Berita

Pemerintah Aceh Bantah Data BI

Oleh: Salman Mardira - 29/01/2010 - 16:10 WIB

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Pemerintah Aceh menampik data Bank Indonesia cabang Banda Aceh, yang menyebut Aceh menduduki peringkat enam termiskin di Indonesia.

Wakil Gubernur Aceh Muhammad Nazar mengatakan, data itu tidak valid dan tak sesuai realita. “Itu tidak sesuai realita. Kalau dilihat sebenarnya, angka kemiskinan di Aceh tidak seperti itu,” kata Nazar, saat ditanya wartawan usai menghadiri Pertemuan Tahunan Perbankan 2010 di Banda Aceh, Kamis (28/1) malam.

Menurutnya, data Bank Indonesia yang dikutip dari rekapitulasi tahunan Badan Pusat Statistik, diambil berdasarkan indikator jumlah penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT).

“Jadi, saat itu banyak orang Aceh mengaku miskin agar terdata untuk mendapatkan BLT. Yang mampu, mengaku tidak mampu agar bisa terima bantuan,” jelas dia.

Pemerintah Aceh, kata dia, akan berupaya menekan angka kemiskinan dengan membangun infrastruktur penunjang ekonomi, peningkatan mutu pendidikan, dan menciptakan lapangan kerja, dengan memberdayakan Usaha Kecil Menengah.

Meski begitu, pihaknya tak mengalokasikan dana khusus pengentasan kemiskinan di APBA 2010. Nazar beralasan, pengentasan kemiskinan tanggungjawab semua Dinas di jajarannya.

“Jadi dananya sudah dianggarkan ke dalam anggaran dinas, peruntukannya nanti juga untuk itu,” katanya.

Berapa jumlah keseluruhannya? Nazar tak mampu menyebut jumlah nominalnya. “Itu akan dialokasi pada dinas-dinas. Pokoknya untuk pengentasan kemiskinan kita utamakan lebih banyak.”

Sebelumnya, dalam memberdayakan UKM, ia meminta perbankan di Aceh tak takut mengucurkan kredit. “Selama ini, sektor agrobisnis, UMKM, perikanan, pertanian sudah tumbuh di Aceh. Banyak warga yang sudah memulainya.”

Tapi, kata Nazar, banyak di antara mereka sulit mengembangkan usahanya karena kekurangan modal. Ia sendiri mengaku sudah menerima ribuan proposal permohonan modal dari warga dan meminta perbankan memanfaatkan peluang ini.

Ia menyiasati perbankan membina tiap UKM yang menerima kredit, untuk memperkecil risiko kredit macet. Pembinaan dilakukan dengan melibatkan tenaga khusus, berkompeten. “Dengan begini kedua pihak menguntungkan,” kata dia.

Pemimpin Bank Indonesia Banda Aceh Mahdi Muhammad mengatakan, pihaknya terus mengintermediasi perbankan untuk memperbanyak penyaluran kredit produktif.

Pihaknya bekerjama dengan Pemerintah Aceh melanjtkan program dan meningkatkan kapasitas Konsultan Keuangan dan Mitra Bank (KKBM), yang menjadi penghubung antara perbankan dengan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Selama 2009, kata Mahdi, ada 60 KKMB aktif menfasilitasi 966 UKM untuk mendapatkan kredit dari perbankan mencapai Rp17 milyar.
Bank Indonesia mencatat, angka ini meningkat 100 persen dibanding pada 2008 yang hanya tersalur Rp8,9 milyar.

Menurutnya, penyaluran kredit perbankan untuk modal usaha kini tumbuh sebesar 37,16 persen. Sementara penyaluran kredit untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Aceh, per November 2009 meningkat signifikan mencapai Rp7,86 trilyun dibanding 2008 yang hanya 6,08 trilyun. Atau tumbuh 29 persen. []


Akses ACEHKITA.COM versi mobile melalui telepon selular, iPhone, BlackBerry, Android, dan tablet Anda di alamat: m.acehkita.com


Share on Tumblr

Slashdot! Netscape! Blinklist! Ma.gnolia! Squidoo! SphereIt! SpURL

Ada 7 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda

  1. Jamaluddin - January 30th, 2010 - 09:09

    Saya rasa pemda dan perbangkan harus
    Banyak belajar dari pemerintah gorontalo,tentang peluncuran kredit agropolitan.

  2. dju - January 30th, 2010 - 15:06

    Peu bantah-bantah, neucie kalon lom hai pak Wagub bek neuproh ok inan bak ruang meu AC….

  3. kapluk - January 30th, 2010 - 20:06

    gobnyan adalah wakil rakyat, ka tapileh keudroe secara demokrasi. Jino beutapateh haba ureung nyan bek tanilai gob meunye hana ilme. Tanyo ka tameuprang 30 thon leubeh, masa 4 thon han keumah keu peumaju Aceh. Geutanyo seubagoe hamba Allah bek sagai na roh sifeut iri dengki, galak meufitnah, teukabo, dan macam2 lom. Ka tapileh gubernur langsong…ya payah tapateh, meunye hana pah anteuk pileh ureung laen lom, tapi beutajaga marwah bangsa bek gadoh ceumarot keuno ceumarot keudeh lagee tan dipeurno adab.

  4. Nambia - January 31st, 2010 - 11:35

    Pak Wagub jangan cepat jengkel gara gara data kemiskinan yang dilaporkan oleh BNI Banda aceh .Bank punya hak untuk mengeluarkan sesuatu data ; baik Aceh dan rakyat kaya ataupun miskin ,tapi yang penting dan utama sekali bagi semua rakyat Aceh wajib memikir bagaimana merealisasi amanat MoU Helsinki supaya Aceh berhak mendapat pinjaman Luar Negeri.agar bangsa Aceh bisa berobah dari pengemis menjadi bangsa yang kaya.Kalau semua pihak diaceh sama sama memikirkan kearah tersebut mungkin walau tidak kaya semua ,sebahagian pasti akan kaya.Bangsa Aceh Perlu sadar ;ketika bangsa lain didunia tengah berjalan santai orang Aceh perli berlari untuk menyaingi mereka .

  5. faisal rizal - January 31st, 2010 - 15:31

    kami mau pemerintah aceh jujur sama rakyat

  6. ahmad - January 31st, 2010 - 20:38

    Secara tdk langsung wagub menuduh rakyat Aceh adalah penipu,yg tidak miskin ngaku miskin hanya karena alasan BLT.Apa memang begitu karakter rakyat aceh.?.

  7. ABU NIPOED - February 2nd, 2010 - 01:23

    SO.. PEUGAH UREUNG ACEH MISEUKIN..?AWAK B I DIKALON RAKYAT BIASA,CIT MEMANG KA DARI JAMEUN GASIN..,TAKALON TEUK KIBAN UDEP PEUJABAT ACEH,,SANG HAN DIJEUT KHEUN UREUNG ACEH GASIN.BAH PIH DIJEP DARAH2 RAKYAK ACEH KEUDEH.

Posting Komentar Anda

Nama
*)
eMail
*)
Website
Komentar


 
Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Kami berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.