Berita

Puluhan Warga Terjaring Razia Busana

Oleh: Salman Mardira - 26/01/2010 - 19:40 WIB

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM — Tim gabungan yang terdiri atas Wilayatul Hisbah (WH), Satpol PP, Polisi Militer, dan anggota KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) merazia busana di jalan T. Nyak Arief, Simpang Mesra, Banda Aceh, Selasa (26/1) sore. Puluhan perempuan berpakaian ketat dan lelaki bercelana pendek terjaring.

Kepala Satpol PP dan WH Banda Aceh, Iskandar, mengatakan, razia dilakukan untuk mensosialisasi sekaligus menegakkan Qanun nomor 11 tahun 2002 tentang penerapan Syariat Islam.

“Dalam qanun itu, umat Islam diwajibkan berpakaian muslim. Jadi, mereka yang berpakaian ketat harus tahu bahwa itu tidak sesuai dengan yang diatur dalam Syariat Islam,” katanya.

Warga yang terjaring razia tak diberi sanksi, melainkan hanya diberi pembinaan di tempat. “Kita hanya beri pembinaan dan nasihat, agar mereka tidak mengulangi lagi perbuatannya. Ini perintah Allah,” ujar Iskandar.

Ia meminta perempuan dan lelaki yang terjaring razia harus malu, untuk mengubah pola berpakaian sesuai Syariat. “Orangtua yang anaknya terjaring razia juga harus malu, karena itu kesalahan mereka yang tidak mendidik anaknya berpakaian sebagaimana diatur dalam Islam,” tuturnya.

Menurut Iskandar, kebanyakan pelanggar Syariat di Aceh, khususnya dalam hal berbusana adalah mahasiswa dan pelajar.

Dalam razia kali ini, kata dia, WH sengaja melibatkan KAMMI sebagai unsur dari kaum pelajar, untuk mengatasi banyaknya pelanggaran kaum muda.

“Efektif tidaknya razia ini dalam menegakkan Syariat Islam, sangat tergantung dukungan dari masyarakat. Kalau WH sendiri yang melakukannya, tidak ada dukungan masyarakat tetap tidak akan tegak syariat,” ujar Iskandar.

Pihaknya, kata dia, tak khawatir dengan imej negatif terkait kasus dugaan pemerkosaan melibatkan oknum WH Langsa, terhadap seorang mahasiswi dua pekan lalu. “Itu perilaku oknum, jangan dianggap institusi. WH juga manusia, yang bisa saja berbuat salah. Tetapi itu oknum.”

Iskandar menanggapi tajam terkait desakan pembubaran WH dari beberapa pihak. “Ada WH saja sudah sangat sulit menegakkan Syariat Islam. Apalagi kalau WH tidak ada.”

Razia busana digelar hari ini, yang kedua selama 2010. Amatan acehkita.com, razia dilakukan tadi hanya terhadap pengendara sepeda motor. Sedangkan mobil semua lolos. []


Akses ACEHKITA.COM versi mobile melalui telepon selular, iPhone, BlackBerry, Android, dan tablet Anda di alamat: m.acehkita.com


Share on Tumblr

Slashdot! Netscape! Blinklist! Ma.gnolia! Squidoo! SphereIt! SpURL

Ada 13 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda

  1. M Fauzan - January 26th, 2010 - 22:45

    Mahasiswa telah kepada identitas alsinya..

    Menjadi pioner dalam memberikan solusi permasalahan bangsa.

  2. ABU NIPOED - January 26th, 2010 - 22:54

    Dari awalnya pencanangan SYARIAT ISLAM di aceh cuma bagian dari wacana NANGGRO ACEH DARUSSALAM (yang berawal dari masalah politik semata tanpa pernah terpikir bagaimana cara menjalankan apa itu NAD dan SYARIAT ISLAM )jadi ga usah heran kalau implementasinya sekarang cuma asal2an saja dan terbilang cuma setengah hati dari pemerintah,makanya dipandang sebelah mata oleh rakyat,.semoga pemerintah aceh lebih serius dengan apa yang sudah di canangkan sendiri dan jangan lagi mempolitisir masalah agama dalam hal ini SYARIAT ISLAM

  3. Kupiah Meukutop - January 27th, 2010 - 00:02

    Masyarakat telah banyak mendukung untuk menegakkan Syariat Islam, setau saya bukan saja setelah terbentuknya WH, tetapi dari jaman kakek nenek kita masyarakat sudah menjalankan Syariat islam. kalo tidak mana ada sejarah Aceh yang merupakan pembawa Islam pertama di Nusantara. Tetapi saat ini pandangan masyarakat Aceh terhadap Syariat Islam di Aceh hanya merupakan ide politik dari golongan yang hanya mementingan partai atau politiknya berjalan. bukan karena dengan tulus menegakkan Syariat Islam di Aceh yang telah layu karena kezaliman kepentingan politik.

