Berita, Feature
Malam Istimewa untuk Zifana [2]
Baca Juga:
Malam Istimewa untuk Zifana [1]
BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Malam kian larut. Hentakan musik house masih membahana dalam suasana remang-remang. Pemilihan Duta Waria Aceh juga diselingi lips singing tiga waria dan break dance. Ada juga tarian diiringi lagu dangdut Trio Macan. Mereka mengenakan pakaian ketat, wajah dihiasi make up yang terkesan menor dan “rambut panjang” menjuntai. Mereka menghentak dan menggoyang tubuh di atas pentas.
Banyak pengunjung waria juga yang berpakaian ketat, wajah mereka dihiasi make up tebal, sehingga “kelihatan lebih seksi”. Ada juga yang mengenakan pakaian long dress berjuntai panjang ke bawah. Beberapa dari mereka terlihat mengenakan jilbab, tapi wajah tetap bermake up tebal.
Menurut Timmy Miyabi, sang panitia, waria di Banda Aceh berjumlah sekitar 150 orang. Mereka yang sebagian besar bekerja di salon kecantikan. Selama ini, mereka tidak pernah diperlakukan kasar atau dideskreditkan karena “bisa menempatkan diri di tengah masyarakat.”Setelah enam finalis terpilih, segera ditentukan tiga pemenang harapan satu, dua dan tiga. Selain itu juga diumumkan waria terbaik catwalk, tapi pada selempang ditulis “cet work”. Untuk kategori waria terbaik make up selempangnya ditulis “met up”. Kesalahan penulisan entah disengaja atau tidak. Tak ada penjelasan untuk itu. Ada juga kategori favorit dan busana terbaik. Kepada mereka semua diberikan selempang.
Tiga finalis yang tersisa adalah Jasmine Mulan Sayuri dari Aceh Selatan, Zifana Letisia mewakili Aceh Utara, dan Joy, asal Aceh Tengah masuk tiga besar. Kepada mereka diajukan satu pertanyaan yaitu apa yang mereka lakukan apabila terpilih menjadi “Miss” Waria Aceh 2010 di tingkat nasional.
Mulan ingin membentuk komunitas khusus yang anggotanya semua waria agar keberadaan waria di Aceh bisa lebih banyak berkecimpung di bidang sosial dan budaya. Zifana ingin mengajak kaum waria Aceh lebih banyak berperan dalam kegiatan sosial kemasyarakatan dan budaya. Sedangkan Joy akan mencoba untuk meningkatkan sektor pariwisata di Aceh.
Setelah bersidang, akhirnya dewan juri memutuskan Zifana (19) terpilih sebagai Miss Waria Aceh 2010. Posisi kedua ditempati Joy dan ketiga adalah Mulan. Ketiganya mendapat piala. Yang jadi pertimbangan penilaian antara lain cara berpakaian, penampilan dan postus tubuh, kecakapan berkomunikasi, wawasan, kepekaan terhadap lingkungan dan kepedulian sosial.
Zifana, yang ditanya wartawan usai penganugerahan sebagai “Miss” Waria Aceh 2010 mengatakan, dia akan berusaha untuk mengharumkan nama dan mempromosi budaya Aceh di tingkat nasional.
“Saya akan buktikan bahwa waria Aceh dapat bersaing di tingkat nasional,” kata dia, yang mengaku saat ini tercatat sebagai mahasiswa semester tiga jurusan keperawatan sebuah universitas di Banda Aceh. Di samping kuliah, sehari-hari Zifana bekerja sebagai penata rias pengantin. Tapi, dia menolak menyebut nama universitas tempatnya menimba ilmu pengetahuan.
“Kuliah dirahasiakan, pokoknya universitas ternama di Banda Aceh,” kata Zifana, yang mengaku tak mengalami kesulitan bergaul dengan lingkungan sebab dia bisa membawa diri kendati keluarganya masih belum bisa menerima dengan keadaannya sebagai waria.
“Di kampus, saya berprestasi cukup bagus. Jadi teman-teman tidak ada yang berani melecehkan. Bahkan mereka bangga dan sopan pada saya. Mereka tahu, saya waria,” katanya.
Menyinggung pemberlakuan syariat Islam di Aceh, Zifana menyatakan dukungannya karena dia mengaku tak merasa terganggu. “Waria di Aceh bisa menempatkan diri pada tempatnya. Mereka tidak melakukan hal-hal negatif. Mereka semua punya pekerjaan,” katanya.
