Berita

Mukhtar Masih Diperiksa di Polda

Oleh: Radzie - 17/03/2010 - 14:31 WIB

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM — Mukhtar Ibrahim alias Mukhtar al Faruk yang menyerahkan diri ke pihak Kepolisian Resort Kota Lhokseumawe kemarin sore diboyong ke Markas Kepolisian Aceh untuk pemeriksaan lanjutan. Polisi masih menelusuri kemungkinan keterlibatan Mukhtar dalam jaringan kelompok yang mengadakan latihan militer di Jalin.

Kepala Divisi Humas Polda Aceh Komisaris Besar Farid Ahmad Saleh membenarkan bahwa Mukhtar berada di Polda Aceh untuk pemeriksaan. Saat menyerahkan diri kepada polisi di Lhokseumawe, Mukhtar didampingi oleh Teungku Muslim Attahari, pimpinan Dayah Darul Mujahidin.

“Teungku Muslim tidak ditahan. Beliau hanya menemani,” kata Farid kepada acehkita.com, Rabu siang.

Menurut Farid, polisi masih memeriksa dugaan keterlibatan Mukhtar dalam kelompok yang mengadakan pelatihan paramiliter di Jalin. Namun ia memastikan bahwa Mukhtar tidak termasuk dalam daftar 14 buronan kelas kakap yang diburu polisi.

Mukhtar merupakan sekretaris Dayah Darul Mujahidin, yang terletak di Desa Weu Panjoe, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe. Berdasarkan pemeriksaan awal polisi di Lhokseumawe, Mukhtar kemudian angkat bicara soal senjata yang dimilikinya.

Polisi kemudian menyita sepucuk M-16, 3 pistol colt dan lebih dari 1.000 butir peluru.

Ketua Front Pembela Islam (FPI) Aceh Yusuf Al-Qardhawi mengatakan, Mukhtar menyerahkan diri setelah dibujuk oleh Teungku Muslim Attahiri, yang juga sekretaris FPI Aceh. “Kita siap memfasilitasi anggota kelompok teroris yang ingin menyerahkan diri,” kata Yusuf kepada wartawan di Mapolda Aceh, Rabu.

Bersama keluarga Teungku Muslim Attahiri dan Mukhtar, Yusuf mendatangi Mapolda Aceh untuk menemui Muslim dan Mukhtar. Namun hingga siang tadi, mereka tidak diperkenankan menemui Mukhtar dan Muslim.

“Kita kecewa, kenapa Teungku Muslim juga ikut dibawa ke sini,” kata Yusuf.

Menurut Yusuf, senjata yang dimiliki Mukhtar merupakan titipan dari Maulana, anggota kelompok bersenjata yang berhasil melarikan diri dari pengepungan aparat di Jalin dan Lamkabeu. “Tapi Mukhtar tidak mengikuti pelatihan di Jalin,” tandas Yusuf. []

------
Sent from

It's time for a better tablet!

Akses ACEHKITA.COM versi mobile melalui telepon selular, iPhone, BlackBerry, Android, dan tablet Anda di alamat: m.acehkita.com



Slashdot! Netscape! Blinklist! Ma.gnolia! Squidoo! SphereIt! SpURL

Ada 10 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda

  1. Chandra_MH - March 17th, 2010 - 20:12

    yah teroris sudah mulai berkurang sdh di tangkap satu persatu..tinggal kasus mark up,tak jelas lg DPRA minta uang inspirasi 10 milliar,banyak kale masalah anggaran tak selesai…pusing pak tgk wandi neh…Muhtar biar saja diperiksa kita cari kasus2 besar yg ingin merampok uang rakyat aceh…

  2. manoek agam aceh - March 17th, 2010 - 22:47

    chandra lagei teroris siet nya,,,,,,,,,,,,,pat tinggai lawoet nyoe tgk chandra pue di jalin jantho,,,,,,padub krek treuk na senjata di aceh ,,,,,,,,,panglima chandra,,,,,,,,,dan padub droe treuk na aneuk buah droe keuh di aceh,,di dlm gle