  4. warga aceh - January 27th, 2010 - 00:56

    memang syg bangsa aceh..langsng x p’nah b’ljar dr pngalaman..apalg yg kta mau biar kta sdar,perang sudah,bencana dmi bencana tlah t’jdi tp kta langsung x ambil pdli dngan peringatan dr Allah,kta ttap dngan cra kta..sling menyalahkan,x da rasa p’cya,x b’bdi bhasa,alias bandum geutanyoe paneuek antine.,knpa?tngok sja klo stu buat slah maunya kta menghkum namun x ckp smpai dstu klo bleh intitusi sekali dbubarkan..tdak bisakah intitusi itu kta bg dia ksmpatan kdua..untuk mperbaiki ksilapan msa lalu n kta sma2 memohan pd Allah biar apa yg kta cita2kan t’makbul,krna keinginan kta smua sma..ingin aceh maju,makmur,aman n sjahtera..nmun yg sngat dsyangkan generasi penerus bangsa,khusus’y aceh..generasi yg kta hrapkan tuk jd pemimpin kelak mempamerkan sikap n moral yg sngat rendah,hilang indentitas,hlang jti dri, tngok sja..klo sja WH melakukan rdia kebanyakan yg kena cekup para kaum2 t’pelajar,mahasiswa,org2 yg konon’y pandai..nmun mempunyai moral yg sngat rendah..x ada guna’y kta bljar smpai kemenara gading,kta bleh cipta atom,tnpa ada iman didada smua’ya akan menjadi sia2..kta akan menjdi serendah2 manusia..krna tgkah laku kta,yg kta usahakan dngan tngan kta sendri..memang bkan smua mahasiswa b’moral rendah tp ckplah satu,dua,itu sdah ckp untuk kta intropeksi dr..krna kta x membri teuladan yg baik pd gnerasi msa dpan….lake meuah meunyoe na salah hba…krna lon sma lge droe neuh sit ureung aceh n lon syg ACEH.

  5. Teungku Bukhari - January 27th, 2010 - 01:05

    Kalau memang benar pemerintah aceh serius mau menegakkan syariat,maka tertibkan dulu pangkal dari terjadinya pelanggaran syariat itu sndiri,tertibkan dulu cafe2 yg tdk jelas,tertibkan toko2 pakaian yg menjual pakaian yg tdk sesuai syariat,pisahkan ruang kuliah putra & putri,buat asrama mahasiswa secara terpisah antara laki2 & perempuan,jgn izinkan mhsiswa ngekost scra bebas Sprti skrg ini,knpa pesantren yg minim mendapat bantuan dari pemerintah tp mereka mampu utk memisahkan antara asrama putra & asrama putri?knpa kampus2 diaceh tdk mengikuti cara yg diterapkan dipesantren dlm hal pemisahan antara laki2 & perempuan?bukankah slma ini,mahasiswa & pelajar yg sngt mendominasi dlm hal plnggran syariat diaceh..? “MENYO KON MEUNAN,BEK MEULUMPO SYARIAT AKAN TEUDONG DIACEH”

  6. abu yusra - January 27th, 2010 - 03:27

    Sangat merasa bangga dengan penegakan hukum syariat ditanah rencong, akan tetapi perlu diingat penegak hukum juga harus berkaca jangan hanya pandai membimbing orang tapi diri sendiri terabaikan: semut disebrang lautan terlihat namun gajah dipelupuk mata tak nampak, sudah cukup bukti yang mengacak institusi anda, kami masyarakat tentu akan mengikuti pemimpin.

  7. Zulkarnain Zakaria.Snb johan perlak - January 27th, 2010 - 05:17

    itu juga salah orang tua,yang ga pernah memberi jajan jajan iman kepada anaknya,kenapa sihh menyuruh bebusana yang baik aja hrs dipaksakan? mari kita mengkoreksi diri kita masing masing,jgn terus nyalahin orang lain,kalau terus terusan nyalahin orang???kapan selesainya masalah ini

  8. Mawardi Syubki - January 27th, 2010 - 08:47

    Menyangkut hal pakaian saya ingin menanggapi tentang pelanggaran yang banyak dilakukan adalah “mahasiswa dan pelajar”.

    menurut saya perlu aturan yang sama untuk instansi/lembaga pendidikan yang masih tidak menerapkan penggunaan Rok di Lembaga pendidikannya.

    Seperti contoh bebrapa lembaga pendidikan kesehatan di Aceh..saya melihat mahasiswinya menggunakan celana.

    bagaimana hukum bisa singkron jika aturan hanya untuk masyarakat umum,sementara lembaga,instansi dan atau lainnya belum ada aturan yang sama.

    semoga bisa menjadi perhatian pihak terkait,dan juga kita semua.
    Semoga Aceh kita.com tetap ada..amin

  9. Panglima thö - January 27th, 2010 - 09:12

    Halah2,sekedar mencari nama yang sudah tercemar,ngapain razia orang lain,instansi yang merazia,apa sudah benar?Perbaiki dulu pribadi br0!

  10. cut mutia - January 27th, 2010 - 12:27

    meunyoe mantoeng ideologi panca-sila di bumoe aceh hanapeu harap syariat islam akan teudoeng di aceh.usee dile penjajah indon-jawanyan insyaAllah diaceh akan teudoeng syariat islam.long live acheh AllahuAkbar

  11. kapluk - January 27th, 2010 - 12:59

    long setuju ngen cut mutia, budaya aceh ken le “adat bak po teumeureuhom hukom bak syiah kuala” tapi nyo ka “pancasila” pu arti hom. leuh but ka lagee munafek tanyo mandum, peugah hanjeut sok bajee ketat tapi bak pasai nyan keuh yang murah. yu sok bajee muslim tapi nyan keuh yang meuhai. kiban lee? ka mabok mandum.

  12. amri - January 27th, 2010 - 18:39

    nyan bek bak gantoe le beh ,,,,,,,,,,,,takot roeh meper kosa lom ,,,,,,,,,,he,,,he

  13. Apa lambak - January 27th, 2010 - 19:21

    —kenapa dalam razia kemarin oraganisasi KAMMI dilibatkan,
    sdh rancu kok jadi tambah rancu lagi.
    —ya sudah bubarkan saja WH sekalian dan serahkan tugas WH selanjutnya ke KAMMI saja.
    —WH juga manusia tapi WH juga bukan Syaitan.
    —apa ir(wandi) anda harus segera turun tangan, jangan sampai Syariat Islam yang Mulia ini berubah jadi Mesin.

Posting Komentar Anda

Nama
*)
eMail
*)
Website
Komentar


 
Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Kami berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.