Berita, Warga Menulis
Negeriku Kadang Lebai
FENOMENA negeri ini yang terus diliputi isu dan wacana, bahkan sampai masalah serius pun, kadang tak urung rakyat bersikap pesimis terhadap bangsanya sendiri. Tidak pelak, fenomena lain juga timbul seiring waktu berjalan dengan umur kedewasaan bangsa Indonesia yang telah memproklamirkan kemerdekaannya yang sudah lewat dari setengah abad ini –untuk membuktikan sebuah bangsa yang besar dan bermartabat serta terbebas dari atas segalan penindasan dan penjajahan bangsa luar.
Kembali pada sebuah kosakata yang belum terakreditasi pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), yakni kata “lebai”. Mungkin ada banyak orang mengenal kata tersebut dengan tulisan lebai, namun ketika kata kunci (keyword) ini dicari pada mesin pencari akan dirujuk pada sebuah kata yang bertuliskan lebay. Yang penting dari kata tersebut adalah dari artinya yang mencoba tetap merujuk pada satu hal yang sama, yakni bermakna berlebihan atau membuat sesuatu/hal untuk dibesar-besarkan apa pun itu konteksnya.
Mengaitkan dua hubungan antara negeri dan kata lebai memang bukan sesuatu yang tidak mungkin, dengan berbagai realitas yang ada disekitar kita. Saya mengira kata itu cocok dengan kondisi yang ada saat ini. Lebih rinci kita bisa melihat lebih dalam, dan tidak mungkin mengeneralisir kata-kata pada semua aspek kehidupan. Satu hal yang mungkin akan tercermin adalah pada rasa nasionalisme.
Kebanggaan yang telah terpupuk sejak dulu, sejak Indonesia menjadi negara yang diakui oleh negara-negara dari bagian benua Asia tidak pernah begitu ’diremehkan’ seperti saat ini, hutang negara, kasus korupsi, sampai kasus yang makin menjadi-jadi, seakan raungan ’macan Asia’ yang dulu ada dan dibanggakan kini telah mulai pupus sudah. Walaupun tidak semua hilang, namun semangat rakyatnya kian terlihat dan menjurus diberbagai penjuru negeri ini berdiri, dari sikap inilah kelihatan lebai-nya negeri ini. Tidak selalu harus merasa terpojok pada aturan yang terus terkekang pada pemangku kepentingan, tidak selalu harus mengkritik para petinggi negara, namun bisa menjadi rakyat yang tahu akan mindset untuk berpikir solutif selain kritis.
Mencoba mengingat kembali, apa yang pernah dikatakan oleh seorang patriot bangsa yang mencoba untuk terus menjaga bangsa ini yang diakui memiliki kekayaan laut yang begitu luas, sebenarnya bisa jadi tolak ukur untuk kita bisa menjadi orang yang peduli dengan nasib bangsa ini.
“..jika kau tanya apa jasaku, akan aku jawab tidak ada. Jika kau tanya apa baktiku, akan aku jawab tidak ada. Aku hanya melaksanakan kewajiban, tidak lebih tidak kurang. Bahkan bendera Viktory yang kukibarkan bukan pula bendera pahlawan, tetapi hanya bendera kewajiban yang akan tetap kunaikkan..” Itulah sepenggal kata dari Komodor Yos Sudarso.
Jika sekilas kita melihat semangat yang telah dikatakan oleh Yos Sudarso, memang berada dalam konteks menjaga tanah air dari pengaruh luar, namun jika seksama merujuk pada satu prinsip yang ada yakni kewajiban menjaga negeri ini dari pengaruh yang berdampak merosot.
Mengutip apa yang pernah ditulis oleh Moch. Tohir dalam tulisannya ”Terkikisnya Jiwa-jiwa Nasionalisme”, ada satu paragraf yang disandangnya sebagai pijakan negeri ini untuk mengerti dengan kondisi yang dialami saat ini, yakni ”Di saat kondisi bangsa Indonesia yang seperti ini, seharusnya bangsa Indonesia tidak perlu jauh-jauh mencari kambing hitam ke sana ke mari tanpa ada solusi yang jelas. (Kabar Indonesia, 8 Januari 2010).
