Berita

Partai Aceh: Stop Izin Pertambangan

Oleh: Radzie - 26/06/2009 - 17:54 WIB

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Partai Aceh yang menguasai Parlemen Aceh berjanji akan memperjuangkan usulan jeda (moratorium) pertambangan di Aceh, setidaknya untuk jangka waktu 10 hingga 20 tahun ke depan. Apalagi, selama ini uang yang mengalir untuk pembangunan di daerah bekas konflik ini juga sangat banyak.

Sekretaris Jenderal Partai Aceh Jahja Muadz mengatakan, pihaknya setuju untuk mengusulkan adanya jeda pertambangan ini. Karenanya, ke depan aktivis Partai Aceh yang duduk di parlemen akan memperjuangkan pemberdayaan ekonomi yang berbasis agrobisnis.

“Ke depan, galian batu bara, emas, gas dan minyak kita usahakan berhenti dulu, karena kita menunggu anak-anak Aceh untuk sekolah dulu,” kata Jahja Muadz dalam sebuah diskusi di Ajong Mon Mata, Banda Aceh, Jumat (26/6).

Aktivis Aceh Institute, Fajran Zein, menyebutkan, Partai Aceh yang menguasai parlemen harus memperjuangkan jeda pertambangan ini. “PA punya otoritas, karena menguasai parlemen dan eksekutif, untuk menggolkan isu ini dengan berbagai cara,” sebutnya.

Fajran menyebutkan, strategi pembangunan Aceh yang berwawasan lingkungan perlu adanya moratorium pertambangan, yaitu penghentian penggalian tambang di Aceh. “Semua hasil bumi dihentikan dulu, jangan dikorek-korek,” kata Fajran Zein,

Dia menambahkan, moratorium pertambangan ini pernah diterapkan pemerintah Amerika Serikat, yang menyimpan cadangan emasnya. “Mereka mengambil emas dari negeri orang. Di Aceh, saya pikir tak perlu mengambil dari negeri orang, tapi uang yang sudah ada berlimpah. Jadi untuk apa eksplorasi lagi?” ujarnya.

Sementara jeda penggalian tambang ini dilakukan, kata Fajran, pemerintah Aceh harus menyekolahkan anak-anak Aceh untuk menguasai sektor pertambangan. “Jangan nanti setelah dieksplorasi, orang Aceh malah jadi supir dan satpam,” kata Fajran. []


Akses ACEHKITA.COM versi mobile melalui telepon selular, iPhone, BlackBerry, Android, dan tablet Anda di alamat: m.acehkita.com


Share on Tumblr

Slashdot! Netscape! Blinklist! Ma.gnolia! Squidoo! SphereIt! SpURL

Ada 9 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda

  1. ANEUK GLUMPANG - June 26th, 2009 - 21:33

    WAHEE BAPAK2 YANG DUEK BAK KURSI DPRA BEUNETEM BANTU ANEUK YATIM KORBAN DOM,KONFLIK,NYOE DARI ANEUK GLUMPANG KEMBANG TANJONG PIDIE

  2. aneuk rantoe di lua - June 27th, 2009 - 12:35

    Kamoe dari aneuk aceh yg uduep di rantau orang sangat mendukung program droe neuh.
    Tapi tuloeng u be na aneuk aceh yg na sikula di luar negroe dan kerja di luar nagroe neu hei u nagroe nak ta kelola sama sama hasil gas alam Aceh. Bek dikelola oleh awak goep. Nyan 70 % di pegoet. mungkin 70 % dari saboeh kargo LNG untuk 1 thn ke aceh.
    Padahal hampir tiap bulan ada 1 atau 2 kargo gas dari aceh.
    Galeom minyak di Aceh timur di pipakan ke Pangkalan berandan Medan.

    Hai.. wakil rakyat, hei uraoeng aceh yg mephoem untuk kelola hasil tambang gas dan minyak.

    saleum di lura nagroe

  3. faisal ufri - June 27th, 2009 - 14:02

    selamt..!!!! parti aceh sdh menguasai prlemen…. jika bpk2 dan ibu2 mau memperjuangkan aceh lebih maju dan bermartabat,,, perhatikanlah rakyat yg tdk mampu, beri mereka subsidi utk bisa belajar supaya bisa menjadi peranan pentig dlm memajukan aceh…! KONON KATANYA UANG YANG SUDAH ADA DI ACEH BERLIMPAH… wasalam dr faisal

  4. ubit - June 27th, 2009 - 23:10

    atjeh ibarat tueloe lang reugam…!!

  5. aneuk aceh di Eroupa - June 29th, 2009 - 02:51

    Nyan benar apa yang yahya ma,az peugah.Ttapi uang dan pangkat berikan keujih di lei. Bek bebicara dengan ureung yang gak tuli. apa nyang di peugah le yahya ma,az.adalah mimpi di siang hari. boleh saja menguasai parlemen aceh. tapi rakyat aceh semua di teupee. penteng ka aman tak melawan lagi dengan NEGARA REPUBLIK INDONESIA.