Menyangkut Qanun Jinayat, waria yang terus tersenyum karena berhasil meraih penghargaan terbaik di malam istimewa itu, menyatakan akan melihat perkembangan. Bila perlu, akan dilaksanakan pertemuan khusus waria Aceh untuk membicarakan masalah tersebut guna menentukan sikap.
“Sekarang sebenarnya was-was juga, tetapi nanti akan bikin forum khusus untuk mencari jalan tengah,” katanya.
Dalam Qanun Jinayat yang telah disahkan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh, September lalu, disebutkan bahwa pelaku homoseksual dan lesbian diancam hukuman 100 kali cambuk dan denda 1.000 gram emas murni atau penjara paling lama 100 bulan.
Tetapi, qanun itu belum bisa diimplementasikan karena Gubernur Aceh Irwandi Yusuf menolak menandatanganinya. Salah satunya, belum ada kesepakatan bersama antara eksekutif dan legislatif Aceh, terutama menyangkut hukuman rajam sampai mati terhadap pelaku zina yang telah menikah. Qanun itu juga ditentang aktivis pembela hak asasi manusia dalam dan luar negeri.
Kritikan agak keras disuarakan Timmy Miyabi, karena “masih banyak persoalan lain yang harus dikerjakan pemerintah daripada hanya sekadar melakukan razia wanita berpakaian ketat dan jilbab.”
“Bagusnya urus dulu lapangan pekerjaan, pengangguran atau masalah lain yang menyangkut hajat hidup orang banyak daripada mengurus urusan pribadi orang, karena semua orang berhak mengekspresikan kepribadiannya,” katanya, sambil menyulut sebatang rokok.
Menurut Timmy, ketika mengurus izin ke MPU, dia jelaskan dan berharap supaya diberikan “satu hari istimewa dalam setahun” kepada kaum waria di Aceh untuk menggelar event akbar itu. Akhirnya, malam istimewa pun terwujud dan menjadi milik Zifana. []
Sent from
It's time for a better tablet!
Akses ACEHKITA.COM versi mobile melalui telepon selular, iPhone, BlackBerry, Android, dan tablet Anda di alamat: m.acehkita.com
Tweet

















[...] Baca Juga: Malam Istimewa untuk Zifana [2] [...]
”Mengapa kamu mendatangi jenis lelaki di antara manusia dan kamu tinggalkan istri-istri yang dijadikan oleh Tuhanmu untukmu, bahkan kamu adalah orang-orang yang melampaui batas.” (QS. Asy-Syu’ara [26]:165-166)
“Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki, bukan perempuan kerana memuaskan nafsu syahwat kamu. Bahkan kamu kaum yang jahil.” (an-Naml:54-55)
“Akhirnya mereka pun dibinasakan oleh letusan suara yang menggempakan bumi, ketika matahari terbit. Maka, Kami jadikan negeri kaum Lut itu tunggang-terbalik dan Kami hujani atasnya dengan batu dari tanah yang dibakar.” (al-Hijr: 71-74)
Nabi Muhammad bersabda, maksudnya: “Perkara yang paling aku takuti menimpa ke atasmu adalah perbuatan kaum Luth. Dilaknati mereka yang melakukan perbuatan seumpama kaum Luth.” (Hadis riwayat Ibn Majah, at-Tirmidzi dan al-Hakim)
Lain lagi dengan Carla, 20, wakil dari Aceh Besar, saat ditanya kaitan antara kemiskinan dan korupsi. Dengan enteng, ia menjawab, “Kalau kemiskinan tidak diterapkan, maka korupsi tak jalan.” HA HA HA..Ceukok Prut Lon Khem Hua Hua
pluk, le that ka tepeu hadist lagoe? pat kajak beut? ato ka kalen bk kitap nyoeh?
Wah…..
Pasti adu pedang tuh…..
kapan lagi acaranya? eike mau ikutan
=))
yue jak sikula ilee beu beutoi,peu jak ikot kontes2 hana meupeu cap…
la ilaha illa Allah…
Miss-Missan… apakah tidak ada cara yang baik untuk memajukan Aceh?? mana ni, aktivis perempuan Aceh?? nggak malu tuh perempuan Aceh dipermalukan. baju adat kok dipake pria kekar. hahhahaha
kami tidak pernah melihat si timmy masuk ke kantor MPU. kurirnya mengirim surat pemberitahuan acara penggalangan dana peduli sosial busaya aceh. Arahan dari MPU setiap acara disesuaikan dengan syariat Islam. Tidak pernah ada izin konser waria. haram hukumnya.
kami tidak pernah melihat si timmy masuk ke kantor MPU. kurirnya mengirim surat pemberitahuan acara penggalangan dana peduli sosial budaya aceh. Arahan dari MPU untuk setiap acara disesuaikan dengan syariat Islam. Tidak pernah ada izin kontes waria. haram hukumnya. mereka harus minta maaf dan diumumkn dimedia.