Tidak begitu lebai jika kata-kata demikian mampu membuat kita, bangun dari zaman globalisasi seperti ini. Atau mungkin kita hanya bisa menjadi generasi 3F (fashion, food, fun) seperti yang pernah diutarakan oleh Sumbo Tinarbuko dalam tulisan ”Menjadi 100% Indonesia”.
Semoga tulisan ini jadi sebuah pengingat massal untuk negeri ku ini, jika anda tahu arti dari ungkapan 3F, sungguh kenyataan itu telah merongrong negeri ini jatuh kedalamnya. Mari mulai dari diri kita, dengan hal yang kecil bisa kita lakukan pada lingkungan yang ada disekitar, tidak selalu mengeluh dan hadapi perubahan global untuk bisa lebih cinta pada negeri ini. Sehingga generasi yang lahir pun tidak ikut lebai searah perubahan yang akan datang nantinya.[]
*) Aulia Fitri, Mahasiswa Universitas Indonesia. Pengasuh blog http://samanui.wordpress.com.
















always your nation forever,…,.
negerimu untukmu(indon), negeriku untukku dan negeri kami untuk kami( Aceh)..
h..h…butoi that caca,tulisan di atuek di tujukan untk nkri,tanyo sbgai bngsa nkra tak prnah brhasil djjah orng tak trmasok dlm tulisan di atas..
jamal,,,jgn lebay pleazzzzzzz
kita tak pernh berhasil di jajah tapi sebetulnya kita yg tak sadar sudah lama kena jajah,tuk raja rimba.
Jgn chauvinis…. Ah…. !
Kok semua koment pada ikutan lebay seh …..?
Peace Man !
Teungku2 bandum, tanyoe ureueng Aceh hana tom keunong jajah. Nek tu tanyoe neulawan kaphe2 nyang dijak cuca naggroe tanyoe. Bek sagai2 jitamong idelogi Indonesia, dijak peugah tanyoe keunong jajah 350 thon. Nyan salah!
Betoi that nyan hai rakan Hokaritu,Belanda pun akui bahwa sudah berhasil taklukkan seluruh Indonesia kecuali ujung paling barat yaitu Atjeh,Pada kemasukan Belanda yg ke dua setelah Jepang keluar,pada waktu itu di smua bandara di Indonesia rakyat Indonesia bersorak dan tepuk tangan sambut kemasukan Belanda kecuali Atjeh,Belanda di Atjeh di sambut dgn senjata,parang,pedang,rencong,bambu runcing dan tombak,
Setelah Belanda masuk,SUKARNO pada waktu itu berjumpa dgn petinggi Belanda menyatakan hasrat Indonesia ingin berdiri sendiri namun Belanda menolaknya dgn alasan rakyat Indonesia msh memerlukan kehadiran mereka,buktinya waktu mereka tiba di bandara smua rakyat indonesia yg hadir di bandara menyambutnya dgn meriah,SUKARNO menjawab tdk smua rakyat Indonesia menyambutnya dgn meriah,dan Sukarno menunjukkan foto bukti peperangan rakyat Atjeh menentang ketibaan Belanda,dan Belanda menyatakan melepaskan dan membenarkan Atjeh berdiri sendiri namun kesilapan nektu2 kita masa lalu yg terlalu percaya dgn kata2 dan janji manis Sukarno maka Atjeh masih di bawah Indonesia.
tamuelake bah ALLAH,aceh nyoe bue bagah lue bak indo jawa,saleum kue mndum rakan…..
tolong utk wartawan aceh kita,ada indikasi pelangaaran Juknis DAK 2010 dimana mantan Kasubdin,Kadinas ,dan pejabat UPTD Dinas Pendidikan bermain dengan mengarahkan ,intervensi sekolah penerima DAK 2010(SD) utk mengambil produk pada produsen tertentu,yakni ke cv bahagia Group.info bisa dilacak ke sekolah2 penerima DAK..data sekolah anatara lain,SD Dham cekok,Dham Lubuk,Leupung 26,Lamkunyet,Uleepaya dll
Catatan Tambahan…..yg dimaskud diatas..utk Kab Aceh Besar.
hahaha.
