Berita

Pengepungan Jantho, Satu Warga Tewas

Oleh: Arman Konadi - 23/02/2010 - 23:50 WIB

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM — Pengepungan polisi terhadap lokasi latihan militer kelompok yang ditengarai Jemaah Islamiyah di Jantho, mengakibatkan satu warga tewas dan satu luka-luka. Polisi mengakui korban salah tembak.

Dua warga yang menjadi korban merupakan ayah dan anak yang sedang memancing di dekat lokasi. Korban yang meninggal yaitu Kamaruddin, 37 tahun. Sementara anaknya, Suheri, 14 tahun, mengalami luka tembak setelah dua peluru menembus kaki dan dada. Hingga kini, Suheri masih mendapat perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Aceh.

Polisi mengakui kedua korban merupakan warga biasa dan salah tembak.

“Saya mohon maaf karena ini tidak dikehendaki dan merupakan implikasi dari pengepungan,” kata Kapolda Aceh Irjen Adityawarman dalam konferensi pers di Mapolda Aceh, Selasa (23/2).

Kapolda berjanji akan menanggung biaya perawatan selama korban luka dirawat. “Saya sangat menyesal,” ulang Kapolda.

Menurut Kapolda penembakan terhadap keduanya terjadi saat kondisi mulai gelap, di mana keduanya membawa tombak ikan yang menyerupai bentuk senjata laras panjang jika terlihat di kegelapan.

“Saat itu kondisi sudah mulai Magrib dan kedua melewati petugas dengan naik sepeda motor. Sempat diminta berhenti tapi mereka tidak berhenti sehingga angota melepaskan tembakan,” jelasnya.

Penembakan warga sipil ini menuai kecaman dari warga Desa Cot Leupung, Kecamatan Kuta Cot Glie, Aceh Besar. Dalim Sanusi, seorang warga, meminta Polda Aceh bertanggungjawab atas insiden yang menimpa warga sipil tersebut.

“Kami minta pertangungjawaban Polda atas penembakan sipil,” kata Dalim Sanusi.

Menurutnya, keberadaan Kamaruddin dan Suheri di lokasi itu untuk mencari ikan. “Mereka memang murni mencari ikan, tidak ada kepentingan lain,” ujarnya. []


Akses ACEHKITA.COM versi mobile melalui telepon selular, iPhone, BlackBerry, Android, dan tablet Anda di alamat: m.acehkita.com


Share on Tumblr

Slashdot! Netscape! Blinklist! Ma.gnolia! Squidoo! SphereIt! SpURL

Ada 14 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda

  1. Mioong - February 24th, 2010 - 02:01

    Tembak aja kami smua rakyat sipil pak..!!! Biar tinggal polisi sama TNI aja d aceh…

  2. cutgam - February 24th, 2010 - 02:18

    Seharusnya bansa Aceh harus sadar, bahwa kita ini dijajah.

  3. Shiro Mizu - February 24th, 2010 - 04:16

    kamaruddin adalah sepupu saya warga desa lamleupung kec. desa cot glie aceh besar yang meninggal akibat salah tembak.. meninggalkan 2 orang anak yang masih sangat kecil duduk di taman kanak2..dan seorang istri yang bekerja sbagai ibu rumah tangga.. bagaimana nasib mereka.. kami sekeluarga sangat terpukul dengan kejadian ini.. apakah masih ada keadilan negri ini yang diserbut negri damai “darussalam” ACEH Indonesia..wallahualam…

  4. .:: Lagi-lagi Korban Salah Tembak di Aceh ::. « .::shiro mizu::. - February 24th, 2010 - 06:59

    [...] http://www.acehkita.com Possibly related posts: (automatically generated)“Kepala Menghilang” di Pantai Ulee [...]