Halah…
Kok musti ribut2…
Biar aja mereka situ…
Kan mereka jga berhak mengekspresikan diri…!
Urusan dosa, tu urusan masing2… Jgn sok tao dgn apa yg akn terjd di akhirat nanti…
Macam dah pernah mati aja kalian…
Wahai saudaraku yang bencong dan waria, segera lah bertobat kpd Allah, krn azab Allah sangat pedih. Jangan kotori lagi bumi Aceh yg sudah basah oleh darah pejuang yg syahid pd masa perang belanda, sadar lah perbuatan yg dilakukan itu sangat hina, segeralah bertobat sepertiku, mohon ampun kpd Tuhan, krn Allah maha pengampun.
MPU Banda Aceh sdh membantah di harian koran acehkita, kalau sebenarnya para ulama sdh ditipu oleh si Timmy, dengan dalih kegiatan sosial padahal kegiatan kontes waria, begitulah kaum yang membenci islam mereka bertindak dengan segala cara termasuk menipu ulama.
Tolong kampus yg bersangkutan meninjau kembali status waria yang kuliah disitu, ditinjau kembali krn si waria angga sdh menghancurkan syariat islam di aceh.
Ehem….ehem….. ya Allah sadarkan lah kaum nabi Luth itu, singkirkan mereka dari bumi aceh ini. Kami mohon ya Allah ya tuhanku. berikan kami kekuatan untuk memulangkan mereka dari tanah serambi mekkah ini. apa pun kehendakmu kami ridha ya tuhanku, peringatkanlah kaum waria itu dengan kebesaranmu.
Ehem….ehem….. ya Allah sadarkan lah kaum nabi Luth itu, berilah mereka hidayah Mu. Kami mohon ya Allah ya tuhanku. berikan kami kekuatan untuk memulangkan mereka dari tanah serambi mekkah ini. apa pun kehendakmu kami ridha ya tuhanku, peringatkanlah kaum waria itu dengan kebesaran Mu.
Oke lah kalau begitu….
Lantas bagaimana buat kedepan
apa mesti menunggu tahun depan lagi ketika RRI kembali menggelar Kontes Waria….?
ternyta RRI yg tlah banyak menarik banyak pendengar masih buta hukum juga yah … gak jelas RRW eh RRI …sorry
Media Aceh Kita sama sekali tidak punya sensitivitas didalam menuliskan berita ini, ini contoh dan bukti nyata diskriminasi terhadap waria bahkan dilakukan oleh Media. Pemberitaan model ini kembali menempatkan Waria pada posisi yang rendah, ada banyak sekali hal positif yang bisa anda beritakan, tetapi sama sekali tidak diberitakan misalnya: teman-teman waria berkunjung ke Panti Asuhan dan menyantuni anak yatim. Rendahnya pengetahuan dan kapasitas waria yang terefleksi dari jawaban-jawaban mereka merupakan bukti nyata bahwa akses mereka kepada pendidikan dan kepada informasi tidaklah segampang masyarakat lainnya, yang membuat saya heran adalah penulis berita ini memberitakan hal tersebut seolah-olah itu lucu. Sungguh miris jika media alternatif yang selama ini menjadi harapan untuk membangun opini publik selain media mainstream tetapi mindsetnya seperti ini.
Saya berharap AcehKita dapat mempertimbangkan untuk merevisi bunyi berita ini, dan menunjukkan netralitasnya sebagai media, terima kasih.
aku setuju dgn toni.klo media udah melakukan hal2 yg membuat dan merugikan seperti aceh kita ini.bagaimana orang bisa percaya dgn media klo sudah mendiskriminasikan beberapa golongan.hai tmn2 jurnalis kelakuan teman acehkita ini jgn diikuti krn masyarakat bakal mengecam kelakuan jurnalis ini.jadi skrg siap2lah pemberitaan yg dbuat oleh aceh kita ini bakal disomasi krn kalian membuat keruh suasana.dgrlah tmn2 jurnalis media yg lain mulai mengadakan pertemuan utk membahas bagaimana penulisan berita yg baik tanpa ada stigma dan diskriminasi jgn berfikir keuntungan saja lht dampak negatifnya.