Orang indonesia saya lihat pelan2 udah mulai bangkit dari keterpurukan. justru saya lihat orang aceh yang masih bergelut dengan keterpurukan sampai saat ini. Siapa dulu yang genit mengundang jepang datang ke Aceh? dan kemudian merekrut pemuda2 aceh untuk jadi tentara jepang, orang aceh sendiri. Dan siapa dulu yang mau menyatakan diri bergabung dengan Nkri di bawah pimpinan sukarno? juga orang aceh sendiri, walaupun sukarno yang meminta, semstinya kita jangan mau dong, jadi jangan salahkan nkri, orang aceh sendiri yang lebay, pingin disebut pahlawan, ya, terima aja nasib dari keteledoran tersebut. kalau dipekir2, justru orang aceh sendiri yang lebai, karena sok pahlawan mengumbar emas dan pesawat untuk Nkri, padahal saat itu aceh sendiri kan belum makmur, karena baru saja hancur2an akibat diperangi belanda. Tanda2 orang lebay, ya begitu, terlalu cepat besar kepala dan merasa diri hebat mau melindungi orang, padahal ekor sendiri masih terjepit. hana meupeu cap. cok nyan.
zaki kah aneuk gelantei tak,,jeheud thai akai kah aneuk bajeung jawa kajak woi u jawa keudeh bek kaduek le di aceh nyo,,katuòh saòh han mebacut tntang sejarah kajak marit lagei akai jawa budok,,,pui ka di jok aneuk ted jawa keukah,,menyo han hana mgkin kah dengki kessama ureung dro geutanyo,,,,, dasar pgkhianat,,cuwàk paleh,,,
oùt gereuhòk lam broet ma kah,,
Abang Zaki mungkin ureng Aceh dan lahe di Aceh tapi dalam tubuh abg Zaki tidak ada darah Aceh yg sebenar,kenapa orang Aceh ikut menyumbang beli pesawat walau waktu itu serba daif dan kekurangan dan kenapa rakyat Aceh pada waktu itu menyatakan diri bergabung dgn NKRI,smua itu di sbbkan KATA KATA DAN JANJI MANIS,
Abg zaki org Aceh tapi tidak faham sifat org Aceh yg sebenar “Ureng Aceh menyoe hana teupeh pade kue bijeh geu peutaba tapi meunyo ka teupeh di hate,bu leubeh han geu peutaba” sangat jelas pepatah ini menunjukkan sifat orng Aceh yg sebenar,sumbangan dari pada rakyat Aceh untuk beli pesawat pada masa itu bukan untuk menunjuk nunjukkan sok pahlawan,tapi di sbbkan Sukarno pandai mengambil hati rakyat Aceh makanya Aceh berandil besar dalam pembelian pesawat pertama untuk Indonesia,walau pun pada waktu itu rakyat Aceh serba sangat sangat daif dan kekurangan namun di sbbkan sudah termakan kata kata dan janji manis Sukarno maka rakyat Aceh bersusah payah mengumpulkan segala apa yg ada untuk menyumbang,tepat skali dgn pepatah tadi,”meunyo hana teupeh di hate pade bijeh geu peutaba” wate nyan pade bijeh geuneuk keubah keu thoen ukee tp pue yg di peugah le Sukarno ka meukeunoeng di hate maka pade pade bijeh geu peusapat geu sumbang untuk membeli pesawat,
Kata kata dan janji manis sangatlah berbahaya,kita mesti lah berhati hati jgn terlalu cepat percaya.
Abg zaki mungken ureng Aceh dan juga lahe di Aceh,tapi dalam tuboeh saudara zaki tidak ada darah Aceh yg sebenar.