  5. co’t endatu - February 24th, 2010 - 08:10

    mandum awak nyan polis/tni, buta huruf.lewat pake’sogok, maka jih lagenyan yg teujadi.
    peminpin Aceh ka layoh disubou le pai indon…
    peu yg ka ta peugah barokeon bak rakyat, mandum mandum tan, boh itek……hana thei keu untong meu bacut, barokeon ureng gampong keu binteh aneuk budei geutanyo, tapi nyan ban ta balah. Hai gata peminpin…ta beudeoh bek leu teungeut…pajan lom, meunyoe hana sedar neuh lom, manteong lagenyoe sabe….ta teumeung meukap sabe keudroe2 teuh..

  6. Agam_brekele - February 24th, 2010 - 09:09

    Qta dah ga bs berbuat apa2.cm bdo’a agar smua amal bg kamarudin d trima d sisiNya dan di ampunin smua dosa2nya.Untk keluarga,kak lely istri bg kamarudin yg sabar aja.cm Allah yg bs melakukan apapun.

  7. MataHati - February 24th, 2010 - 10:19

    Sungguh miris hati kita mendengar kejadian ini, kesalahan ini tidak cukup hanya permintaan maaf oleh kapolda, Pemerintah harus menanggung semua biaya hidup keluarga yang ditinggalkan, termasuk biaya pendidikan anak-anak korban sampai selesai perguruan tinggi, jangan sampai mereka luntang lantung karena sudah kehilangan ayahnya

  8. Niezam - February 24th, 2010 - 10:26

    Mnta maaf adlh alternatif biasa adkalany msti brpkir ap yg lyak krn nywa tdk di prjual blikn… Yg amt kta tkutkn adlh JI klo stiap ad pnembakn krn tk jlas c plaku kta mnybutny OTK dn bkaln kta tnggu ap glaran skrg buat plaku yg tk jlas org ny

  9. 50 cent - February 24th, 2010 - 12:58

    semua penjajahan indonesia harus di hapuskan demi kemanusiaan dan keadialan…… polisi itu pembunuh rakyat.

  10. Hasanuddin - February 24th, 2010 - 18:22

    Polri sebenarnya tidak boleh dipersenjatai seperti TNI, cocoknya senapan angin aja, krn masih kekanak2an, cepat kelabakan, apa yg bergerak langsung nembak, sama sekali tidak profesional.

  11. Polem - February 24th, 2010 - 21:57

    tentara nyan menyo ka dimat bude aleh Tuhan dipike droejih…paken han di timbak u wateh dile..kepu langsong atek badan ureng….?

  12. bansa aceh yang meurdeka - February 25th, 2010 - 00:11

    nyan adalah rekaya tni/polri untuk membunuh mandum bansa.dengan na info2 yang lage nyanrupa bah tni/polri untuk jie peugoet DM loem di aceh nyan hai bansa aceh loen.meunyoe jieh si penjajah neuk meu prang loem, bansa aceh ka siap loem untuk geu meu prang loem.meunyoe haba meu prang bansa aceh siet ureng meu prang(lage ureng pajoeh bu lu kat)sabe ek ta meu prang.nyan neu ingat hai bansa long meutuah.hana keadilan lee di aceh nyan selaen meudeka.MOU hana penjahat prang di peu ek dalam makamah prang/nyan gohlem napol yg hana jie peu leuh loem

  13. alfa orizos - February 27th, 2010 - 12:32

    pak bantai aja kami rakyat aceh sampai habis, jangan tinggalkan jejak kami………..
    apabila tidak ada tempat untuk melampiaskan naffu kalian semua………….
    hapus aja perdamain kalo gini jadinya,,, kalo rakyat y di tindas………….

  14. ida sere hasian - March 5th, 2010 - 18:49

    innalillahi…
    turut berduka y alul….
    smga k2k,adek2,dan klrga yg d tinggalkan d beri kekuatan…
    aminn…

Posting Komentar Anda

Nama
*)
eMail
*)
Website
Komentar


 
Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Kami berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.