Berita

Polisi Didesak Tuntaskan Kasus Salah Tembak di Jalin

Oleh: Salman Mardira - 07/03/2010 - 00:47 WIB

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Sekitar tiga puluhan mahasiswa mendesak berunjukrasa di Bundaran Simpang Lima dan Mapolda Aceh di Banda Aceh, Sabtu (6/3).

Massa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), mendesak polisi bertanggungjawab terhadap jatuhnya korban jiwa warga sipil dalam operasi memburu teroris selama ini di Aceh.

Aksi berawal di depan Mapolda sekitar pukul 10.30 WIB. Di sana, mahasiswa menuntut pihak Kepolisian mengusut tuntas kasus tertembaknya warga sipil, khususnya yang di pegunungan Jalin, Aceh Besar, Senin pekan lalu.

“Polisi harus memberikan tanggungjawab atas jatuhnya korban dari pihak sipil,” kata Ketua HMI Banda Aceh, Teuku Aan Fariza.

Pihaknya, kata dia, mendukung upaya Kepolisian memberantas para teroris, tapi menyayangkan adanya korban dari warga sipil yang dituding tertembak oleh polisi.

Menurut Fariza, jatuhnya korban di pihak sipil hanya menambah buruk citra polisi. Mereka minta polisi mengedepankan kepentingan warga sipil di atas segalanya. “Seharusnya polisi dapat mengedepankan kepentingan dan keselamatan warga sipil,” ujar dia.

Mahasiswa mengutuk tindakan Kepolisian yang berlaku diskriminasi terhadap wartawan dalam memberi akses liputan operasi buru teroris, di pegunungan Aceh Besar.

Mereka memprotes sikap polisi yang hanya ‘menganak-emas-kan sebuah TV swasta nasional, tapi melarang masuk bagi wartawan dari media lainnya masuk liputan ke lokasi pengepungan, sebagaimana diberitakan situs ini, edisi Kamis lalu.

Menurut mahasiswa, prilaku diskriminasi itu hanya membuat publik curiga, ada sesuatu di balik operasi ini.

Sekitar sejam beraksi di depan Mapolda, massa bergerak ke Bundaran Simpang Lima. Di sana, mahasiwa juga mengutuk aksi penyerangan Kantor HMI Makasar diduga dilakukan oknum Polisi.

Mereka memprotes insiden itu dengan tidur di jalan selama beberapa menit dan sempat memacetkan lalulintas.

Aan Fariza mengatakan, pihaknya mendesak polisi mengungkap tuntas kasus itu dan menghukum pelakunya.

Aksi berlangsung damai, hanya berorasi dan mengusung sejumlah poster. Bubar sekitar pukul 12.15 WIB. []

------
Sent from

It's time for a better tablet!

Akses ACEHKITA.COM versi mobile melalui telepon selular, iPhone, BlackBerry, Android, dan tablet Anda di alamat: m.acehkita.com



Slashdot! Netscape! Blinklist! Ma.gnolia! Squidoo! SphereIt! SpURL

Ada 3 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda

  1. Boenar - March 7th, 2010 - 09:19

    Salut kepada rekan-rekan Mahasiswa yang terus eksis dalam memperjuangkan keadilan & hukum di bumi Aceh…. memang keadilan & Hukum itu harus ditegakkan… ngga peduli siapa pelakunya pejabat ke’… orang pemerintahan… pelaku kriminal atau tentara yang melanggar hukum harus tetap diberi tindakan & sanksi yang jelas sesuai UU yg blaku, apalagi bagi aparat penegak hukum itu sendiri…

  2. abu yusra - March 7th, 2010 - 19:54

    hati-hati jangan ada kelompok yang bersandiwara, kami rakyat ingin kedamaian sudah capek dengan cerita lama dan polisi harus melakukan tindakan yang persuasif

  3. Chandra_MH - March 7th, 2010 - 23:16

    aneh yah udah mau sepekan siapa teroris seperti hilang…mmg salut pejahat dijalin ini kebal ilmu n tahan tembak n tewaskan 3 Densus 88…ini lebih hebat dari si Noordin tang top.. pemerintah juga diam yah…kita tutup saja kasus ini yah pak tengku wandi.Mana Pak Wali Nanggroe sdh berangkat ke Malaysia…hebat kali lah Pak Haji Tiro…rakyat banyak menderita,ditembak dijantho bukan melihat kejantho..malah Jalan2 ke Malaysia…shopping pak haji…atau beli Jas Baru banyak sale di Malaysia…heran itu orang bukan banyak Sholat malah naik Air Asia tadi siang dgn rombongan…luarbiasa….menangis rakyatku Aceh…

Posting Komentar Anda

Nama
*)
eMail
*)
Website
Komentar


 
Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Kami berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.