Berita

Polisi Janji Tindak Pelaku Perambahan Hutan

Oleh: Amiruddin - 30/10/2009 - 19:44 WIB

SIGLI | ACEHKITA.COM — Aparat Kepolisian Pidie berjanji akan menindak tegas pelaku perambahan hutan. Pasalnya meski jeda tebang diberlakukan, pembalakan liar masih terjadi di Pidie. Lima daerah rawan pemabalakan liar ada di Kecamatan Geumpang, Mane, Tangse, Tiro, dan Padang Tiji.

Kapolres Pidie Moffan MK, mengatakan, upaya pengamanan hutan semakin ditingkatkan. Pihaknya bekerja sama dengan Dinas Kehutanan Pidie acap kali menggelar razia. “Kita tetap tindak tegas pelaku perambahan hutan,” janji Moffan saat ditemui wartawan, Jumat (30/10).

Moffan menambahkan, kondisi hutan Pidie sangat mengkhawatirkan, sebab di sejumlah titik sudah gundul. Bahkan upaya reboisasi yang dilakukan Dinas Kehutanan belum maksimal. Para pelaku pembalakan liar juga semakin berani merambah hutan. “Saya pribadi akan turun tangan untuk menangkap pelakunya,” tegasnya.

Moffan meminta kepada seluruh masyarakat dan termasuk cukong kayu agar tidak lagi merambah hutan, sehingga akan menimbulkan bencana bagi masyarakat. “Kita berharap adanya kesadaran masyarakat untuk melindungi hutan,” pintanya. []

------
Sent from

It's time for a better tablet!

Akses ACEHKITA.COM versi mobile melalui telepon selular, iPhone, BlackBerry, Android, dan tablet Anda di alamat: m.acehkita.com



Slashdot! Netscape! Blinklist! Ma.gnolia! Squidoo! SphereIt! SpURL

Ada 5 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda

  1. RAMLI - October 31st, 2009 - 12:25

    sampai sekarang di pidie jaya masih banyak orang potong kayu di gunung untuk di perjual kan ke perabot 2.,kolou bapak polisi pekara ini tidak di tuntas kan maka tak lama lagi akan ada bencana ,kalou boleh bapak polisi harus siap siaga kantrol tiap hari di pinggir gunung kolou boleh buat pos di pinggir gunung ,karna masyarakat takut bilang tokee kayu karna kebanyakan orang gam yg jual kayu,di desa 2 yg dekat dg gle

  2. RAMLI - October 31st, 2009 - 12:44

    sekarang di desa pt gotong royong pidie jaya sampai kemaren masih banyak orang potong kayu ,untuk apa bapak polisi kolou pekara ini masih bergejolak tak boleh di jagakan .untuk apa polisi makan gaji haram saja ,

  3. RAMLI - October 31st, 2009 - 12:45

    tak boleh deh?

  4. raman - October 31st, 2009 - 19:24

    kenapa mesti di berantas ,, nanti bapak polisi nggak ada komisi lagi sama si pemotong,, kan sayang bapak polis nggak ada uang lagi,, gaji bapak polisi mana bisa cukup dg dua juta perbulan haruslah ber miliar Rp sedangkan sipemotong hanya sikit saja dapat untung, kalau dibanding dg pihak yang berwajib hahaha,, jangan lagi di jajah,, keluarkan lah pikiran yang bijak untuk rakyat,, dikarnakan bapak polisi mengkropsi uang sama sipemotong makanya undang undan yang pemerintah aceh buat tak berjalan,, sekarang kodam di aceh mau bekerja secara fropisional sebab rak yat sekarang suka menuntut heheheh

  5. RAMLI - November 1st, 2009 - 03:15

    kalou boleh tipu 2 aja nantik mati sendiri

Posting Komentar Anda

Nama
*)
eMail
*)
Website
Komentar


 
Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Kami berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.