orba kembali lahir, ajaibnya itu lahir dikampus.
    lewat surat edaran tersebut mhsw dilarang berkarya dan mengangkangi UUD serta konvensi PBB ttg hak dan kebebasan berpendapat, berkumpol dan berserikat.
    mungkin saja MAHASISWA YG BANYAK BICARA AKAN HILANG BAHKAN DI DO DI UNIMAL.
    AKANKAH ITU TERJADI….?
    KITA AKAN MEMBUKTIKAN SAMA2

  2. Raja Puteh - November 20th, 2009 - 18:48

    itulah yang bisa dihasilkan oleh mahasiswa di akhir ujung tahun 2009, bagaikan sisi mata uang, ada positif dan negatif, mereka melakukan aksi di iukuti 20 orang X 15000 = 300 rb, selesai melakukan aksi bakar ban, malam bakar2 ikan, sedangkan ormawa yang diberi mandate oleh mahasiswa telah melakukan pertemuan terbuka dengan seluruh perwakilan mahasiswa menanyakan hal yang sama, tapi aneh tiba-tiba muncul kelompok siluman dikampus tanpa organisasi dengan tujuan merusak citra kampus bahkan ingin mengacaukan wisuda kami, akan kah pengacau liar yang bisa dibayar terus hidup dikampus setelah kami wisuda,???/

  3. Raja kuneng - December 3rd, 2009 - 04:25

    kapah pikiran senior kek gitu ya..?
    bang sy smtr 1 masi, tp sy pikir mereka aksi wajar2 aja, abang aja yg goblok, diam lagi, semestinya anda yg berjuang utk mengajari unimal agar lebih terbuka, bukan malah ketika mereka berekpresi malah anda bilang pengacau liar, anda tu sampah kampus, itu hal biasa dalam negara berdemokrasi makanya baca buku lagi ya bang. kalo ngak tau masalah berarti anda rugi kuliah diunimal

  4. RAJA Geunteot - December 3rd, 2009 - 04:38

    Anda salah satu wisudawan yang sangat tidak berguna, proses belanjar anda sangat idiot….jika pun anda sering mendapatkan satu amplop rupiah dari kerajaan, tapi anda biasa saja janbgan berlebihaN. TENTUNYA ANDA HARUS BELAJAR BANYAK, MEREKA YANG MAU DEMO, JUSTRU MEREKA YANG LEBIH CERDAS DARI ANDA, MEREKA SEDANG BERSIAP DIRI UNTUK JADI DUTRA PERUBAHAN KAMPUS TEMPAT ANDA MEMAKAI TOGA YANG “KATANYA” BERSELEMAK MASALAH.

Posting Komentar Anda

Nama
*)
eMail
*)
Website
Komentar

 
Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Kami berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.