Berita
Peringatan Tsunami Momentum Introspeksi: Ulama
ACEH BESAR | ACEHKITA.COM — Ratusan warga desa di Kecamatan Lhoong Aceh Besar, Sabtu (26/12) pagi menggelar peringatan lima tahun tsunami. Peringatan yang bertempat di Masjid Jami Lhoong itu, diisi dengan kegiatan doa dan zikir bagi mereka yang menjadi korban 26 Desember 2004 lalu.
Teungku Abdurahman sebagai penceramah pada acara doa tersebut mengajak seluruh warga untuk menjadikan tsunami sebagai ajang introspeksi diri.
“Tsunami adalah bentuk teguran Allah kepada kita. Kadang selama ini ada tindakan kita yang telah menyimpang dari ajarannya,” ujar Abdurahman.
Untuk itu, katanya, kita sebagai umat harus memohon maaf dan bertaubat bila telah salah. Karena jika tidak bukan mustahil Allah akan menurunkan azabnya.
Selain warga, peringatan juga dihadiri unsur Muspika Lhoong dan sejumlah perwakilan Palang Merah Amerika yang telah berkontribusi bagi pembangunan Lhoong pascatsunami.
Di saat yang sama, ratusan warga Lhoong juga mengikuti simulasi penanggulangan bencana yang difasilitasi PMI Cabang Aceh Besar.
“Kita ingin tsunami lima tahun lalu, menjadi sarana pembelajaran untuk memperkecil dampak yang ditimbulkannya. Dengan simulasi ini kita harap warga tahu apa yang harus dilakukan bila tsunami terjadi,”kata ketua PMI Aceh Besar, H Zamzami AG.
Menurutnya dipilihnya Desa Umong Seuribe sebagai lokasi karena saat tsunami terjadi, desa ini merupakan daerah yang dipilih warga sebagai tempat menyelamatkan diri.
“Saat gelombang tsunami datang warga di sini lari ke perbukitan di kawasan Umong Seuribe ini. Kita ingin menjaga bagaimana program ini agar kembali pada kearifan lokal,” katanya. []
Akses ACEHKITA.COM versi mobile melalui telepon selular, iPhone, BlackBerry, Android, dan tablet Anda di alamat: m.acehkita.com
Tweet
















Posting Komentar Anda