  6. asril.km - June 30th, 2009 - 11:44

    asslmkm…. bagi kami masyarakat yang terpenting tidak merepotkan kami dalam menata hidup kearah yang lebih baik, kami minta tuan-tuan yang menjadi wakil rakyat di parlemen di ACEH benar-benar mengerti bekerja untuk menata fungsi legislasi,anggaran dan kontrol untuk masa depan ACEH yang mulia, perihal pertambangan perlu diperhatikan mulai saat ini. ada beberapa sumber daya alam yang dapat dikelola oleh masyarakat melalui perizinan Surat Ijin Pertambangan Rakyat (SIPR) ini penting sekali diperhatikan, pemerintah dan pekerja dan pengusaha harus seimbang adalah masyarakat ACEH, bek teu dong-dong buaya tamong dipeu abeh rasekie… neu ingat kaum dhuapa dan korban musibah gempa dan musibah dalam pasca konflik agar dapat tumbuh dan belajar dengan gembira merekalah masa depan kita semua. perhatikan bidang terpenting yakni: pertanian, nelayan, kesehatan dan pendidikan. empat bidang ini harus benar-benar maju dan dapat dirasakan di kehidupan masyarakat ACEH. berbuatlah sebanyak-banyaknya untuk daerah mu…Aceh tanah kelahiran ku… Wasalam :
    ASRIL.KM ( MEUSAHO NAD )

  7. junirullah - August 11th, 2009 - 00:31

    Assalamualaikum, wr,wb

    Nyan baroe dirasa udeep lam besoe baja, meunyoe han sabee meuraja lela, pah that bagi ureung nyang korupsi, langsong di jok hukuman yang pah lage hukom adat aceh / syariat.

    Wassalam
    Junirullah
    Ketua SBS “Sekolah Basis Seni”

  8. junirullah - August 27th, 2009 - 17:42

    Meulaboh, 24-08- 2009

    No : Ist.060/SBS/VII/09

    Salam Hormat Kepada,
    Kepala Dinas Pendidikan dan Kepala Dinas Kebudayaan
    Di_
    Tempat.

    Hal : Permomohonan
    Penyediaan Alat Music.
    Lamp : Peralatan Musik untuk

    Dengan hormat,
    Sehubungan dengan adanya program SBS “Sekolah Basis Seni” tentang pelaksanaan kegiatan pelatihan bagi anak – anak remaja, kami tim seniman dari SBS memohon kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kepala Dinas Kebudayaan untuk dapat menyediakan peralatan musik untuk perlengkapan pelaksanaan program SBS.

    Hal tersebut diinisiasi oleh SBS “Sekolah Basis Seni” yang resah melihat dari minimnya pemakaian dan penggunaan peralatan kesenian disetiap sekolah-sekolah, akhirnya setiap sekolah menjadikan peralatan itu seperti terkubur dengan rongsokan barang – barang yang sudah rusak di dalam gudang penyimpanan peralatan – peralatan yang sudah usang dan tidak dipakai lagi khususnya Aceh Barat.

    Maka untuk ini kami mohon agar pihak yang terkait seperti Dinas Pendidikan dan Dinas Kebudayaan & Pariwisata serta pihak NGO segera menindaklanjuti tentang masalah yang di dapat di setiap sekolah – sekolah, yang telah di duga menelantarkan peralatan kesenian yang sudah tersedia di setiap sekolah-sekolah dari bantuan Pemerintah dan NGO Nasional maupun International agar diperiksa kembali dengan apa adanya agar peralatan-paralatan kesenian yang terlantar disetiap sekolah-sekolah tersebut diaktivkan lagi atau sudi kiranya menghibahkan peralatan kesenian tersebut ke pihak – pihak yang membutuhkan untuk tujuan praktek belajar dan berkarya untuk kemajuan pengembangan dan peningkatan kapasitas mutu SDM khususnya bagi anak – anak yang putus sekolah dan dapat menjalankan kehidupan yang mandiri di masa depan sesuai dengan bertumpu pada pelestarian seni budaya dan teknologi tepat guna yang di sesuaikan dengan perkembangan dan kemajuan zaman.

    Untuk bahan pertimbangan Kepala Dinas Pendidikan dan Kepala Dinas Kebudayaan kami juga menyediakan data pribadi dan alamat serta perincian alat yang dipakai untuk pelaksanaan kegiatan ini.

    Kami akan tunduk dan patuh pada peraturan dan perundang-undangan yang Kepala Dinas Pendidikan dan Kepala Dinas Kebudayaan berikan kepada kami.

    Atas kerjasama Bapak/Ibu kami mengucapkan terima kasih banyak.

    Salam Hormat kami,
    Ketua SBS

    Junirullah, dkk

  9. sahbudin - November 19th, 2009 - 23:18

    setuju….!!! saya berpendapat bahwa apa yang kita lakukan hari ini adalah penentu hasil yang kita dapatkan besok…jadi kiranya semua dipikirkan secara matang di awal-awal karna waktu tak mungkin dapat diundur…paling hanya untuk disesali. Yang kita takutkan justru pertikaian yang terjadi akibat penyesalan….pak Insya Allah kami yang sedang menuntut ilmu ini suatu hari akan kembali ke Aceh pada saat yang tepat jadi 5 tahun kedepan Insya Allah Aceh punya generasi untuk memajukan Aceh itu sendiri. Bukan berarti kami tidak setuju ada campur tangan asing tapi kami hanya berharap agar bukan tangan asing yang mendominasi karna kami yakin bahwa kita juga mampu….Insya Allah…!!!

Posting Komentar Anda

Nama
*)
eMail
*)
Website
Komentar


 
Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Kami berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.