Knapa nenek moyang kami dulu ikut bergabung dengan NKRI dan knapa nenek moyang kami dulu menyumbang untuk membeli pesawat sedangkan kehidupan pada masa itu sangat sukar dan teramat sangat daif dan serba kekurangan,,
Smua itu karena kata kata dan JANJI MANIS Sukarno,dan saudara zaki bilang org Aceh dulu bodoh yg terlalu percaya dgn kata kata dan janji manis Sukarno,
Menurut saya nenek moyang kami bukan bodoh,nenek moyang kami berpagang teguh kepada ajaran islam,dalam agama islam di ajarkan supaya umatnya tidak berprasangka buruk sesama muslim,
Saudara zaki harus tau sifat org Aceh yg sebenar,sifat orang Aceh kalau org lain datng baik baik maka akan di terima dengan LEBIH baik,jika org datang dgn niat jahat maka pasti akan terima akibatnya,
Pernahkah saudara mendengarkan pepatah Aceh “Ureng Aceh meunyo hana teupeh hate pade keu bijeh geu coek uluwa,meunyo ka teupeh hate bu leubeh han geu peutaba”
Jelas skali pepatah ini menyatakan pengorbanan nenek moyang kami dulu bukan di sbabkan ingin menyombong dan berbangga diri dan sok jadi pahlawan tapi Sukarno sudah berhasil merebut hati rakyat Aceh pada waktu itu,maka abeh pade pade bijeh geu peusapat geu sumbang untuk bloe pesawat,tapi apa balasan Sukarno/Pusat terhadap Aceh ,,??
Sungguh sangat mengecewakan,cuma satu kalimat iaitu Aceh DAERAH ISTIMEWA,namun Istimewa hanya nama saja sedangkan pelaksanaan dan undang undang tetap ikut pusat sama seperti daerah lain,maka di sbabkan itulah muncul pejuang pejuang GAM untuk menuntut keadilan.
Dan satu lagi peristiwa yg menunjukkan sifat org Aceh yg sebenar,masih ingatkah saudara peristiwa lebih kurang 10 thn lalu dimana GAM berhasil merebut hati org Aceh,dan GAM di terima baik di hati rakyat Aceh,maka berhasillah GAM mengumpulkan org Aceh seantero tanah rencong untuk datang ke Banda Aceh menyatakan REFERENDUM.
Saya secara pribadi sungguh sangat terharu dan kagum atas sambutan yg di berikan oleh org2 kampung yg tidak berkesempatan ke Banda Aceh,mereka sanggup menunggu di sepanjang jalan hingga tengah malam untuk menunggu rombongan konvoi dari Banda Aceh dengan segala jenis makanan dan minuman mereka sedekahkan kepada rombongan konvoi.
Jelas skali pepatah tadi mencerminkan sifat org Aceh yg sebenar,Bila hati telah di rebut,harta benda dan nyawa bukan lagi suatu perkiraan.
Di mana saudara zaki pada waktu itu sehingga lupa dengan peristiwa tersebut,atau saudara zaki salah seorang dari pada org yg melempar telur busuk atau yg menuang selender atas jalan..!
nangro ka hana butoi lee… yang muda mabok ngen mezina… yang tuha korupsi dan sewena2… peu nyo nanggro di mat lee jawa.. peu keh di mat lee aceh… sama saja… rakyat jelata maken susa… maka jih hrs na nanggro islam.. LEBEH GET MATEE KRN ISLAM… DARI PADA UDEM NGON URUNG MUNAFIK…
Orang Aceh terlampau baik sehingga nanggroe2 di kasih untuk orang. Mungkin suatu saat semua di kasih untuk orang. sesuai dengan pepatah dalam komen bujang di atas. kalau menurut saya inilah yang disebut dengan kebodohan. Baik itu bukan dengan cara menyerahkan nanggroe untuk orang, tapi dengan cara yang betul2 logis dan sesuai dengan ajarann Islam. Dalam Islam aja tidak dibenarkan pinjam meminjam barang tanpa saksi. Nah, ini malahan meminjamkan nanggroe untuk sukarno tanpa bukti dan saksi apa2. Udah itu bangga pulak. Ka pungoe. kalau kalian mau Aceh ini maju, jangan pegang lagi prinsip ortodok dan bodoh itu karena selain merugikan diri sendiri tapi juga dilarang dalam Islam karena menzalimi diri sendiri.
sebenar_a, smua_a berawal dari para orang2 tua yg mengajarkan anak2 tntang hidup,,tentang mencintai tanah air_a,.
coba liat sndiri,,jarang ibu2,khusus_a d aceh yang masi men”doda idi kan” anak_a dgn syair dan syiar,,yg na di doda idi kan ngen lagu yg tengoh ngtren seulawetnyoe,yg na lagu putoh cinta mandum..