Srd. Toni,
Saya kira tidak ada apa yang perlu direvisi di Acehkita. Masyarakat sudah begitu memahami arah tuju waria2 tersebut. Tidak perlu mengelabui mata masyarakat lagi dengan memberikan kredit atau detail dan kebaikan sosial yang mereka jalankan seperti berkunjung ke Panti Asuhan.
Saudara harus bisa mengerti, reality di Aceh itu tidak sama seperti di tempat lain, di Aceh kabar yang bertiup mengikut arah angin itu lebih kencang dan akurat. Jadi untuk mengcreditkan waria tersebut tidak ada artinya sama sekali. Tidak ada apa yang perlu direvisi lagi di Acehkita. Event miss waria dan Miss Aceh yang lalu, itu tidak lain selain untuk untuk menyudutkan para ulama Aceh dan Syariatnya.
Memanipulasi izin mpu banda aceh, menipu ulama? Hebat juga mereka ya.
Memanipulasi izin dan menipu mpu banda aceh, hebat juga mereka.
manusia sekarang semua pada ngerasa sok sempurna,.,. seandainya diantara seluruh waria tu da keluarga ato sodara xan gemana.,.
mikir dunk,, mana da manusia yang mau di ejek,, mereka sama seperti kita semua,,.,.,
sama2 makan nasi, bernyawa satu,.,.
sooo,, dan ingat bukan hanya waria aja yang merusak sariat islam..,
Apa tidak cukup dengan peringatan TSUNAMI kemaren ?
nah si kapluk kelihatan bgt otaknya yg keras.krn mulai dari kmarin kerjanya menghujat org.mari kita doakan agar sikapluk ini cepat dlenyapkan dari muka bumi,dia ngaku nya ja berjuang di jalan ALLAH,krn sbnrnya perbuatan si kapluk ini sgt dbenci ALLAH krn bersembunyi dgn topeng agama.ALLAH benci skali dgn org yg menghina dan menghujat.krn lebih baik waria dari pada sikapluk yg otaknya berisi cuma utk menghina dan menghakimi org.
ken kadimeudawa lom, han ek talo sagai si toninyo
Ya iyalah masak saya harus diam
itukan yang anda mau, saya siap berdiskusi tidak hanya disini, saya tantang anda untuk berjumpa langsung dan berdiskusi, kalau memang anda pintar dan berani
tapi sepertinya tidak
Hari ini waria2 tersebut inginkan “right” untuk bisa bersosial di bumi serambi Mekah. Tidakkah kita pernah mengerti dan melihat didunia barat dimana kaum2 waria hari ini mereka sedang berjuang dan menginginan “right” untuk berkahwin sesama jenis kelamin?? Tidakkah kalian semua berfikir hal seperti suatu hri nanti akan terjadi juga di Aceh??
Hari ini waria2 ini ingikan “hak” untuk bersosial, besok dan lusa, mereka inginkan “right” untuk berkahwin sesama jenis. Na’uzubillahi min zalik. Ya Allah jauhkanlah bala ini dari bumi Syuhada, seuramoe makkah.
sampai akhir zaman kaum nabi luth ini akan terus ada, sampai Allah SWT melenyapkan kita dari muka bumi ini. kawan-kawan marilah bertobat, sebelum napas di ujung dan pintu tobat untuk kita ditutup.jangan samakan aceh dengan negara kapitalis yang melegalkan keberadaan waria, semua punya andil ketika Allak SWT Murka, mka lebih baik intropeksi diri masing-masing. dengarrkan uloama karana mereka adalah penurus seruan Nabi. jangan pada saat bumi digoncang baru kita sibuk mencari mereka. INGATLAH CUKUP SEKALI AZAB ALLAH SWT MELALUI TSUNAMI.ALLAH SWT BERFIRMAN BERSYUKURLAH ATAS NIKMATKU MAKA AKAN KUTAMBAH-TAMBAH, TAPI JIKA ENGKAU KUFUR MAKA AZABKU SNGAT PEDIH
Lucu
Kan bagus kalau mereka menuntut hak untuk menikah (berkahwin??) daripada berzina kan malah dosa
Ternyata pintar sekali pemikiran lelek Toni. Anda bilang kalau waria2 menuntut hak untuk berkahwin sesama jenis kelamin lebih baik, agar mereka tidak berzina. Adakah ini artinya kaum Nabi Luth (waria2) yang berkahwin sesama jenis itu lebih baik dari penzina?