  3. asoe nanggroe - March 18th, 2010 - 01:21

    hai dgr dulu klian,,baik2!
    ini pidato bapak president baru dan kenegaraan baru,,,
    anggap saja negara indonesia udah punah dech,,kepada penduduk negri sekalian ,,
    hari ini kita rayakan kemerdekaan negri kita yg baru bernama nusantara,,dan kita telah rebut semua harta kekayaan indonesia,,yg bodoh dan bego itu ,dan kita terlalu lelah sudah menjadi warga negara indonesia aram jadah itu ,,semenjak kita lahir langsung huru hara ,,miskin ,bego,,harta kita di rampas oleh penguasa,,,kalo mau minta dikit ,,mereka bawa tentra dan kita di jdkan sasaran tembak ,,kalo udah aman dikit,,mereka buat ulah lg,,akhirnya kita hanya melihat para serdadu berkeliaran di mana2,,mrk buat operasi2,operasai sepanjang masa,,dan selalu kita yg jadi korban tembak tanpa ada pengadilan ,,, kita tidak bisa hidup aman dan tentram di bawah pendusta indonesia,,,,sekarang kita udah berhasil kita racun penguasa dan koruptor mereka hingga mati semua,,bala tentra mereka juga sudah punah,,
    dan kita abadikan saja nama indonesia pembawa sial itu di WC umum,,,,merdeka-merdeka-merdeka,,warga nusantara yg tercinta,,,,tdt president nusantara,,hehe..

  4. Ureung Awam - March 18th, 2010 - 05:50

    Saba…saba,bek emosi.Guna bahasa yang jroh-jroh rakan meutuah,bah leumah bak donya bahwa ureung Aceh adalah bangsa yang meumartabat dan berakhlak mulia.

  5. langkubee - March 18th, 2010 - 07:22

    tembak maati aja semua teroris biar kapok…. I hate teroris.

  6. Nizam - March 18th, 2010 - 07:57

    Di sblek cermin c candra kta tau pasti spa dalang wyang kulit sbnar…

    Hri ini isu terorist di sblek milisia yg tk brpuas hti hsil di era slpas pnanda tnganan MOU HELSINKI…

    Esok hri isu koruptor pra plaku jlas di tuju pda pra combatan…

    Trbukti c candra tk brpuas hti ngn ke adaan aceh kini andai kta anda bnar kmi hebah kn smua hsil dlm negri tuk mreka pra koruptor dri bgsa kmi krn kami tk mrasa rugi ap2

    fisik bgsa kami tk trgugat.spatu mhal kami tuk alas brtapak di bumi bkn tuk mnendang kaum yg lemah…senjata kmi ttap utuh ia sbilah rencong pusaka indatu yg bkn wt mnakut2i rakyat

    biarlh kami di bego kn olh org bijak dri bgsa kami dripda kami di prhamba olh pmimpin2 yg lbih korup dri glongan anda…

    Yg kami prlukn kbebsn bkn uang krn kami tau jln mnuju pntu kmewahn…

  7. jamal - March 18th, 2010 - 14:31

    asoe nanggroe memang bicara suka asu.. bicara seenaknya udel dan menghayal yg bukan-bukan. urus saja diri dan keluarga dengan nafkah yang halal jangan berkutat dengan kebencian. Indonesia selalu ada disini, ada atau tidak ada orang seperti kamu

  8. asoe nanggroe - March 19th, 2010 - 00:18

    trima kasih atas ureung awam ,,atas nasehat nya ,,sebenarnya aku tidak bermaksud mengeluarkan kata2 kotor,,di publik media ini
    namun karna emosiku melihat tingkah polah
    pemerintahan indonesia memperlakukan rakyat awam,,aku harus katakan apa adanya,,terlepas aku dikatan orang yg tak ber etika,,itu tidak penting bagi ku,,,,namun perlu di ketahui oleh pengelola negara indonesia,,
    rakyat indonesia sudah muak dgn cara2 pemerintah yg penuh penipuan dan selalu yg menjadi sasaran korban rakyat biasa,,,,politik yg di jalankan hampir sama seperti kerajaan FirĂșn ,,rakyat korban gampang saja tuduh teroris tanpa ada pengadilan ,,,,masalah yg terjadi di jakarta
    buang isue ke Aceh,,dgn dalih teroris dan segala macam dugaan2 ,,yg tak beralasan,,akhirnya kita rakyat aceh juga yg kena sasaran tembak serdadu-serdadu indonesia,,,mereka di jakarta membangun istana2 (rumah mewah) tak ada yg bisa tuduh ini dan itu,,hasil bumi dan hutan di babat habis di angkut ke jakarta dan yg kaya jelas bandit2 jakarta atas nama memperttahankan NKRI,..kan lebih bagus negara kita bubarkan
    dari pada kita di daerah2 makan taik ,,dan rakyat di bunuh begitu saja..kenapa kita harus akur dgn pembohong,,

  9. ayawa koeh taku ureueng - March 19th, 2010 - 10:31

    Saba rakan mutuah. Si chandra nyan memang ka di sken utk pugoet karu di Aceh, jih kdg hana puas wate di medan perang dile. Bek teupanceng rakan.

  10. sumantok - March 20th, 2010 - 13:24

    you…………all right body.

Posting Komentar Anda

Nama
*)
eMail
*)
Website
Komentar


 
Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Kami berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.