Berita

Pj Gubernur jangan Jadi Boneka: AMA

Oleh: Agus Setyadi - 08/02/2012 - 13:54 WIB

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM — Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Aceh (AMA) berunjuk rasa di Bundaran Simpang Lima Banda Aceh, Rabu (8/2). Dalam orasinya mahasiswa meminta penjabat gubernur yang dilantik hari ini jangan jadi boneka.

Aksi yang dimulai sekitar pukul 11.00 mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian. Massa juga membawa sejumlah spanduk dan bendera. Aksi ini mendapat perhatian dari pengguna jalan. Selain membawa spanduk dan bendera mereka juga memakai topeng menyerupai wajah Mendagri Gamawan Fauzi dan Pj Gubernur Aceh Tarmizi A. Karim.

Koordinator Aksi Ibnu Sakdan Adnan dalam orasinya mengatakan Pj Gubernut Aceh tetap menjadi jabatan yang sangat berpengaruh bagi rakyat Aceh, apalagi dengan diadakanya pilkada pada April mendatang.

“Hari ini Menteri Dalam Negeri melantik Pj Gubernur Aceh untuk mengisi kekosongan kekuasan di Pemerintah Aceh yang telah berakhir masa jabatannya. Meskipun sementara, Pj ini sangat berpengaruh,” kata Ibnu dalam orasinya.

Ibnu juga meminta Pj Gubernur Aceh harus bersikap netral dalam menanggapi isu pilkada Aceh. “PJ Gubernur jangan hanya jadi boneka elite politik Aceh,” teriak pendemo.

Mereka juga menginginkan Pj Gubernur merupakan sosok yang pemberani, tidak terpengaruh dengan intervensi-intervensi politik dari pihak manapun. Ibnu juga menambahkan Pj Gubernur harus siap menjamin pilkada Aceh berlangsung damai dan demokratis sehingga melahirkan pemimpin yang bermartabat.

Aliansi Mahasiswa Aceh merupakan gabungan mahasiswa dari Pemerintah Mahasiswa Universitas Syiah Kuala dan Badan Eksekutif Mahasiswa Abdulyatama. []


Akses ACEHKITA.COM versi mobile melalui telepon selular, iPhone, BlackBerry, Android, dan tablet Anda di alamat: m.acehkita.com


Share on Tumblr

Slashdot! Netscape! Blinklist! Ma.gnolia! Squidoo! SphereIt! SpURL

Posting Komentar Anda

Nama
*)
eMail
*)
Website
Komentar


 
Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Kami berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.