Dan anda bilang juga di Medan banyak waria2 tapi kenapa nga kena tsunami. Ingatlah azab Allah ta’ala pasti akan ada, tidak perlu angkuh dan sombong.
Ternyata jelas sekali arah tuju pemikiran anda, mbah Toni. Saya sangkakan anda begitu profossional ketika mengkritik Acehkita untuk lebih pro.
Sayang sekali, pemikiran2 kemunafikan seperti andalah yang membuatkan orang2 Aceh ingin Merdeka.
Agam: Jaka sembung
(saya gak usah capek-capek mikir untuk mengkaunter argumen anda yang dangkal)
nyoe untuk agam…
HAI AGAM EH MALAM
ACEH KITA JADI LAKU YAAAAAAAAAA BIASANYA……??
lucu2 n seru, jd mau ikut klu ada diskusi langsung.
Mbak Ton, jgn mimpi ya bisa ngibul ulama lagi utk sekadar cari sensasi.
Lek Ton, mbak Lek Ton, dari mana anda dapat pemikiran spt itu? Terus kalau laki-laki kawin dengan laki-laki, waktu be ol bisa mencret tuh, oh ya mbak Ton, apa mereka gay yg nikah itu bisa melahirkan juga? ah lelucon yg sangat lucu mbak Ton.
biarkan orang berekspresi.. mereka juga manusia.. aku pikir, kawan-kawan waria yang sudha berpendidikan, harus ngajarin kawan-kawna waria yang kurang pengetahuannya karena mereka segan belajar formal, sebab selalu diejek dan dihina oleh orang-orang yang belum tentu juga bakal masuk surga karena mereka berorientasi sex lebih jelas..
si tony sok tau, sok berpengetahuan, padahal SD aja gak tamat,,
HIHIHIHI..ampuuun dech….yang salah tetep salah yang bener2 tetep bener lah…TOLONG YA MASING2 INGAT..’BERKIBLATLAH PADA KEBENARAN TUHAN’ JANGAN HANYA KARENA MENUHANKAN NAFSU ‘ KALIAN MEBAWA NAMA TUHAN, MENGATASNAMAKAN HAM’
NGAK KEBAYANG GENERASI SELANJUTNYA GIMANA…
Sebenarnya acara ini sama sekali tidak ada manfaatnya bagi rakyat indonesia dan rakyat aceh khususnya.karena bisa memperbanyak waria selanjutnya di thn yg akan datang..
waria2 yg ada di aceh bertaubatlah, ingat azab allah sangat pedih.
hanya satu kata.sangat di sayangkan kini MPU telah hilang fungsinya!!! jangan hanya duduk dan diam tapi lakukan sesuatu. kaum waria harus tetap kita akui keberadaan mereka di di tengah2 masyarakat bukan harus di basmi.mereka juga manusia yang harus di hormati dan di akui komunitasnya.tapi pencarian identitas bukan begini caranya.itu tidak sesuai dengan kode etik buday aaceh.pesan ini di sampai kan khusus kepada bapak2 yang duduk di MPU.. buka mata hati kalian.jgn hanya makan gaji doank!! wassalam
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a, ia berkata, “Rasulullah saw. melaknat para laki-laki yang menyerupai kaum wanita dan wanita yang menyerupai kaum laki-laki,” (HR Bukhari [5885]).
Terlepas siapa yang kena. kalau kita mengaku Islam, sudah pantasnya kita mengakui mana yg salah dan benar. bukan karena ada saudara lantas kita memberi toleransi (padahal jelas sabda nabi, mengatakan itu salah).
Iwan, kajak mita boeh sidoem lam pageue, pu kah kawom nabi Luth ciet?
SALAM SEJAHTERA UNTUK SEMUANYA……
hai syedara loen ban-ban dum…bek na dawa,bekna pake…” sepertinya teman semua sudah buta, lihat ? sekarang teman2 sibuk mengurus waria2 gila itu kita bertikai yang mungkin tak ada hubungan family sedikitpun.apa ngak lebih baik kita kita serahkan kepada mereka2 yang punya tugas untuk mengurus orang gila itu…mari kita semua Do’akan Agar kelak semua para WARIA akan Kembali ke jalan Allah SWT.Aminnn