aneuk miet lawetnyoe kbykan d ajarkan tntang budaya global bkn budaya tmpatan,cz of that, wajar klo seorang anak han i tupat le pat gobnyan udep, bak nanggroe teoh gobnyan rayeuk..
han tu’oh ku pgah le..nyoe jameun teuh,”tuha tuho,,nyoe jinoe tuha pungo”..
wallahu a’lam
musuh jgn dicari kalau datang kita layani.jawa tida kita undang,tp kalau datang kita halaukan,,,ok bro..
negeriku kadang lebay, stuju banget. Namun aku sangat kecewa dg komentar-komentar yg terlalu lebay…kita akui aceh tempo dulu dmasa iskandar muda sangat gemilang. Justru karena generasi sekaranglah yg telah mencoreng citra aceh itu sndiri. dari komen2 yg kurang santun, bisa dinilai karakter suatu bangsa. saatnya generasi aceh tdk lagi terlena dg memori kejayaan masa lalu. tapi bagaimana memberikan kontribusi untuk kemajuan bangsa. aceh harus kerja keras,kerja cerdas dan tidak melupkan budaya n agama, itu yg penting. jangan salahkan pihak2 lain. semua ras, suku bangsa sama dimata ALLAH. yg membedakan hanya iman dan takwa saja.
Sungguh sangat disayangkan kalau selamanya ada perang,perbedaan pendapat itu wajar,tapi kalo saling melecehkan itu tindakan yang kurang dewasa menurut saya,memang kehidpan kita saat ini tidak bsa lepas dari masa silam kita,yang tersirat didalam nya kegagalan,kebodohan,kecerobohan,kekhilafan,menurut hemat saya semua orang pasti memiliki pengalaman silam bgtuan,tapi haruskah..?kegagalan masa silam itu kita perdebatkan.?saya rasa tidak bgt perlu,karna yang terpenting sekarang adalah gimana caranya agar kita lepas dan benar2 terlepas dari belenggu penjajahan,dan keluar dari sebuah ikatan yg tidak memberikan manfaat bagi rakyat aceh sendri,yang slu membentengi kita untuk mewujudkan impian kita slama ini,kita hrs extra hati2,krn bljr dari pengalaman,dan satu hal yang perlu d camkan,SEANDAINYA DARAH YANG MENGALIR DLM TUBUH MU ADLH DRAH ACEH MURNI,MAKA JIWA MU AKN BRGETAR,DAN DARAHMU AKN MEMANAS SAAT ENKAU LIHAT DN ENGKAU DNGRKN ACEH DJAJAH, itulah org aceh asli versi saya,keluar dari itu saya rasa dah non murni.apapun komentarny…SALAM SUPER…
klo merassa diri bkn orang Indon,jgn komentar dong?
aku rasa mas yossudarso,,lupa berpesan
bahwa penjajahan bangsa kita terhadap bangsa nya sendiri juga harus di usir di negri ini,,,,,dan aku setuju mas yos soedaro berjuang untuk kepentingan saudara2 nya di jakarta yg sampai sekarang udah mendapatkan kekuasaan tinggi2 dan meraup keuntungan atas nama NKRI,..
Sy merasa prihatin & kaget dgn comment teman trhdp artikel yg ditulis di atas, yg sy khawatirkan teman2 tdk melihat konteks yg ingin disampaikan penulis, tp malah bergsr pd komentar yg (mhn maaf : rada dangkal), ndk ada yg salah & tdk ada menjelekkan aceh tulisan diatas, tp lbh kepada penyadaran kita selaku bangsa indonesia (aceh itu indonesia mas, lht aj KTP mu), jd dibuka mata kita utk tdk lebay & larut dgn pengaruh global & mari koreksi diri utk tdk salah menyalahkan…tp kok teman2 pd tersingggung dgn tulisan trsb ? knpa kt jd sempit ? mari kita buka diri, agar kt bs bngun aceh…klu dikritik (dan itu benar) y apa salahny kita perbaiki utk lebh baik…
tulisan yg bagus…
no comment, critic not auitable…
mantap……….silahkan kunjungi
http://serbasejarah.wordpress.com/
http://serbasejarah.wordpress.com/
http://serbasejarah.wordpress.com/
http://serbasejarah.wordpress.com/
moga kita bisa membangun bangsa ini dengan lebih baik